Saturday, March 29, 2014

Cara Aman Mengendalikan Keong Mas

keong mas
Dalam mengendalikan hama keong mas, umumnya para petani memilih menggunakan moluskisida sintesis yang berharga mahal, berspektrum luas, dan mengganggu organisme nontarget dan juga manusia untuk mengendalikan hama keong mas. Dalam kaitannya dengan pengendalian keong mas, cara-cara yang lebih aman, seperti halnya secara fisik (penggunaan saringan), mekanis (pengambilan langsung) maupun secara biologis (pemberian tanaman yang tidak disukai di saluran-saluran, penggembalaan itik, penanaman bibit yang cukup kuat/tua, dll) lebih direkomendasikan. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengendalikan keong mas :
1. Pengambilan keong mas secara langsung dengan tangan dari sawah pada pagi dan sore hari ketika keong dalam keadaan aktif dan mudah diambil. Di Provinsi Gorontalo, kelompok tani bekerja sama dengan LSM mengadakan lomba pemungutan keong mas antarkelompok tani. Di Tangerang, keong diambil satu per satu, dimasukkan dalam ember dan dijual dengan harga Rp 300,00 per kilogram ke peternak bebek. Di Brebes, seorang petani bisa mengumpulkan sekitar 2 ember keong mas, dan di Kecamatan Margadana (Tegal), seorang petani dapat mengumpulkan keong mas rata-rata hampir sekitar 20-30 kilogram selama 4 jam.
2. Menggunakan tumbuhan yang mengandung racun bagi keong mas. Misalnya daun sembung (Blumea balsamifera) , daun/akar tuba, daun eceng gondok (Monochoria vaginalis), daun tembakau (Nicotiana tabacum), daun calamansi atau jeruk (Citrus microcarpa), daun makabuhay (Tinospora rumphii), dan cabai merah. Selain itu, beberapa tanaman lain yang juga dapat digunakan untuk memberantas keong mas adalah starflower (Calotropis gigantis), nimba (Azadirachtha indica), dan asyang (Mikania cordata) yang mengandung bahan yang dapat membunuh keong mas. Berbagai tumbuhan tersebut dianjurkan diaplikasikan sebelum penanam padi. Saluran kecil dibuat agar keong mas berada di dalam saluran tersebut dan selanjutnya di atas saluran tersebut tempatkan tumbuhan yang disebutkan di atas.
3. Menggunakan atraktan seperti daun talas (Cococasia esculenta), daun pisang (Musa paradisiaca) , daun pepaya (Carica papaya), bunga terompet, dan koran bekas, supaya mudah mengumpulkan keong tersebut. Daun sebagai atraktan diletakkan dalam petakan sawah secara berjejer, berjarak 1-2 meter antar umpan, yang dilakukan sebelum panen sampai 5 minggu setelah tanam. Jumlah atraktan sebagai umpan yang diperlukan sekitar 40 kilogram per hektare. Tinggi air di sawah disarankan sekitar 5-10 centimeter (BP2TP NAD, 2004).
4. Selama menggaru terakhir perlu dibuatkan caren yang dalam (sedikitnya lebar 25 centimeter dan dalamnya 5 centimeter). Jarak antara larikan 10-15 meter. Demikian juga, perlu dibuatkan saluran kecil (sedikitnya lebar 25 centimeter, dan dalamnya 5 centimeter) sepanjang tepi sawah. Saluran caren juga berfungsi untuk penjebakan terhadap keong mas, di mana keong mas akan pindah ke dalam saluran tersebut, jika permukaan air berkurang dan dapat dilakukan pengumpulan.
5. Meletakkan kawat kasa atau anyaman bambu pada pemasukan dan pengeluaran air utama, untuk mencegah masuknya keong mas kecil dan dewasa. Cara ini juga untuk mengambil keong mas yang terperangkap.
6. Pagar plastik dapat digunakan untuk mencegah masuknya keong mas ke dalam areal persawahan.
7. Batu tohor sebanyak 50-100 kg/ha dapat ditebarkan pada lahan persawahan untuk mengurangi dan mematikan keong mas.
8. Jika keong mas merupakan masalah yang besar, kita menanam padi yang berumur 25-30 hari setelah tanam. Di persawahan yang berada di dataran tinggi digunakan bibit yang berumur 30 sampai 35 hari setelah tebar yang berumur panjang.
9. Menancapkan ajir bambu sebagai perangkap telur di sawah yang selalu tergenang atau pada saluran pengairan untuk menarik keong mas dewasa bertelur. Dengan cara ini kelompok telur muda dapat terkumpul untuk kemudian diambil dan dihancurkan. Panjang kayu perangkap sekitar 1-1,5 meter, dengan diameter 1-3 centimeter, dan jarak antara tiang perangkap sekitar 2-3 meter. Dalam 1 hektare diperlukan sekitar 200 batang dan ketinggian air dalam petak sawah dianjurkan sekitar 5-10 centimeter (BP2TP NAD, 2004).
10. Mempertahankan air agar tidak terlalu tinggi (2-3 centimeter) mulai 3 hari tanam.
11. Mengeringkan sawah berkali-kali untuk mengurangi aktivitas perpindahan dan perusakan. Jika petani menanam dengan sistem tanam pindah, maka 15 hari setelah tanam pindah, sawah perlu dikeringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian (flash flood intermitten irrigation). Bila petani menanam dengan sistem tabela (tanam benih secara langsung), selama 21 hari setelah tebar benih, sawah perlu dikeringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian (BPTP, 2003).
12. Mempergunakan varietas yang beranak banyak dan kurang disukai keong mas seperti PSB, Rc36, Rc38, Rc40, dan Rc 68.
13. Beberapa predator keong mas adalah burung dan itik, kura-kura, ikan serta insekta. Penggembalaan itik di lahan persawahan, merupakan pengendalian yang efektif, dengan tanpa merusak padi yang telah ditanam. Sistem ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ISG (itik sistem gembala). Penebaran jenis ikan tertentu yang dapat memakan keong mas (dan juga telurnya) akan memberikan keuntungan dalam pengendalian populasi keong tersebut. Jenis ikan-ikan yang mampu memakan keong mas ataupun juga telur keong mas tersebut antara lain Botia sp; Tetraodon sp; Bunocephalus sp., dan Leiocassis sp (sejenis lele-lelean) ; kelompok Cichlidae, kelompok gurami (gurami, sepat), beta, dan lain-lain. Sistem ini telah lama dikenal masyarakat Indonesia dengan nama mina-padi. Pada sistem ini, manajemen air untuk memberi kemungkinan dapat memakan telur juga mesti dilakukan, sehingga peluang menetas dan berkembang biak keong dapat diputuskan.
14. Penggunaan bahan kimia yang tidak merusak lingkungan dapat juga direkomendasikan. Asam anakardat yang diekstrak dari minyak kulit jambu mete, telah diuji-cobakan dan dapat membunuh keong mas (Rudyanto dan Mercellino, 2006). Teaseed meal merupakan obat yang umum di pasaran, untuk membunuh keong mas, dengan harga sekitar Rp 3.000,00,- per kilogram. Selain itu, dapat juga digunakan saponin, tembakau, dan bibit pinang sebagai bahan pengendali (pembunuh) keong mas.
*** Dr. Ir. Sulistiono Peneliti sekaligus Ketua Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB)

Tips Bertransaksi Online

transaksi online
Dunia maya merupakan dunia yang kini sedang digandrungi oleh berbagai kalangan. Betapa tidak, hampir semua jenis informasi bisa dicari dibalik layar kaca tanpa harus repot-repot pergi keberbagai tempat, termasuk untuk bertransaksi.
Ada beberapa tips yang saya dapat dari surat kabar yang saya baca yang mungkin bisa membantu anda supaya bisa aman bertransaksi di internet.
  1. Jangan pernah pernah menginformasikan user ID dan PIN anda pada orang lain melaui email, atau situs. Bila perlu lakukan perubahan PIN secara periodik.
  2. Pastikan komputer yang nada gunakan untuk berinternet aman dan terpercaya. Disarankan untuk tidak melakukan transaksi internet dari tempat umum semacam warnet atau dikantor. Komputer non-probadi tidak menutup kemungkinan dipasangi scrip-scrip yang ditugaskan untuk mencatat atau memata-matai apa yang anda lakukan.
  3. Pastikan anda menuju ke situs resmi. Terdapat modus kejahatan yang menggunakan situs palsu, tetapi dibalik semuanya dia mengambil data-data rahasia pelanggan.
  4. Biasakan untuk meng-klik tombol sign out/log out setelah selesai berinternet untuk mencegah penggunaan ketika anda meninggalkan komputer.
  5. Bila perlu, mintalah jaminan dari bank penerbit kartu anda untuk selalu melakukan konfirmasi secara real time (langsung via telpon kepada anda untuk setiap transaksi). Hal ini untuk menghindari pemakaian kartu kredit anda tanpa sepengetahuan anda.
  6. Jika ada yang tersa ganjil pada saat transaksi melaui internet banking, segera hubungi call center bank anda.
  7. Aktifkan sarana notifikasi via sms banking dan perhatikan selalu history transaksi yang anda lakukan.
  8. Jangan bertransaksi disitus dengan hostingan gratis. Hosting gratisan biasanya ditandai dengan domain name yang panjang dan tidak familier. Cek dulu tentang situs yang anda kunjungi melalui WHOIS (whois.com) . Masukan domain nama situs yang anda cek dan akan terlihat siapa pemiliknya serta alamatnya.
  9. Pastikan saat anda memasukkan nomor kartu kredit anda, halaman situs tersebut dalam SSL (Secure Socket Lawyer). Lihatlah pada awal URL tersebut haruslah https dan bukan http. Cek juga SSL dialog box yang ditampilkan dilayar dari sistem keamanan online perusahaan terkemuka seperti Entrust atau RSA. Klik pada dialog box SSL tersebut untuk mengecek apakah sertifikat keamanannya masih berlaku aatu tidak.
  10. Baca dengan baik informasi barang dengan baik berikut harganya.
  11. Jangan membuang slip kartu kredit sembarangan.
  12. Jangan menberikan informasi nomor kartu kredit anda pada siapapun via email. Email mudah sekali disadap dan diambil datanya.
Demikian  tips yang saya dapat. Semoga bermanfaat.

Tips Jitu Promosi Rumah Makan

Sumber saya dapat dari salah satu tabloid nasional. Mungkin temanya promosi untuk usaha rumah makan, tapi mungkin juga bisa berguna untuk usaha-usaha lain. Toh biar bagaimanapun juga namanya juga promosi.. Semua jenis usaha pasti membutuhkan promosi, dan pastinya perbedaannya tidak terlalu mencolok.
rumah makan
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar usaha anda bisa terus berkembang :
1. Agar anda pemenang dalam persaingan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan :
a) Evaluasi Usaha Anda.
Menurut saya, belum tentu sepinya pembeli dikarenakan makin banyaknya pesaing yang berjualan produk yang sama dilokasi yang berdekatan dengan Anda. Cobalah lakukan evaluasi internal, jangan-jangan kesalahan justru ada di usaha Anda sendiri. anda bisa melakukanevaluasi dari marketing mix (7P) terlebih dahulu, yaitu :
  • Lakukan evaluasi produk (product). Apakah produk yang anda jual kualitasnya sudah sesuai dengan segmen dan target yang Anda bidik ?
  • Masalah tempat (place). Apakah tempat yang sekarang ini masih cukup strategis (aman, nyaman, dan mudah dijangkau). Bisa jadi ada perubahan-perubahan yang bisa mempengaruhi rasa aman dan nyaman para pelanggan Anda (misalnya jalan yang tadinya dua arah menjadi dua arah,dll).
  • Masalah harga (price). Jangan-jangan harga makanan ditempat Anda lebih mahal dibandingkan dengan rumah makan sejenis yang lain (dengan kualitas yang sama) ?
  • Masalah promosi (promotion). Siapa tahu karena merasa memiliki banyak pelanggan, Anda sudah tidak pernah lagi melakukan promosi ? Nah, menurut saya keempat hal itu harus dievaluasi terlebih dahulu baru kemudian Anda melakukan evaluasi pada P yang lain yaitu,
  • SDM (people). Apakah sudah cukup ramah dan profesional dalam melayani pembeli ?
  • Proses (process). Apakah proses produksi sudah dilakukan dengan benar ?
  • Dan yang terakhir yang tak kalah penting adalah penampilan fisik (physical evidence).
Jadi menurut saya, melakukan evaluasi kedalam jauh lebih penting dilakukan daripada mencari penyebab dari luar.
b) Bersainglah dengan Keunggulan.
Banyak orang berupaya memenangkan persaingan dengan cara saling menjatuhkan, perang harga dan sebagainya. Saran saya, bersainglah dengan memberi keunggulan pada produk Anda, misalnya dengan harga yang sama (untuk produk sejenis ditempat lain), konsumen bisa mendapatkan “keunggulan” yang Anda ciptakan. Misalnya jika ditempat 1 porsi seharga Rp.10.000 mendapat nasi goreng + telur dadar saja, maka Anda bisa menambahkan 1 gelas air mineralatau 1 gelas teh manis + 1 bungkus kerupuk sebagai bonusnya.  Atau Anda bisa menambahkan irisan daging ayam sebagai nilai tambah yang bisa menarik perhatian pembeli.
c) Berikan  “Sensasi” yang Tidak Ada Ditempat Lain.
Bisa saja dengan memberikan kupon 1 nasi goreng gratis bagi yang sudah makan 10x selama periode tertentu, atau semisal fasilitas parkir gratis, toilet gratis atau jaminan bebas pengamen atau yang lainnya. Ciptakanlah kreasi anda sendiri untuk memberi “sensasi” lebih itu pada pelanggan Anda.
d) Jangan Berhenti Melakukan Promosi.
Walaupun sudah memiliki pelanggan, Anda harus tetap melakukan promosi. Terutama jika Anda sering melakukan kreasi dan inovasi produk. Selalu komunikasikan hal tersebut kepada para penaggan dan calon pelanggan Anda.
e) Perlakukan Setiap Konsumen Seperti Pelanggan.
Promoso paling efektif adalah “dari mulut kemulut”. Oleh karena itu perlakukan setiap konsumen yang datang (walau baru pertama kali) layaknya mereka pelanggan-pelanggan lama anda. Setiap pembeli yang diperlakukan sebagaimana layaknya seorang pelanggan akan merasa senang, aman dan nyaman. dan, suatu saat pasti akan kembali dengan mengajak orang lain untuk makan di rumah makan Anda.
rumah makan
2. Agar Anda dan usaha Anda bisa terus “survive” ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan :
a) “Korbankan” Margin Keuntungan Sementara Waktu.
Berkorbanlah dengan menurunkan margin keuntungan Anda sementara waktu demi mempertahankan kualitas produk. dalam bisnis makanan, cita rasa sangatlah penting. Jadi jangan mengurangi bumbu dan “memangkas” resep demi mempertahankan keuntungan. Lebih baik marginkeuntungan diturunkan daripada menurunkan kualitas produk.
b) Selalu Berpikir Kreatif dan Inovatif.
Jangan pernah merasa “nyaman” dengan adapa yang telah didapat saat ini. teruslah kejar kesempurnaan. Rancang produk dan peket-paket kreatif. Dan, komunikasikan setiap produk dan paket-paket tersebut kepada pelanggan-pelanggan anda setiap waktu.
c) Bersaing Dalam Pelayanan.
Mungkin saja, situasi dan kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk bersaing dalam produk dan harga. Maka yang bisa Anda lakukan adalah bersaing dalam pelayanan. Berikan yang terbaik pasa semua pelanggan Anda. instruksikan semua karyawan anda untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan Anda. Berikan layanan yang prima dari awal dia masuk hingga dia keluar dari rumah makan.

Tips Memilih Bibit Bebek

bibit bebek
Saat ini belum ada pembibitan bebek yang dilakukan secara intensif, yang ada hanya penetasan telur yang diperoleh dari berbagai peternak yang kemudian ditetaskan oleh peternak rumahan. Konon indukannya pun bukan berasal dari hasil seleksi. Tak heran jika saat ini sulit menemukan bibit bebek unggul dalam jumlah besar dan umurnya seragam.
Sampai saat ini Kalimantan Selatan, Cirebon, Cimalaya-Jawa Barat, Tegal-Jawa Tengah, dan Mojosari-Jawa Timur dikenal sebagai sentra peternak bebek dan penghasil bibit bebek (Day Old Duck/DOD) dan bebek siap dibesarkan atau bebek siap untuk bertelur (Meri).
Bagi peternak bebek petelur perlu memperhatikan pemberian pakan saat bebek umur 1-6 hari guna pertumbuhan kerangka cadangan kapur untuk pembuatan kulit cangkang telur. Untuk itu jauh lebih baik jika memelihara bebek petelur dari DOD daripada membeli bibit bebek petelur yang siap bertelur. Namun agar lebih efisiensi waktu dan biaya, membeli indukan siap bertelur dari peternak angonpun tiada salahnya, asalkan mengetahui trik memilih yang tepat.
Meskipun tak ada perbedaan total telur yang dihasilkan antara bebek yang dipelihara dari DOD atau Meri. Berikut ini kriteria memilih DOD maupun bebek siap bertelur/dibesarkan :
Kriteria DOD Unggul
  • Bobot 38-40 gram.
  • Pusarnya sudah kering dan duburnya bersih.
  • Berbulu bagus dan kering.
  • Kedua matanya melek.
  • Bebek bergerak lincah.
  • Tidak ada cacat pada kaki (pengkor).
Kriteria Bebek Siap Bertelur/Dibesarkan
  • Umur sekitar 5 bulan.
  • Tidak cacat.
  • Bobot mencapai 1,4 kg atau sekitar 1,3 kg untuk bebek Mojosari dan 1,4-1,5 kg jenis Alabio.
  • Berat badan harus seragam agar telur yang dihasilkan seragam juga.
  • Beli dalam jumlah terbatas 200-300 ekor.
  • Tulang pubis (pantat) yang berada ditempat saluran keluar telur saat menuju ke kloaka melebar denga ukuran 3 jari tangan.
  • Sedangkan untuk bibit pembesaran bebek pedaging pilih bibit pejantan umur 10 minggu yang bobotnya 0,9 kg atau bebek betina afkir.
* sumber dari Prof. Emer. Dr. Peni S. Hardjosworo
Praktisi perunggasan IPB

Membuat Pestisida Organik

pestisida organik
Pestisida Organik mungkin saaat ini sedang booming dikalangan petani. Hal ini sebagai dampak dari semakin meningkatnya permintaan akan komoditi organik dipasaran. Berikut ini ada beberapa tips untuk rekan-rekan yang ingin mencoba untuk memproduksi sendiri jenis pestisida organik.
Adapun bahan-bahan pestisida organik yang biasa adalah sebagai berikut ; tembakau, kenikir, pandan, kemangi, cabe rawit, bawang putih, gadung, sereh, dan masih banyak lagi bahan-bahan yang dapat dipakai sebagai bahan pembuat pestisida organik. Bila melihat bahan-bahan tersebut relatif mudah kita dapatkan, saya rasa semua orang bisa meraciknya sendiri.
Cara Pembuatan :
  • Semua bahan dihaluskan (diblender/ditumbuk) kemudian ditambah air
  • Masukkan kedalam botol dan biarkan selama 1 minggu
  • Siap dipergunakan
Dosis pemakaian :
  • 60 ml untuk 1 ltr air
  • Disemprotkan pada tanaman yang terserang hama pada daun dan batang
  • Penyemprotan bisa 1 x 1 minggu atau jika hama sudah benar-benar mengganggu

Membedakan Ubi Cilembu Asli & Palsu

Menyambung mengenai bagaimana membedakan Ubi Cilembu yang asli dengan yang palsu, ternyata cukup mudah untuk membedakannya baik ubi masih dalam kondisi mentah maupun sudah matang.
ubi cilembu
Ubi Cilembu yang asli dikenal dengan nama yang berbeda untuk tiap daerah, namun pada dasarnya mengacu pada ubi yang sama. Ada yang menyabutnya ubi menes, nirkum juga ada yang menyebutnya ubi arnet.  Sedangkan nama ubi yang palsu biasanya disebut ubi inul, bagolo, dan lirti. Jenis ubi palsu inilah yang sekarang ini justru banyak dipasarkan.
Sebagai acuan untuk kawan-kawan yang mungkin ingin membeli Ubi Cilembu bisa memperhatikan rincian berikut. Untuk Ubi Cilembu yang asli maka akan ditemukan secara samar/tampak jelas tekstur urat pada kulitnya seperti yang terlihat pada gambar. Kulitnya cenderung berwarna kuning kemereh-merahan dan sedikit kusam serta bersisik halus, warna bagian dalamnya jika dibelah juga akan berwarna kuning kemerah-merahan.
Untuk ubi yang palsu biasanya warna kulitnya pucat, tidak terdapat tekstur urat maupun sisik, dan jika dibelah warna bagian dalamnya kuning keju atau bahkan putih.
Nah sekarang sudah jelas dan mengerti bagaimana membedakannya bukan ? Nah, sekarang jangan tertipu lagi dengan harga yang murah ya kawan..

Sisihkan Keuntungan Untuk Kembangkan Usaha

pengembangan usaha bisnis
Setiap kita yang menjalankan usaha pastilah menginginkan usaha yang kita jalani untuk bisa berkembang. Masalahnya adalah untuk pengembangan usaha itu pastinya juga memakan biaya. Dari mana dana itu bisa kita dapat ?
Selain kita bisa mendapatkan dana dari pinjaman, tetaplah lebih baik jika dana itu berasal dari dana yang kita sisihkan dari keuntungan yang kita peroleh. Dengan begitu kita bebas dari beban hutang, tapi bagaimana caranya ?
Sebenarnya tidak ada patokan khusus yang pasti atau mutlak tentang bagaimana mengatur uang usaha, mengingat hal ini tergantung sekali pada kebutuhan usaha yang anda perlukan. Namun sebagai panduan sebagai gambaran bagaimana menggunakan hasil usaha untuk pengembangan usaha anda, sebaiknya, dari penghasilan kotor anda, hitung terlebih dulu berapa pendapatan bersih dan berapa modal yang anda keluarkan. Dengan mengetahui modal dan penghasilan, maka anda akan dengan jelas mengetahui seberapa besar dana yang tersisa yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usaha.
Sebagai contoh, misalnya dari Rp. 4 juta penghasilan kotor. Modal sendiri adalah Rp. 2,5 juta, dan keuntungan bersih sebesar Rp. 1,5 juta. Modal sebesar Rp. 2,5 juta tersebut tentunya akan terus diputar lagi untuk produksi anda. Sedangkan dari keuntungannya, anda bisa ambil Rp. 0,5 juta dan masukkan kedalam tabungan pribadi anda sebagai simpanan. Sedangkan yang Rp. 1 juta bisa disimpan pada tabungan rencana yang akan digunakan sebagai modal pengembangan usaha berikutnya.
Agar tidak repot, anda bisa buka 3 rekening tabungan (usahakan untuk menabung di bank-bank syariah agar anda terhindar dari riba dan usaha andapun tetap barokah). 1 untuk sirkulasi keluar masuk dana usaha anda, 1 untuk tabungan pribadi, dan 1 untuk tabungan rencana. Dengan demikian akan terlihat jelas posting keuangan antara keuangan probadi, dan keuangan rencana. Hal ini guna menanggulangi keluarnya uang untuk hal-hal yang kurang penting, misalnya belanja pakaian atau pengeluaran rumah tangga yang belum diperlukan. Selain itu anda juga bisa memanfaatkan tambahan seperti asuransi yang tentunya diperlukan untuk kelanjutannya.
Satu hal yang perlu ditegaskan adalah memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Kalaupun nantinya usaha anda membutuhkan modal lebih besar anda bisa “meminjam” dari tabungan pribadi, namun tetap dibayar kembali setelah mendapat penghasilan agar usaha dan keuangan anda tetap sehat.
Yang pasti, modal usaha yang anda gunakan untuk mengembangkan usaha bisa diambil dari hasil keuntungan dari usaha anda yang telah eksis, dengan demikian anda bisa dengan sendirinya mengukur seberapa besar kapasitas modal anda untuk mengembangkan usaha.
Namun tetap saja kunci keberhasilan adalah tetap berusaha dan berdo’a.
Semoga membantu..