Showing posts with label Artikel Umum. Show all posts
Showing posts with label Artikel Umum. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

3 Bad Habit Entrepreneur Rumahan dan Solusinya

PELAKU UKM - Bad Habit. Dalam banyak hal, bisa bekerja di rumah adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Sebagai pengusaha rumahan, Anda dapat mengatur jadwal Anda sendiri, menghindari kerumitan dari aktivitas di pagi hari, dan bekerja sambil mengenakan piyama Anda. Tapi hal-hal yang membuat bekerja di rumah nampak begitu menarik juga bisa membuat Anda membentuk kebiasaan buruk yang dapat membunuh produktivitas Anda sendiri. Sangat penting bagi Anda untuk menyadari beberapa perangkap potensial berikut ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan serta mengatur kembali struktur hidup Anda untuk menghindarinya.

bad habit

Bad Habit # 1: Selalu "On" setiap saat

Kita hidup di dunia di mana komputer dan telepon selalu ada dan siap untuk digunakan. Harus diakui bahwa hal ini membuat bekerja di rumah secara signifikan menjadi lebih mudah jika dibandingkan dengan kondisi lima tahun yang lalu, namun, itu juga berarti bahwa kita juga harus selalu siap kapan saja. Saat Anda melakukan hal-hal seperti memeriksa email saat makan malam dan telepon ada di samping tempat tidur mungkin tampak seperti sebuah cara yang produktif, namun itu justru membuat Anda tidak bisa sepenuhnya terfokus pada satu pekerjaan. Dengan tidak memusatkan perhatian penuh pada suatu pekerjaan, produktivitas kerja mungkin justru akan menurun, dan berada di rumah akan selalu terasa seperti berada di tempat kerja.

Solusi: Membuat batasan. Tentukan area-area di rumah Anda yang akan Anda fungsikan sebagai base station untuk bekerja pada jam kerja. Jika perlu, Anda bisa mematikan fungsi pemberitahuan email untuk membatasi penggunaan ponsel Anda pada saat-saat bersama keluarga. Menentukan jam-jam tertentu dalam satu hari di mana Anda terputus dari pekerjaan Anda akan memungkinkan Anda me-refresh pikiran dan bisa fokus pada hal terpenting dalam hidup Anda.

Bad Habit # 2: Mengabaikan rutinitas pagi

Ada suatu sensasi kesenangan tersendiri bagi seseorang untuk bisa bekerja sambil mengenakan piyama. Bangun dari tempat tidur dan bisa langsung bekerja memang terasa seperti sebuah cara untuk lebih produktif dan mengurangi stress - selain itu, celana piyama memang benar-benar terasa nyaman, bukan?

Tetapi mengabaikan rutinitas pagi dan langsung bekerja saat mata masih setengah tidur nyatanya tidak baik untuk Anda. Tidur malam yang cukup akan memungkinkan otak Anda untuk memproses apa yang telah Anda pelajari sehari sebelumnya, dan rutinitas pagi memberi Anda waktu untuk memilah-milah prioritas Anda supaya bisa bekerja dengan lebih efisien sepanjang hari. Hal ini juga membantu transisi mental Anda dari mode rumah dan ke mode kerja.

Solusi: Buatlah rutinitas pagi yang teratur. Bahkan dengan sama sekali tidak menyentuh ponsel Anda ketika Anda bangun dari tempat tidur. Jika mungkin, Anda perlu menjaga komputer dan telepon dari kamar tidur Anda sama sekali. Makan sarapan yang sehat, mandi pagi, dan berganti pakaian. Mulailah hari Anda seolah-olah Anda akan pergi ke suatu tempat. Buatlah serasa Anda akan pergi ke kantor.

Bad Habit # 3: Mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan

Bagi sebagian besar orang, bekerja di rumah berarti bisa sekaligus mengurus rumah tangga. Entah itu mengantar-jemput anak-anak sekolah misalnya, bekerja di rumah dapat memberi keuntungan untuk bisa menyelesaikan urusan rumah. Namun pada kenyataannya, bekerja di rumah dapat mengaburkan batas-batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Solusi: Buatlah jadwal dan tepatilah. Kadang-kadang, kehidupan pribadi Anda akan menyusup ke kehidupan kerja Anda - itu sama sekali tak bisa dhindari. Tetapi dengan menciptakan jadwal yang sudah Anda sesuaikan dengan kehidupan sehari-hari Anda dan secara konsisten mengikutinya adalah cara yang baik untuk menjaga batasan antara keduanya. Tidak harus berupa jadwal antara jam 9 - jam 5, yang penting Anda harus konsisten. Sangat penting untuk menyisihkan jam-jam tertentu untuk bekerja dan bermain sehingga keduanya tetap terpisah - dan fokus Anda tidak terbagi.

Bekerja di rumah bisa menjadi berkah dari Tuhan, terutama untuk pengusaha yang ambisius. Selama Anda tetap menyadari potensi dari kebiasaan buruk yang dapat terbentuk dari aktifitas bekerja di rumah dan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya, baik pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda dapat tetap produktif dan bahagia.

Semoga bermanfaat. Amin...

Monday, December 1, 2014

Carilah "Kemenangan -Kemenangan Kecil" Untuk Mengembangkan Bisnis Anda

PELAKU UKM - Kemenangan Kecil. Ingin meningkatkan penjualan, mendapat lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan pendapatan bisnis Anda? Beberapa pilihan strategi akan menyarankan Anda untuk mengejar "kemenangan-kemenangan besar". Produk baru, iklan yang gencar, beberapa kegiatan promosi yang membutuhkan banyak waktu dan uang tetapi memiliki potensi hasil yang besar.

Kemenangan besar memang penting, tapi kadang-kadang Anda juga perlu meraih kemenangan-kemenangan kecil juga. Karena, sering kali hal-hal kecil yang justru menigkatkan atau juga bahkan menghancurkan sebuah bisnis.

tips usaha, tik bisnis
Berikut adalah beberapa hal kecil yang jika Anda bisa merubahnya menjadi kemanangan-kemenangan kecil, maka besar kemungkinan bisnis Anda sedang berjalan menuju kemenangan besar..

Mencuci jendela

Bayangkan Anda mempunyai toko yang bagus dan nyaman di lokasi jalan yang ramai. Anda punya produk yang menarik di jendela etalase dan menawarkan harga yang kompetitif serta bahan yang berkualitas. Jika Anda ingin meningkatkan aktifitas pelanggan ke toko Anda, apa yang akan Anda lakukan?

Sebuah "kemenangan besar" mungkin juga perlu melibatkan sebuah launching produk baru, penyelenggaraan event-event di beberapa kota besar, atau mengkreasikan sebuah permainan untuk mendapatkan perhatian calon pelanggan.

Anda menginginkan sebuah kemenangan kecil? Cobalah untuk mencuci jendela toko Anda.

Seorang pengusaha bahkan ada yang merekomendasikan pada pemilik toko ritel untuk mencuci jendela mereka setiap 2-4 minggu. Apakah Anda mencuci jendela toko Anda sesering itu? Apa Anda masih ingat kapan terakhir kali Anda mencuci jendela toko Anda?

Faktanya, mencuci jendela bisa mencerahkan penampilan seluruh toko Anda. Ini merupakan kemenangan kecil yang akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan dan bisa meningkatkan penjualan Anda.

Mengatur display

Setelah Anda berada di dalam toko Anda, coba amati, bagaimana  tampilan produk Anda? Apakah Anda seperti berada di gang-gang, dengan cluster bertema, dengan item-item yang mengelilingi beberapa interior produk lainnya?

Berikut adalah solusi cepat untuk memperoleh kemenangan kecil: Pasanglah beberapa  cardboard counter displays. Pajangan seperti ini selain berfungsi sebagai rak pajangan juga bisa sebagai ruang informatif suatu produk yang anda pajang. Anda bahkan dapat memasang display counter di tengah lorong toko sebagai separator antar rak kanan dan kiri dan juga memberikan pelanggan sesuatu untuk dilihat dan dibaca.

mengatur display toko
Di Amerika Serikat sekitar 62% dari penjualan supermarket dan 80% penjualan barang-barang mewah berasal dari pembelian impuls. Counter display, terutama pada produk tertentu, sangat berpengaruh dalam penekanan pasar dan meningkatkan pembelian impuls. Ini merupakan kemenangan kecil yang akan mengantar pada kemenangan besar bagi bisnis Anda.

Meminta staf untuk mengajukan sebuah pertanyaan

Tak seorang pun suka dengan produk yang sulit terjual, termasuk Anda, juga karyawan/staf Anda. Mintalah pada staf untuk bertanya pada pelanggan Anda. "Apakah Anda ingin melihat beberapa koleksi sepatu yang cocok dengan gaun itu?" Bahkan sesuatu yang sederhana seperti "apa ada hal lain yang Anda cari?" Akan membuat pelanggan berbicara dan berpotensi untuk melakukan pembelian tambahan.

Pastikan jenis percakapan yang dilontarkan selalu terdengar alami. Kita semua pasti pernah berada pada sebuah situasi di mana pelayan toko berkata pada kita dengan kalimat yang seakan-akan sudah "terprogram" seperti robot. Pada contoh kasus seperti itu, kata "Tidak" mungkin sudah siap terlontar seusai pertanyaan itu. Ajarkan staf Anda bagaimana cara mengajukan satu pertanyaan yang bisa membantu pelanggan, dan lihatlah apa yang akan terjadi setelah itu.

Hentikan menjual produk dengan penjualan rendah dan mencoba produk yang lain

Apakah Anda memiliki produk yang "awet" berada di pajangan? Gantilah dan coba sesuatu yang lain. Mungkin dengan mengisi ruang dengan produk baru, atau menambahkan beberapa display counter yang mengkilap, atau mencampur produk yang "awet" tadi dengan produk -produk yang laris. Ini salah satu kemenangan kecil lain yang dapat memiliki efek yang besar pada bisnis Anda.

Apakah Anda memiliki kemenangan kecil lainnya yang dapat menguntungkan?
Semoga bermanfaat. Amin..

Thursday, November 20, 2014

Perhatikan Hal Berikut Ketika Menentukan Harga Produk Anda

tips bisnis, trik usaha
PELAKU UKM - Harga Produk. Memang tidak ada rumus yang pasti ketika Anda harus menentukan harga yang tepat untuk produk atau jasa Anda. Bahkan pada perusahaan-perusahaan dalam industri yang sama, cara yang digunakan untuk satu perusahaan belum tentu akan berhasil diaplikasikan pada perusahaan lain. Sekarang ini, pencarian Google untuk kata kunci "memberi harga produk" menunjukkan sebanyak 3.500.000 hasil, hampir tujuh kali lipat hasil pencarian untuk frase, "membuat rencana bisnis" - sebuah proses dalam membangun bisnis yang memiliki formula tertentu, dan yang bisa dipelajari.

Menentukan harga produk dengan benar adalah dengan melakukan perbandingan, sebuah hasil seni dalam dunia bisnis. Hal ini membutuhkan kesadaran juga analisa pasar yang matang saat diputuskan, visi dan kemampuan untuk melihat pasar saat ini atau yang akan datang, dan juga logika untuk menutupi biaya produksi, kegiatan prmosi dan memaksimalkan penjualan.

Harga awal Anda akan mendefinisikan produk Anda

Pada tahun 1986, Pixar Animation Studios adalah perusahaan yang sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang. Ketika itu Pixar adalah perusahaan hardware yang fokus utamanya adalah pada penjualan Pixar Image Computer. Pada hari-hari awal mereka, para pendiri perusahaan-Steve Jobs, Alvy Ray Smith, John Lasseter dan Ed Catmull-senantiasa berjuang untuk mencari tahu bagaimana menjalankan jenis usaha yang baru saja mereka mulai. Bagi Ed, yang menjadi perhatian utama adalah mencari tahu berapa banyak biaya yang dikeluarkan  untuk mesin mereka:

"Saya diberitahu oleh presiden dari Sun dan Silicon Graphics untuk memulai dengan harga tinggi. Jika Anda mulai dengan harga tinggi, kata meeka, Anda bisa saja menurunkan harga; jika Anda memasang harga rendah dan kemudian Anda harus menaikkan harga, Anda hanya akan mengecewakan pelanggan Anda. Jadi berdasarkan margin keuntungan yang kami inginkan, kami memutuskan untuk menjual dengan harga $122.000 per unit. Kesalahan besar. Pixar Image Computer dengan cepat memperoleh reputasi sebagai produk yang sangat bagus tapi terlalu mahal. Ketika kemudian kami menurunkan harga, kami menemukan bahwa reputasi kami sebagai produk yang terlalu mahal masih melekat pada ingatan semua orang. Terlepas dari upaya kami untuk memperbaikinya, Pixar sudah terjebak dengan kesan pertama kami. "-. Ed Catmull, Kreativitas, Inc.

Ed Catmull mengakui bahwa untuk pertanyaan yang kompleks seperti harga, tidak ada jawaban yang sederhana. Sebaliknya, Anda harus lebih fokus pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih besar: Bagaimana Anda akan memenuhi harapan pelanggan Anda? Bagaimana Anda akan berinvestasi dalam pengembangan lebih lanjut dari produk Anda? Dengan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang bisa menjaga fokus utama dalam pikiran Anda akan membantu Anda dalam menentukan harga yang paling sesuai untukproduk Anda.

Harga produk Anda menentukan posisi Anda di pasar

Jika Ed menyarankan "harga tinggi", Tim Berry, Pendiri Palo Alto Software, percaya bahwa resiko yang sesungguhnya adalah harga yang terlalu rendah.

"Tidak ada sebuah algoritma dalam menentukan harga. Sebagian besar hanya mengandalkan insting. Menutup biaya produksi sebagai harga dasar bukan sebuah metode yang akurat. Penentuan harga juga merupakan sebuah pesan pemasaran yang kuat dan para pengusaha pemula harus memulai dengan membuka harga tinggi, dan memposisikan diri sebagai produk premium dengan harga premium. Dan salah satu kekeliruan umum yang sering terjadi adalah bahwa peroduk baru seharusnya memasang harga di bawah kompetisitor. Salah. Lebih tinggi lebih baik. "-. Tim Berry, Pendiri Software Palo Alto
Tim dan Ed mungkin tidak setuju pada harga rendah dibandingkan dengan harga tinggi. Menurut Tim, Anda menetapkan harga Anda berdasarkan pada situasi Anda, strategi yang Anda gunakan, biaya produksi, pesaing Anda, cuaca, insting, atau apa pun yang paling penting bagi Anda pada saat itu. Dan karena tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan harga, ada beberapa kesalahan yang bisa Anda hindari untuk bisa sampai ke tahap perencanaan:

Kesalahan 1: Berpikir bahwa memberi harga termurah adalah yang terbaik

Pendekatan ini dapat bekerja untuk bisnis yang menjual komoditas dibeda-bedakan, tetapi strategi yang berpusat pada menjadi "harga termurah" biasanya membutuhkan banyak investasi awal dan implementasi skala yang sangat besar.

Kesalahan 2: Lupa bahwa penawaran harga Anda juga "pesan pemasaran" produk Anda

Bagaimana caranya supaya Anda ingin dikenal secara luas? Harga yang terlalu rendah, kemungkinannya adalah opini terhadap produk Anda juga akan rendah atau Anda akan menarik pelanggan yang tidak Anda inginkan. Pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mempertimbangkannya sebelum Anda menetapkan harga.

Kesalahan 3: Mengesampingkan biaya pokok pribadi Anda

Menentukan harga produk Anda hanya berdasarkan analisis margin kotor Anda sendiri adalah ide yang buruk. Anda juga perlu mempertimbangkan biaya keseharian Anda -biaya sewa, gaji, biaya pemasaran, tagihan listrik, asuransi, biaya hardware dan software, instalasi telepon, karpet baru, dan biaya-biaya lainnya. Jika Anda tidak mengikutsertakan biaya-biaya ini ke dalam perhitungan Anda ketika menetapkan harga, Anda mungkin akan kehabisan uang

Harga yang Anda tetapkan akan mempengaruhi jalannya bisnis Anda

Selain risiko memberikan pesan yang salah, harga produk yang terlalu rendah dapat mengakibatkan suatu kondisi di mana Anda pada akhirnya mempunyai beban moral pada pelanggan sementara Anda memperjuangkan perusahaan untuk bisa terus berjalan walau dengan harga terendah. Seth Godin menyebut spiral ini sebagai "tirani harga termurah" dan memberikan sebuah contoh sempurna untuk membantu Anda melihat gambaran ini ke dalam perspektif Anda.

"Untuk memotong harga sebuah produk, artinya Anda juga memangkas beberapa hal-hal lainnya, standar pelayanan, dll. Anda harus siap menjadi kurang peduli atau lebih kejam daripada orang lain "-. Seth Godin, Penulis & Pengusaha
Solusinya? Anda harus bisa dikenal untuk sesuatu selain daripada harga. Apa yang produk Anda bisa berikan atau nilai apa yang Anda ingin sampaikan tentang perusahaan Anda?

Jika Anda memiliki beberapa produk, harga yang Anda berikan dapat mempengaruhi penjualan

Jika Anda menentukan harga untuk lebih beberapa produk, berhati-hatilah! Pada 2012, Yale School of Management menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa jika dua produk sejenis memiliki harga yang sama, kemungkinan konsumen untuk membeli salah satu produk akan jauh lebih kecil dibandingkan jika ada sedikit saja perbedaan dalam harga. Bahkan, studi ini menemukan bahwa ketika partisipan diberi pilihan untuk membeli dua merek yang berbeda dari permen karet dengan harga yang sama, hanya 46% melakukan pembelian. Sebaliknya, ketika dua bungkus permen karet diberi perbedaan harga hanya beberapa sen, 77% dari peserta membeli satu bungkus!

Namun ini bukan berarti Anda harus memberi harga setiap produk berbeda-beda, hanya saja Anda mungkin bisa menjadikannya sebagai bahan pertimbangan ketika produk Anda sangat serupa dengan yang lain.

Semoga bermanfaat. Amin..

Thursday, November 13, 2014

Perbedaan Bisnis Franchise atau Non-Franchise. Anda Pilih Mana?

perbedaan franchise, peluang bisnis
PELAKU UKM - Bisnis Franchise. Silakan baca judul posting ini lagi. Lihatlah kata-kata terakhirnya. Ya. Ini tentang apa yang baik untuk Anda atau tidak. Tolong jangan mendasarkan keputusan Anda pada apa yang menurut teman-teman Anda baik, atau disarankan olehkerabat, dan teman-teman Anda.

Model bisnis franchise benar-benar berbeda dari jenis bisnis yang berlabel "peluang bisnis", dan jelas berbeda dari bisnis yang Anda ciptakan sendiri.

Orang-orang yang melihat bisnis franchise mencari kesempatan memiliki bisnis. Alasan yang sama juga dimiliki oleh orang-orang yang lebih tertarik pada bisnis non-waralaba. Semuanya adalah tentang kecepatan; kecepatan untuk bisa terjun ke dalam sebuah bisnis dan menghasilkan keuntungan.

Coba Anda pikirkan sesuatu yang sederhana, seperti ponsel misalnya. Setiap 6 bulan selalu keluar seri terbaru, lebih canggih dan lebih menarik. Pengguna nyaris tidak punya waktu untuk membiasakan diri dengan ponsel yang mereka miliki saat ini, dan kemudian seri terbaru keluar, dan mereka harus membiasakan diri dengan ponsel terbaru mereka. Lagi.


Bisnis sekarang ini berjalan sangat cepat. Apakah Anda menjalankan bisnis Anda dengan cara yang sama persis dengan yang Anda lakukan tahun lalu? Atau, apakah Anda menawarkan layanan dan produk baru? Apakah Anda dituntut untuk kreatif, karena kondisi ekonomi semakin memburuk?

Jika Anda seorang pemilik bisnis non-franchise, mendatangkan ide-ide baru untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan produk memang sangat menantang, terutama ketika Anda masih dalam tahap awal dalam menjalankan bisnis Anda!

Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari kedua jenis model bisnis lainnya:
  • Bisnis franchise memiliki aturan yang sangat banyak dari mereka. Apakah Anda suka dengan 200 halaman manual operasional?
  • Bisnis non-franchise memiliki aturan, juga. Andalah yang membuat aturan-aturan tersebut.
  • Bisnis franchise memiliki rencana pemasaran dan periklanan khusus.
  • Bisnis non-franchise selalu mencoba hal yang baru dan berbeda, sampai mereka menemukan yang benar-benar cocok.
  • Bisnis franchise memiliki pemilik bisnis yang mempunyai jalan pikiran yang berbeda dengan Anda, dan Anda tidak bisa seenaknya mengaplikasikan ide-ide yang Anda miliki.
  • Bisnis non-franchise biasanya bekerja sendiri. Anda mungkin tidak akan berbicara dengan orang lain yang melakukan apa yang Anda lakukan, karena mereka adalah pesaing Anda.
  • Bisnis franchise berada di bawah kontrak. Kebanyakan pemilik waralaba menandatangani kontrak waralaba untuk kurun waktu 10 tahun. Di dalamnya, ada penjelasan mengenai kerjasama saling menguntungkan, lengkap dengan legalisasinya.
  • Bisnis non-franchise tidak memiliki banyak persyaratan hukum didalamnya. Pelaku usaha harus membayar pajak, menyimpan bontransaksi, dan mungkin memiliki beberapa kontrak dengan vendor dan/atau pemasok.
Ada perbedaan lain pastinya. Ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum Anda menjadi bos bagi diri Anda sendiri. Anda dapat memilih untuk berinvestasi dalam bisnis franchise, dan memiliki kemampuan untuk mendapatkan pasar dengan cepat, serta memiliki dukungan tim untuk membuat Anda lebih kompetitif.

Anda juga dapat memilih untuk menjadi entrepreneur dan memiliki lebih banyak kebebasan serta fleksibilitas. Satu hal yang pasti: jika Anda dapat menjadi bos bagi diri Anda sendiri, dan menjadi sukses, kepuasannya tentu akan jauh lebih terasa.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin..

Yang Harus Anda Pertimbangan Ketika Berinvestasi Pada Bisnis Franchise

memulai bisnis, tips, franchise makanan, franchise minuman
PELAKU UKM - Bisnis Franchise. Memulai bisnis baru memang penuh dengan ketidakpastian, terutama ketika bisnis yang dijalankan merupakan bisnis yang masih baru. Bagi banyak pelaku usaha, mereka menginginkan investasi yang mereka keluarkan itu aman dan menghasilkan tentunya. Untuk masalah ini, bisnis franchise adalah strategi cerdas untuk memulai sebuah bisnis, sekaligus menghindari dari kerugian dalam berinvestasi. Karena bisnis franchise umumnya sudah memiliki pijakan yang kuat pada pasar, maka para investor tinggal menjalankan aturan main dan mendulang keuntungan. Namun, ada faktor-faktor tertentu untuk mengevaluasi sebelum terjun ke dunia waralaba.

Investasi awal

Meski mudah, bisnis franchise ternyata tidak bisa dimiliki oleh setiap orang, karena memulai bicnis ini membutuhkan baik kekayaan aset pribadi dan juga dana cair. Untuk beberapa franchise unggulan ada yang membutuhkan modal awal hingga Rp.1 miliar, bahkan banyak juga yang lebih dari nominal itu adalah jumlah aset likuid minimal yang harus Anda miliki hanya untuk memenuhi syarat untuk memiliki bisnis franchise. Cari sebanyak mungkin informasi mengenai perusahaan franchise yang Anda inginkan secara menyeluruh supaya Anda bisa memahami ketentuan investasi mereka. Beberapa perusahaan ada yang lebih terbuka pada calon investor daripada yang lain. Manfaatkan jaringan Anda untuk mencari tahu mengenai hal ini, karena tentunya Anda akan memilih investasi Rp.500 uta daripada Rp.1 miliar bukan? Karena jika Anda memiiki dana Rp.1 miliar, maka Anda bisa membeli 2 franchise.

Basis pelanggan

Apa yang menjadi perhatian utama para investor ketika memilih sebuah bisnis franchise adalah basis pelanggan yang cukup. Jutaan orang mungkin sudah mencoba dan menjadi pelanggan setia pada sebuah restoran atau toko ritel, misalnya. Jika brand restoran atau toko ritel tersebut belum ada di daerah Anda, mungkin ini sebuah peluang bagi Anda untuk berinvestasi pada bisnis franchise mereka. Pada kota-kota atau daerah-daerah yang baru biasanya akan menyambut kehadiran bisnis franchise dengan tangan terbuka.


Standard Operational Procedure (SOP)

Anda mungkin memiliki beberapa ide besar untuk menambahkan beberapa produk atau mengubah tata letak bangunan setelah memulai bisnis franchise makanan, bisnis franchise minuman, ataupun bisnis franchise baju. Tapi Anda juga harus paham mengenai SOP (Standard Operational Procedure) bisnis franchise yang Anda jalani. Bisnis franchise menetapkan sebuah standar khusus mengenai tata letak serta penampilan di semua franchiser mereka. Baca seluruh aturan operasional mereka untuk memahami batasan-batasan Anda. Skema warna, seragam dan bahkan peralatan harus dibeli dan diimplementasikan seperti tercantum dalam peraturan korporasi. Mungkin ada sedikit ruang bagi Anda untuk menambahkan konsep ide Anda sendiri.

Biaya iklan rendah

Memasarkan sebuah bisnis adalah pekerjaan yang selalu full-time, dan memerlukan investasi yang tidak sedikit, terlebih untuk bisnis baru. Perusahaan franchise memiliki anggaran yang sangat besar untuk mengiklankan brand mereka. Sebagian dari investasi Anda juga digunakan untuk kampanye ini. Anda tidak ikut serta dalam mengurusi masalah ini, begitu juga dengan alokasi anggran, Anda tidak perlu memikirkan hal itu. Namun, diluar semua kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan franchise, jika Anda memiliki inisiatif pemasaran yang cukup cerdas, maka akan lebih banyak pelanggan bagi bisnis franchise Anda.

Persentase keuntungan

Bukan hanya investasi awal yang Anda butuhkan untuk memulai sebuah bisnis franchise. Anda juga harus membaca semua isi kontrak ketika Anda mendaftar ke perusahaan franchise, karena Anda juga harus membagi persentase keuntungan penjualan untuk korporasi mereka. Angka ini bervariasi, jadi konsultasikan dengan seorang akuntan untuk urusan ini. Jika persentase bagi hasilnya cukup adil, maka Anda siap untuk memulai bisnis franchse Anda.

Membangun kekayaan melalui bisnis franchise terkenal memang merupakan sebuah batu loncatan bagi banyak investor. Namun, Anda, bagaimanapun juga diwajibkan untuk mengurus beberapa hal terkait dengan masalah keuangan.

Terlepas dari tanggung jawab keuangan, Anda juga harus dituntut untuk kerja keras meskipun Anda telah mengambil keputusan untuk berinvestasi pada bisnis franchise.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin...

Saturday, November 8, 2014

Memilih Barcode Scanner yang Cocok Untuk Bisnis Anda

jenis barcode scanner
PELAKU UKM - Barcode Scanner. Kenyataannya adalah sangat sulit untuk memilih barcode scanner yang sempurna untuk kebutuhan setiap bisnis tertentu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi mengapa scanner yang digunakan itu "benar" untuk bisnis tertentu, dan memilih sebuah scanner yang dapat menguntungkan pada sebuah bisnis bukanlah perkara mudah. Format sistem barcode semua memiliki fungsi utama yang sama, tetapi beberapa sistem barcode memiliki keunggulan yang berbeda dibandingkan dengan sistem barcode lainnya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang barcode scanning dan sistem pencetakan yang berbeda-beda di pasaran saat ini, lihatlah informasi yang ditemukan di bawah ini. Banyak pemilik bisnis dan para pemimpin industri terkejut dengan betapa besar dampak sebuah format scanner yang benar pada suatu bisnis tertentu - terutama mengenai keseluruhan efisiensi, kekompakan, efektivitas, dan produktivitas.

Simaklah tiga skenario bisnis berikut untuk bisa memahami dengan lebih baik mengenai barcode scanner mana yang terbaik dalam menyediakan layanan yang dibutuhkan untuk bisnis tertentu. Pemilik usaha yang mendapati bisnis mereka sendiri tercermin dalam salah satu jenis usaha di bawah ini mungkin harus mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam kualitas scanning dan sistem pencetakan bacode.

tipe scanner barcode
Bisnis kecil : Scanner genggam

Pemilik bisnis kecil sangat memperhatikan dalam melakukan investasi awal untuk memperoleh hasil tinggi secepat mungkin. Format sistem barcode genggam ini cocok untuk pemilik bisnis yang menjalankan sistem finansial berimbang, dan yang pasti akan mendatangkan hasil yang positif, terutama dalam hal pelayanan cepat. Apa itu scanner genggam? Berikut ini adalah gambaran singkatnya :
  • Scanner genggam adalah perangkat genggam yang memiliki pegangan tunggal untuk pegangan dan bagian horizontal "shooter" untuk scanner.
  • Scanner genggam memiliki fungsi point-and-shoot. Untuk memindai item, pengguna hanya perlu membidik dan menarik pelatuk.
  • Jelas sekali bahwa scanner genggam cocok untuk bisnis yang tidak memiliki banyak waktu untuk pelatihan. Siapapun dapat menguasai scanner genggam dalam beberapa menit, siapa pun bisa.
  • Scanner genggam tersedia dalam format mobile untuk individu yang menghargai fleksibilitas dan mobilitas. Ucapkan selamat tinggal pada tali kusut.
tipe scanner barcode
Bisnis ritel : Scanner Presentasi

Bisnis ritel selalu menempatkan penekanan pada estetika, karena pembeli lebih tertarik pada toko yang cantik dan rapi dalam memajang dagangannya. Hal ini bisa sangat jelas terlihat ketika Anda berjalan-jalan di mall, terutama ketika melewati blok fashion. Scanner presentasi dirancang untuk ditempatkan di permukaan yang datar dan "terlihat cantik" meski sedang melakukan pekerjaan. Barang-barang eceran yang digesek di depan scanner akan cepat diproses tanpa waktu lama. Mereka yang menjalankan bisnis ritel dan paham akan nilai serta fungsi scanner ritel yang praktis dan juga estetis cukup menarik mungkin harus mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi pada scanner jenis ini:
  • Scanner presentasi mirip dengan scanner genggam. Perbedaannya, sistem barcode ini lebih sensitif pada gerakan. Ini berarti bahwa item tidak harus dengan hati-hati ditempatkan di depan scanner untuk mendengar "bip."
  • Scanner presentasi itu perangkat hands-free, yang memungkinkan individu untuk melakukan kegiatan lain yang tidak mungkin bisa dilakukan bila menggunakan bentuk-bentuk scanner lain.
  • Scanner presentasi yang cepat dan efektif, memungkinkan untuk memberi penekanan lebih pada layanan pelanggan.
tipe scanner barcode
Bisnis yang berorientasi pada detail : Scanner komputer mobile

Scanner komputer mobile salah satu sistem barcode scanning paling canggih yang ada di pasaran saat ini. Mereka yang peduli tentang bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan secara menyeluruh, cermat, dan efisien mungkin ingin tahu lebih lanjut mengenai manfaat dari scanner komputer mobile. Terdiri dari kedua komputer dan scanner dalam satu perangkat genggam, scanner komputer mobile cukup populer di kalangan bisnis yang membutuhkan pelacakan inventaris penting dan bentuk lain dari manajemen aset. Banyak scanner komputer mobile yang juga dipasang di pusat penyimpanan memori internal, yang memungkinkan informasi untuk disimpan di lokasi yang aman tanpa kerumitan berarti.

Manfaat lain dari scanner komputer mobile diantaranya :
  • Kemampuan untuk terhubung secara wi-fi memungkinkan untuk memiliki lebih banyak variasi dalam komunikasi
  • Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kompleks, seperti dokumentasi dll
  • Kemampuan untuk berfungsi secara nirkabel
Pemilik bisnis, manajer, dan para pemimpin industri yang mengidentifikasi bisnisanya dengan salah satu dari tiga model bisnis di atas mungkin ingin lebih mempertimbangkan pentingnya kualitas barcode scanning dan sistem pencetakan, terutama ketika produktivitas dan efisiensi bisnis dipertaruhkan. Dengan sedikit riset, pemilik bisnis secara memadai dapat dengan mengejutkan meningkatkan produktifitas usahanya dengan sistem barcode yang tepat - tidak peduli apa bentuk bisnisnya.

Semoga bermanfaat. Amin...


Tuesday, November 4, 2014

5 Pertanda Anda Harus Mulai Menggunakan Barcode

barcode, tips, usaha kecil
PELAKU UKM - Barcode. Pemilik usaha kecil biasanya dihadapkan dengan banyak sekali tantangan setiap hari. Mereka perlu untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, melayani semua segmen pembeli, menarik calon pelanggan baru, mengelola barang, mengontrol persediaan barang dan memaksimalkan margin keuntungan mereka. Untungnya, berbagai penemuan penting dalam bidang bisnis sekarang ini mampu membuat pelaku bisnis untuk bisa menyederhanakan cara bagaimana kita menjalankan bisnis. 

Dapatkah Anda membayangkan industri ritel beberapa dekade yang lalu, ketika sistem barcode yang ternyata penting bagi bisnis kita hanya dianggap fantasi belaka? Orang harus bekerja ekstra untuk sekedar melacak barang dagangan dan catatan laporan penjualan mereka. Mereka juga menjaga akurasi dan mencegah kesalahan yang terkait dengan entri data manual. 

Jika saat ini Anda sedang berusaha untuk melakukan upgrade atau membuka usaha baru Anda, berikut adalah lima tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ini akan menjadi langkah yang cerdas dan sangat perlu Anda lakukan. 

1. Anda harus mempercepat siklus penjualan Anda 

Entri data secara manual bisa sangat merepotkan; belum lagi fakta bahwa cara ini sangat memungkinkan untuk sejumlah kesalahan yang dapat mempengaruhi pelayanan Anda dan juga reputasi Anda. Menurut WikiHow, membaca 12 digit UPC (Universal Product Code) adalah proses yang cukup rumit yang memerlukan pengetahuan, pengalaman dan pemahaman yang tepat tentang dasar-dasar bar code. Anda mungkin masih menggunakan cara lama ini untuk mengesankan teman-teman Anda, namun, membaca dan memasukkan data entri secara manual tentu bukan ide yang bagus untuk masa sekarang ini, terutama jika toko Anda penuh sesak dan pelanggan Anda sudah menunggu lama dalam antrean untuk membayar barang dagangan Anda. 

Jika Anda perlu untuk mempercepat siklus penjualan Anda, mempertimbangkan untuk menerapkan sistem barcode dan membeli kit hardware yang akan mendukung upgrade ini. 

2. Anda harus mencari jalan untuk mengurangi waktu pelatihan karyawan 

Mengajarkan karyawan baru bagaimana cara memasukkan data barcode secara manual bisa sangat melelahkan dan memakan waktu. Di sisi lain, jika Anda sudah menggunakan sistem barcode dan scanner yang tepat, beban tersebut akan langsung hilang. Anda menunjukkan pada karyawan baru Anda bagaimana menggunakan scanner genggam hanya dalam hitungan beberapa menit; ditambah lagi, karyawan baru tidak perlu khawatir mengenai bagaimana supaya bisa memahami prosedur penetapan harga secara keseluruhan atau menganalisis aspek-aspek lain yang terkait dengan fase checkout. Barcode memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi bisnis Anda dan meminimalkan waktu pelatihan dan juga biaya. 

3. Anda sangat memperhatikan tingkat akurasi entri data Anda

Menurut studi terbaru, dilaporkan bahwa satu kesalahan manusia terjadi untuk setiap 300 karakter yang dimasukkan secara manual. Di sisi lain, scanner barcode modern hampir bebas dari kesalahan dan memastikan sebuah tingkat akurasi tertinggi, mengurangi kerugian, reputasi bersih dan keuntungan yang lebih besar. 

4. Anda mencari metode termurah untuk mengelola barang Anda

Barcode itu mudah dibuat, di-scan dan didata. Unsur-unsur kecil ini sangat penting sekarang ini, karena hampir setiap jenis barang yang Anda terima memiliki barcode. Pada dasarnya, sistem barcode memungkinkan pengguna untuk mengelola barang dagangan mereka dengan cepat, terjangkau, dan mudah. Menurut Scholarpedia, penerapan sistem barcode telah memungkinkan perusahaan ritel dan pengiriman untuk semakin berkembang menjadi lebih murah, lebih cepat dan lebih akurat dalam urusan entri data. 

5. Kontrol inventaris Anda kacau

Apakah Anda tahu berapa banyak barang yang keluar dan masuk gudang Anda setiap hari? Apakah Anda khawatir bahwa dengan tidak adanya strategi pengendalian inventaris yang solid Anda berurusan dengan banyak barang yang hilang/kasus pencurian? Dari sudut pandang ini, sistem barcode merupakan jawaban untuk semua permasalahan Anda. 

Menurut Chron Small Business, barcode mendukung pengendalian persediaan sempurna dan memungkinkan Anda untuk bisa melacak barang Anda kapan saja dan di mana saja. Begitu paket Anda tiba di gudang, Anda bisa mengirim pekerja Anda untuk mengatur produk di rak-rak dan memindainya. Kemudian, mereka bisa membandingkan catatan mereka dengan yang daftar barcode yang telah dipindai pada register. 

Seluruh proses tersebut sangat mudah dan bebas stress. Siapa yang mengira bahwa scanner dapat membantu Anda menghemat begitu banyak waktu, uang dan usaha dan juga bisa menyederhanakan operasional sehari-hari Anda sejauh ini? 

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin...

4 Hal Yang Harus Anda Tahu Sebelum Memulai Bisnis Anda

tips, memulai usaha, artikel bisnis
PELAKU UKM - Memulai Usaha. Harus diakui memang, bahwa ternyata masa-masa sulit adalah waktu yang terbaik untuk mendirikan bisnis Anda sendiri. Resesi mungkin telah memukul perekonomian secara keras, tapi situlah muncul bibit-bibit pengusaha baru. Sebuah generasi baru dari pekerja mandiri, yang didorong dengan sebuah visi yang tak terbendung dan juga keinginan yang tak terpuaskan untuk meraih keberhasilan, muncul untuk bersaing secara langsung dengan pesaing-pesaing mereka yang lebih besar. 

Sumber daya yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda sendiri saat ini jauh lebih mudah diakses, dan lebih mudah dipahami dan dipraktekkan daripada sebelumnya untuk membuat sebuah lompatan besar dan menjadi bos untk diri sendiri. Hal ini pula yang menyebabkan adanya persaingan yang juga semakin ketat. 

Jika Anda ingin berkembang, ada empat aspek penting yang harus Anda pertimbangkan, apakah itu mengenai pesaing Anda atau keuangan Anda sendiri, sebelum mengambil langkah pertama untuk memulai bisnis Anda sendiri. 

Berapa banyak yang Anda butuhkan untuk investasi awal

Yang paling penting yang perlu Anda ketahui sebelum Anda mulai adalah berapa banyak uang yang Anda miliki untuk berinvestasi dalam usaha Anda. 

Anda mungkin tidak mengeluarkan biaya besar untuk menjalankan bisnis Anda pada tahap-tahap awal, dan Anda mungkin punya sebuah ide yang bagus, tapi sayangnya ide yang bagus tidak selalu bisa mendatangkan keutungan dalam semalam. Anda harus mempertimbangkan mengenai brand image Anda dan juga bagaimana Anda membangunnya. 

Apakah Anda membutuhkan seseorang untuk membuat dan mengembangkan situs web Anda? Apakah Anda membayar untuk seua biaya legalitas dan juga tenaga profesionalnya? Ini semua juga termasuk beban yang harus Anda pikul dan Anda harus menyiapkan anggaran keuangan Anda sejak awal. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara mengelola semua pengeluaran Anda, ada jasa konsultasi yang memang dirancang khusus untuk membantu para profesional wiraswasta. 

Mengetahui semua biaya awal yang harus Anda siapkan akan memberi Anda kesempatan yang jauh lebih baik dalam membangun usaha yang berkelanjutan dalam jangka panjang. 

Mengetahui luar dalam pasar Anda

Cari tahu siapa pesaing utama Anda dan pelajari dengan seksama, bahkan sebelum Anda mencoba untuk memulai bisnis baru di pasar itu. Jika Anda ingin melampaui apa yang telah dicapai oleh kompetitor Anda, maka lakukanlah banyak riset pasar dan mengidentifikasi kelemahan kompetitor Anda. 

Apakah ada celah yang dapat Anda masuk ke dalam? Jika pasar memang sudah jenuh, maka itu artinya akan menjadi jauh lebih sulit untuk Anda nantinya. 

Dibutuhkan 2 tahun untuk membuat sebuah daftar kontak yang baik 

Permintaan untuk produk Anda mungkin tinggi, dan mungkin bisnis Anda mulai menemukan celah di pasaran, tetapi Anda harus ingat bahwa membangun sebuah brand akan memakan waktu. Koneksi dan jaringan sangat berarti sekarang ini, dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memasuki pasar baru biasanya akan memakan waktu lebih lama dari yang Anda perkirakan. 

Dibutuhkan waktu untuk membangun sebuah daftar kontak yang solid, membangun reputasi yang baik dan menghasilkan kepercayaan serta kesetiaan pelanggan. Jika Anda sedang bergerak di pasar yang relatif umum, mungkin Anda hanya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, tetapi Anda masih harus bisa membawa bisnis keluar lingkaran utama Anda. 

Berkonsentrasilah pada pemasaran Anda sejak awal, terutama dalam membangun merek Anda, dan Anda akan menemukan bahwa untuk mendapatkan kontak ke luar ternyata menjadi jauh lebih mudah. 

Pengusaha yang mencoba-coba di beberapa bisnis ternyata bisa lebih sukses 

Jika Anda tetap berpegang pada ide untuk tetap fokus pada satu bisnis, maka perusahaan Anda akan, 1) mungkin mati prematur, dan 2) Anda tidak harus menjadi seorang pengusaha. 

Bersiaplah untuk berpartisipasi dalam berbagai sektor bisnis ketika Anda pertama kali memulainya. Anda harus fasih dalam penjualan, pemasaran, keuangan, pengembangan produk, desain web dan bahkan pengiriman. Tidak hanya itu, tetapi Anda harus sanggup untuk memotivasi diri, terutama ketika Anda sedang down, karena Anda tidak memiliki bos yang mengingatkan Anda untuk tetap  fokus pada laporan keuangan ketika Anda lebih suka berkonsentrasi pada desain website. 

Arah bisnis Anda juga dapat berubah dari waktu ke waktu, dari apa yang awalnya Anda rencanakan menjadi apa yang pada akhirnya Anda lakukan. Meskipun mencoba beberapa peluang bisa membuat Anda rentan terhadap risiko, namun itu juga membuka pintu untuk sukses Anda. 

Singkatnya, pastikan Anda fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin..

Sunday, November 2, 2014

7 Penyebab Kegagalan Pebisnis Pemula

7 Penyebab Kegagalan Pebisnis Pemula
PELAKU UKM - Pebisnis Pemula. Sebuah perusahaan yang baru berdiri, yang masih dalam tahapa awal memang masih sangat rentan untuk gagal. Banyak faktor penyebab yang menjadi permasalahan, seperti masalah modal, produksi, pemasaran, SDM, dll.

Secara umum, ada beberapa hal yang menyebabkan perusahaan-perusahaan baru ini mengalami kegagalan. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Jiwa entrepreuneur mereka mati

Pengusaha pemula memang cenderung untuk menjadi sangat terfokus dan begitu sibuk dengan visi mereka sendiri, sehingga mereka sering kali kehilangan perspektif. Padahal sebenarnya perspektif adalah salah satu faktor kunci untuk mencari modal ventura dari perusahaan-perusahaan yang tahu target pasar Anda: merekalah yang akan memberikan umpan balik dan memvalidasi strategi Anda, dan pada akhirnya akan membantu dalam pengembangan perusahaan Anda.

Gagasan mereka tidak cukup unik memecahkan masalah besar

Dunia selalu berubah dari waktu ke waktu, begitu juga dengan persoalan dalam bisnis. Semakin banyak masalah yang harus diselesaikan. Untuk bisa menghadapi masalah besar, harus Anda selalu menyiapkan cara dan solusi yang jaug lebih baik daripada berbagai masalah yang akan datang dari luar sana. 

Mereka kehabisan uang tunai

Untuk setiap pemula yang mengelola sebuah perusahaan baru, ada puluhan, mungkin ratusan pelaku usaha yang kehabisan uang tunai dengan berbagai alasan: mereka tidak mau menjual sebagian asetnya, mereka tidak mengelola anggaran dengan benar, mereka tidak memperkirakan kapan akan mencapai BEP, tingkat pengeluaran mereka terlalu tinggi, atau mungkin kombinasi dari beberapa penyebab itu. 

Mereka lebih menciptakan konsep, bukan sebuah produk yang lengkap

Ide-ide dan penemuan memang selalu menarik, tapi konsumen dan pebisnis pada umumnya membeli produk yang lengkap dan benar-benar dapat digunakan.

Tim kerja tidak memiliki manajemen

Beberapa pelaku bisnis memang sulit untuk memahami bahwa setiap perusahaan pasti membutuhkan sebuah manajemen. Banyak dari mereka yang tumbang ketika strategi awal gagal. Ada juga yang menghasilkan uang dengan cepat namun tidak berkomitmen untuk bekerja siang dan malam dalam jangka panjang. Semua kembali ke masalah manajemen. Bahkan setiap VC pasti akan berinvestasi lebih untuk membangun sebuah tim manajemen.  

Perubahan pasar yang tak terduga

Pasar adalah fenomena yang kompleks yang sulit diprediksi. Sayangnya, beberapa pengusaha tidak berpikir ke depan.

Mereka mendapat nasihat buruk dari orang yang salah

Dengan semua topik pembicaraan mengenai kewirausahaan, kuantitas informasi memang mengalami peningkatan, namun secara kualitas justru turun. Itu artinya, banyak pengusaha mendapatkan banyak nasihat yang buruk dari sumber yang tidak memenuhi syarat.

Mungkin saran yang paling penting adalah, jika usaha Anda gagal, mungkin Anda harus menyempatkan waktu untuk memahami apa dan di mana letak kesalahannya. Itulah satu-satunya cara Anda akan meningkatkan peluang untuk memulai kembali. Mudah-mudahan daftar ini akan membantu Anda.

Semoga bermanfaat. Amin..

Thursday, October 30, 2014

Rahasia Sukses Dalam Bisnis - Menjaga Fokus Dalam Bisnis

tips, wirausaha, ide bisnis, fokus dalam berbisnis, fokusPELAKU UKM - Fokus Berbisnis. Bagi Anda yang tengah merintis sebuah bisnis, mungkin Anda mempunyai banyak sekali fokus yang Anda kejar dalam upaya Anda untuk membangun dan membuatnya bisa bertahan dan berkembang. Ada banyak hal memang yang diperlukan dalam membangun sebuah bisnis. Namun apa Anda tahu hal terpenting apa yang harus benar-benar Anda perhatikan?

Lalu apakah hal terpenting dalam dunia bisnis menurut Anda? Apakah modal uang, pemasaran yang hebat, kualitas produk atau layanan pelanggan yang memuaskan? Memang, tidak dipungkiri bahwa semua hal tersebut sangatlah penting. Tetapi bila kita berbicara mengenai bagaimana dalam meraih suksesnya sebuah bisnis maka jawabannya adalah fokus dalam berbisnis.

Banyak pelaku usaha menginginkan banyak hal untuk diraih saat menjalankan usahanya pertama kali. Namun tidak sedikit yang ujung-ujungnya justru berakhir dengan menutup dan menjual bisnisnya. Ini sering terjadi karena banyak pengusaha pemula yang melupakan hal utama, yakni FOKUS dalam menjalankan usahanya. Lalu bagaimana Anda yang masih tergolong pemula untuk bisa meningkatkan fokus dalam menjalankan usaha?

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan :

Menemukan Pokok Permasalahan

Setiap bisnis, apapun bentuk maupun skalanya pasti memiliki suatu masalah bagi pelakunya. Hal pertama yang selalu menjadi perhatian dari pelaku bisnis pemula maupun yang sudah lama adalah menemukan masalah tersebut lalu mencari solusi atas permasalahan tersebut. Masalah yang umum dialami biasanya berkaitan dengan masalah pemasaran, sedangkan dalam pelaksanaan pemasaran, tidak semua pelaku usaha mengetahui bagaimana solusinya.

Ada berbagai macam cara yang bisa Anda pilih untuk menyelesaikan masalah dalam usaha yang Anda jalani. Namun dalam menemukan masalah yang Anda alami, Anda bisa lakukan sebuah riset pasar. Cara ini terbukti sangat berguna untuk menemukan berbagai informasi mengenai target pasar Anda. Terlebih lagi sekarang melakukan riset pasar bisa dilakukan menggunakan internet, atau Anda juga bisa memilih untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen Anda.

Dengan melakukan riset ini, Anda akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasar atau konsumen Anda. Dengan berfokus pada hasil riset yang Anda lakukan tersebut, maka Anda akan lebih mudah mencapai keberhasilan.

Pelajari Pesaing Anda

Usaha yang Anda jalani tidak berjalan sendiri. Di luar sana ada banyak sekali pelaku usaha yang juga menawarkan produk ataupun jasa yang sama dengan apa yang Anda tawarkan. Mereka adalah para pesaing Anda. Dan, untuk bisa menjaga fokus dalam berbisnis, Anda juga harus tahu siapa dan seperti apa pesaing bisnis Anda. Hal ini perlu Anda lakukan untuk mengetahui pola bisnis yang mereka jalankan.

Bila pola bisnis yang mereka jalankan ternyata sama dengan yang Anda jalankan, Anda tidak perlu khawatir. Karena dengan mempelajari pola bisnis mereka, Anda bisa mengetahui juga di mana letak kekurangan mereka. Ini bisa Anda gunakan sebagai cerminan, supaya Anda bisa memperbaiki pola bisnis Anda sendiri dan pada akhirnya Anda bisa memberikan penawaran dan pelayanan yang lebih baik. Jika Anda berhasil dalam memperbaiki pola bisnis Anda, maka tentunya Anda akan bisa menarik lebih banyak konsumen.

Mempelajari Tahapan Bisnis Anda

Anda pelaku usaha pemula tentunya akan memikirkan model bisnis apa yang akan dipilih. Hal ini memang perlu dilakukan. Sebelum memulai sebuah usaha, memang Anda dituntut untuk lebih dulu mengetahui model bisnis yang akan Anda gunakan.

Setelah menemukan model bisnis yang cocok untuk Anda, maka Anda baru bisa melangkah pada tahap selanjutnya. Begitu juga setelah tahap selanjutnya selesai, Anda lanjut ke tahap selanjutnya secara bertahap dan sistematis.

Berkenaan mengenai fokus dalam berbisnis, adalah sangat pentng untuk bisa mempelajari tiap-tiap tahapan yang harus ditempuh dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian, Anda bisa tahu tujuan yang ingin Anda ingin capai terlebih dahulu.
Pada dasarnya, fokus dalam berbisnis adalah sama dengan membuat daftar prioritas. Untuk bisa melakukannya, Anda harus benar-benar paham mengenai bisnis yang Anda jalani. Karena, dengan demikian Anda akan jauh lebih mudah dalam menentukan langkah tepat untuk perusahaan Anda.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin..

Wednesday, October 29, 2014

Memenangkan Kesetiaan Pelanggan

kesetiaan pelanggan
PELAKU UKM - Kesetiaan Pelanggan. Pada "Era Konsumen" seperti sekarang membuat pembeli semakin mudah untuk mengakses dengan cepat mengenai informasi produk, harga, layanan yang dapat mempengaruhi keputusan akhir seseorang sebelum akhirnya membeli suatu produk. Akses informasi instan ini membuat konsumen bisa lebih bebas dalam berbelanja, dan pemilik bisnis harus bisa memahami dan mampu merespon dengan cepat kebutuhan konsumen ini jika ingin memenangkan kesetiaan pelanggannya.

Forrester Research mendapatkan sebuah hasil data yang menunjukkan bahwa interaksi antara brand dengan konsumen telah mengalami pergeseran dramatis selama 100 tahun terakhir. Pada awal pergantian abad dan selama beberapa dekade sebelumnya, Era Manufaktur (1900-1960) menunjukkan bahwa kekuasaan berada di tangan produsen. Sebagian besar di sebabkan karena adanya monopoli serta kurangnya informasi pasar yang diterima oleh konsumen. Tiga puluh tahun kemudian, mulai tampak adanya pergeseran kekuatan pasar di Era Distribusi (1960-1990), di mana distributor memiliki pengaruh lebih besar atas pembeli. Pada Era Informasi (1990-2010), dengan semakin mudahnya orang-orang untuk mendapatkan akses informasi tentang suatu produk, maka kondisi mulai berubah, di mana kontrol pasar ada di tangan pelanggan. Dan dalam beberapa tahun terakhir keseimbangan kekuatan telah bergeser ke Zaman Konsumen (2010-sekarang), yang memungkinkan pembeli untuk memiliki kontrol lebih luas lagi terhadap perilaku belanja mereka.

Jika pelaku usaha di Era Konsumen seperti sekarang ini tidak dengan sigap melakukan perbaikan dengan menyediakan apa yang dibutuhkan untuk menggaet pelanggan, seperti akses informasi yang lengkap mengenai produk, harga, juga ulasan-ulasan lainnya, maka kesetiaan pelanggan tantunya tidak akan pernah bisa didapat. Hal ini adalah sebuah kenyataan pahit yang memang harus dialami oleh para pelaku bisnis yang gagal dalam membaca situasi dan melakukan berbagai perbaikan dengan segera. Namun, banyak perusahaan yang inovatif juga mengakui bahwa peningkatan pola pasar seperti ini merupakan sebuah proses bagi pelaku bisnis untuk lebih memahami kebutuhan konsumen dalam rangka membangun dan membina hubungan jangka panjang untuk mendapatkan sebuah tingkat hubungan yang lebih kuat dari sekedar loyalitas pelanggan. 

Memahami Loyalitas Konsumen 

Saat ini, pelaku bisnis bisa memahami konsumen secara multidimensi dalam hal kecenderungan belanja mereka, keputusan belanja, serta faktor pemicu kesetiaan konsumen terhadap suatu produk. Munculnya sebuah manajemen konsumen, atau sebuah sistem strategis yang berguna untuk melacak, mengukur, dan mengoptimalkan loyalitas pelanggan, mampu membuat para pelaku bisnis untuk bisa lebih memahami keinginan dan keputusan konsumen mereka. Dengan sistem ini pelaku bisnis bisa secara efektif mengubah bentuk layanan serta promosi secara lebih baik.

Ketika konsumen sekarang ini bisa dengan bebas beralih pada suatu merek tertentu, tidak sedikit juga konsumen yang masih menuntut pengalaman belanja yang mampu memberikan kepuasan dan kenyamanan. Ada beberapa keuntungan besar yang ditawarkan oleh sistem manajemen konsumen untuk bisa mendorong pelanggan baru menjadi pelanggan setia, diantaranya :

Memperluas wawasan terhadap konsumen. Setelah mendapatkan berbagai pengalaman dengan pelanggan baik secara online, interaksi langsung, melalui telepon dan mungkin juga media sosial, pelaku bisnis bisa mendapatkan pandangan yang komprehensif mengenai solusi manajemen konsumennya, yang kemudian bisa memberikan wawasan lebih luas mengenai perilaku konsumen dan juga bagaimana pelaku bisnis bisa memberikan, membangun dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara konsisten di semua bidang. 

Pemahaman yang mendalam. Manajemen konsumen bisa memberikan pemahaman secara luas dan mendalam, juga terperinci pada kegiatan transaksional dan non-transaksional, termasuk perilaku belanja, interaksi sosial, dan keterlibatan kampanye promosi dari pelanggannya. Hal ini memungkinkan pelaku bisnis untuk memahami dan pada akhirnya mengarahkan pelanggan untuk membangun afinitas dan loyalitas. 

Akses real-time. Ketika tren dan kecenderungan konsumen mengalami pergeseran, pelaku bisnis bisa membaca dan bereaksi terhadap perubahan ini secara langsung, memberikan dampak yang kuat pada konsumen dengan menyediakan apa yang mereka inginkan ketika mereka menginginkannya. 

Dampak dan Pengaruhnya

Jika manajemen konsumen strategis lebih fokus pada konsumen untuk memberikan apa yang mereka inginkan dan membangun loyalitas, pendekatan terhadap wawasan pelanggan yang kuat juga memungkinkan pelaku bisnis untuk meningkatkan strategi program loyalitas mereka. Alih-alih menyerah pada kondisi pasar, program ini mampu meningkatkan penjualan dan, mungkin yang paling penting, membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. 

Para pelaku bisnis menyadari bahwa dalam jangka pendek, promosi non-strategis tidak bisa membangun afinitas ataupun mempertahankan bisnis. Sebaliknya, membangun loyalitas pelanggan bisa dicapai melalui pemahaman yang mendalam terhadap konsumen, hingga perencanaan mengenai bagaimana cara yang tepat guna memberikan pengalaman belanja pada konsumen, yang dimulai dengan mendengarkan keinginan mereka dan memahami tindakan mereka. 

Hasil Akhir 

Meski dengan segala kemajuan dalam manajemen konsumen, pelaku bisnis tetap ditantang untuk membuat sebuah perubahan orientasi bisnis dari bisnis yang fokus pada produk menjadi bisnis yang berorientasi pada konsumen. Walaupun dengan mengandalkan data-data yang dimiliki dapat membantu dalam membangun fokus pelanggan, penggunaan metode tradisional antara operasional lapangan, teknologi dan pemasaran efektif sangat penting dalam membuat sebuah perubahan sepenuhnya. 

Hal ini mungkin memang tidak mudah, namun tetap masih dicapai secara lebih efektif dengan menggunakan platform manajemen konsumen yang terfokus pada pemenuhan kebutuhan masing-masing kelompok di seluruh segmen pelanggan, baik online, maupun pembeli langsung. 

Banyak pelaku bisnis menyadari bahwa konsumen saat ini tidak hanya berpeluang menjadi pelanggan, tapi bisa memberi dampak baik bagi bisnis mereka. Namun, ini hanya dapat dicapai dengan pemahaman konsumen berdasarkan pada perilaku pelanggan. Para pelaku bisnis ini juga melihat bahwa pemahaman yang mendalam mengenai konsumen ini melalui kegiatan belanja, loyalitas dan interaksi mereka dapat meningkatkan bisnis mereka dengan meningkatkan afinitas, mendorong loyalitas dan pada akhirnya akan meningkatkan penjualan.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin...

Thursday, October 16, 2014

BRI Syariah - Selamat Tinggal "Gratisan"

PELAKU UKM. Untuk sebagian dari Anda yang mempunyai rekening tabungan di BRI Syariah mungkin sudah merasa nyaman dengan layanan serba gratis. Ini karena BRI Syariah memang selama ini memberikan layanan gratis untuk hampir semua transaksi perbankan nasabahnya. Mulai dari gratis biaya bulanan, hingga semua transaksi ATM.

Kelebihan lainnya adalah fasilitas gratis transaksi ATM ini berlaku untuk semua transaksi ATM hampir di semua provider jaringan ATM di Indonesia. Ini artinya bahwa Anda bisa melakukan transaksi ATM menggunakan ATM dari bank manapun juga, gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Sebuah penawaran yang menggiurkan bukan? Terlebih dengan meggunakan nama "Syariah", tentu hal ini akan memberikan ketenangan bagi para nasabah yang beragama Islam.

Di tengah maraknya bermunculan bank-bank syariah di Indonesia, BRI Syariah ini memang bisa dibilang memiliki banyak fasilitas transaksi perbankan yang menarik, terutama dari sisi "gratis", yang tentunya ini menarik bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi.

Namun berbagai fasilitas gratis tersebut nampaknya harus hilang, setidaknya untuk beberapa fasilitas gratis tentunya. Anda masih bisa menikmati fasilitas "gratis" itu, namun kali ini tidak seperti dulu.

Informasi resmi dari BRI Syariah, bahwa terhitung mulai 10 November 2014, beberapa fasilitas gratis tersebut akan dikurangi untuk beberapa jenis transaksi, dan juga disesuaikan untuk beberapa ketentuan administratif lainnya.

Apa saja ketentuan-ketentuan baru itu? Anda bisa simak pada gambar di wabah ini

Fasilitas BRI Syariah



Memulai Usaha Dengan Keluarga/Teman - Bagaimana Menjaga Profesionalisme Anda

bisnis keluarga
PELAKU UKM. Dari begitu banyak peluang usaha yang bisa Anda jadikan pilihan, apapun peluang usaha yang Anda pilih pada akhirnya baik itu peluang usaha rumahan maupun , mungkin tidak sedikit diantara Anda yang memilih untuk memulai usaha bersama keluarga atau teman Anda.

Pilihan ini biasanya diambil karena atas dasar pertimbangan modal, pengalaman, dan SDM. Umumnya, Anda akan lebih sering bersama dengan rekan usaha Anda ketimbang dengan orang lain, jadi sangat wajar jika Anda memilih untuk bekerja membangun usaha dengan orang yang Anda suka, bisa Anda percaya, dan Anda hormati. Dan biasanya, partner yang Anda pilih berasal dari keluarga ataupun teman Anda sendiri. Namun, seperti layaknya sebuah pernikahan, sebelum Anda memutuskan untuk menjalin hubungan usaha dengan orang-orang tersebut, Anda harus yakin akan bisa mengatasi semua persoalan yang kelak akan datang pada usaha bersama Anda.

Memulai sebuah usaha dengan anggota keluarga atau teman ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Anda harus menjalin sebuah hubungan usaha di mana anda harus tetap membuka mata Anda dan terus berpikir positif. Hal ini dikarenakan bahwa Anda akan terus bersama dengan orang ini memalui masa sulit dan masa senang, masa di mana usaha yang Anda rintis bersama orang ini tidak selalu mengalami kejayaan. Dan Anda harus sadar dan mengetahui bahwa Anda harus mempertahankan usaha yang sedang di rilis.

Lalu bagaimana Anda bisa melakukannya? Sebab, berbeda dengan berbisnis dengan orang lain, sebuah jalinan kerja dengan anggota keluarga atau teman memiliki atmosfer yang lain dari yang lain. Hal terbaik apa yang bisa Anda lakukan?

Hal paling utama

Anda harus membuat sebuah ketetapan mengenai arah tujuan usaha Anda, kemana arahnya, bagaimana mencapainya, dan siapa yang mengerjakan apa. Ini adalah sebuah usaha, terlebih lagi jika masih merintis dari awal. Sebuah ketegasan sangat perlu Anda tetapkan.

Tentukan juga mengenai aturan dasar mengenai hal-hal kecil, seperti misalnya bagaimana jika salah seorang nantinya tidak bisa datang ke kantor karena sakit atau mengambil libur. Kasus-kasus sepele seperti ini kadang bisa berujung konflik jika tidak segera dibuatkan sebuah ketetapan.

Menentukan kepemilikan

Dalam suatu perusahaan, bahkan pada usaha keluarga sekalipun, biasanya memiliki perbedaan dalam keterlibatan dalam uaha bersangkutan. Tentukan berapa jumlah persentase yang dimiliki. Mungkin Anda bisa membagi rata 50/50. Namun ini sangat tidak disarankan, karena pada kenyataannya, mungkin hanya salah satu saja yang bekerja secara full time, dan yang satu lagi hanya part time. Iya bukan?

Tentukan segera.

Buat sebuah kontrak kerja

Anda harus membuat sebuah kontrak kerja yang menjelaskan mengenai siapa yang bertanggung jawab pada apa, seberapa besar jumlah persentase kepemilikan seseorang, ketentuan jika salah satu dari Anda memutuskan untuk keluar dari kerja sama usaha itu, lalu bagaimana memecahkan konflik jika nantinya terdapat masalah di kemudian hari, dll.

Buat sebuah kontrak kerja yang resmi dan memiliki kekuatan hukum.

Demikian.
Semoga bermanfaat.

Wednesday, October 15, 2014

Bagaimana Memenangkan Hati Pelanggan Restoran Anda

pelayanan pelanggan
PELAKU UKM. Setiap pengunjung dengan mudah akan bisa melihat bagaimana pramusaji di sebuah restoran berjalan hilir mudik dari meja tamu yang satu ke meja lainnya. Bila ada tamu yang mengajak bicara atau menanyaka sesuatu, mereka berhenti sejenak untuk melayani dan menjawab, setelah itu meninggalkan meja tersebut dan mengerjakan tugas lainnya.

Dibelakang pintu kaca, berdiri seorang pramusaji yang siap membukakan pintu bagi tamu restoran yang akan masuk. Ia akan menyalami tamu yang masuk seraya menanyakan jumlah orang yang akan bersantap bersama dan apakah diantara tamu yang datang akan merokok, selanjutnya akan menunjuk ke sebuah meja seolah memang sudah disiapkan untuk tamu dan rombongan tersebut.

Tidak lama setelah tamu duduk di meja masing-masing, seorang pramusaji membawa daftar menu untuk mendapatkan pesanan dari setiap tamu yang baru datang tadi. Salah satu ciri khas mereka yang lain adalah cepat dalam berbicara. Ini karena mereka memang terbiasa bekerja dengan tempo tinggi.

Setelah pesanan datang, biasanya pramusaji pergi dan tidak akan mengganggu suasana makan para tamu kecuali mereka dipanggil untuk dimintai bantuannya. Setelah semua tamu selesai makan, seorang pramusaji akan menawarkan untuk membereskan piring-piring dan perlengkapan makan lainnya.

Efisien

Sampai di sini mungkin tidak ada yang aneh dari cerita di atas jika dibandingkan dengan pada umumnya sebuah restoran dioperasikan, bukan begitu? Yang menarik adalah pada aspek pengelolaan restoran ini yang sangat efisien dan sekaligus mendidik serta bisa mengembangkan para karyawannya.

Setiap pagi sebelum jam operasi, kita bisa melihat para pramusaji ini membersihkan jendela, pintu kaca dan seputaran area restoran baik di luar maupun di dalam restoran, juga meja dan kursi. Para pramusaji bertanggung jawab atas kebersihan dan pembersihan restoran sejak persiapan di pagi hari sampai dengan selesainya jam operasi di malam hari.

Mereka yang melakukan pembersihan pada semua bagian dari restoran itu sejak pagi, dan mereka berkewajiban untuk memelihara kebersihan tersebut sepanjang jam operasi. Setiap pramusaji terlibat di dalam usaha mengupayakan kebersihan dan kerapihan restoran. Lama-kelamaan terbentuklah kebiasaan hidup bersih dan mencintai kebersihan.

Tidak ada istilah "bagian kebersihan" atau cleaning service. UNtuk pemeliharaan kebersihan dan ketersediaan perlengkapan urinoar, secara berkala setiap pramusaji mendapat giliran untuk membersihkannya. Begitu pula alat makan yang ditinggalkan oleh para tamu, pembersihan dan perapihannya dilakukan oleh pramusaji yang sama sejak penerimaan pesanan dari meja tersebut.

Segala keluhan atas kebersihan restoran baik dari para tamu maupun dari manajemen restoran, merupakan penilaian langsung kepada setiap pramusaji. Tidak ada pihak yang bisa dipersalahkan lagi. Tidak ada juga jabatan portir di restoran ini, yang tugasnya hanya membukakan pintu saja, membersihkan lantai saja. Semua orang terlibat dalam kegiatan operasional.

Menyenangkan

Dengan menggunaka n seragam yang sama, tidak tampak ada perbedaan antara pramusaji yang satu degan lainnya. Mereka bergerak lincah kesana-kemarimengerjakan tugas mereka dengan langkah kecil setengah berlari, namun dengan sikap penuh riang. Meski mempertimbangkan jam kerja masing-masing pramusaji yang cukup panjang, pramusaji-pramusaji ini sama sekali tidak menunjukkan wajah letih dan lelah. Yang terlihat adalah ketulusan sikap untuk melayani setiap pelanggan.

Dengan perumusan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang jelas dan mengacu pada sasaran perusahaan, melalui pembagian tugas yang dibuat dan diselenggarakan secara kolektif, dan melalui pembiasaan yang disupervisi secara baik, terbentuklah sikap kerja yang saling mengisi diantara pramusaji. Setiap orang berusaha memberikan kontribusi pada tugas dan sasaran kelompok. Keberhasilan kelompok kemudian dinikmati sebagai keberhasilan individu. Begitulah visi pegelolaan restoran ini, paling tidak dari pengamatan dari luar.

Pelatihan

Apa yang terjadi pada cerita di atas tidak tejadi dengan sendirinya. Seorang pramusaji baru harus dilatih dan disupervisi secara ketat untuk bisa secepatnya membawa dirinya ke dalam komunitas karyawan yang memiliki etos kerja yang tinggi. Sasaran pelatihan yang diselenggarakan ditujukan pada peningkatan kualitas pelayanan melalui pembentukan kebiasaan kerja yang mendukung kepuasan pelanggan, yakni ketulusan, kecepatan, dan kebersihan.

Pelatihan tidak hanya memberikan teori di dalam kelas, dibutuhkan banyak sekali praktek di tempat kerja sambil diberikan umpan balik kepada setiap pramusaji tentang hal-hal baik yang sudah dicapainya juga sebaliknya. Pelatihan yang baik selain akan meningkatkan kemampuan kerja, juga akan berpengaruh positif pada pembentukan sikap hidup karyawan.

Konklusi

Kepuasan pelanggan sering didekati oleh perusahaan, terutama perusahaan bidang jasa dengan menyediakan fasilitas lengkap dan mewah. Meskipun terkadang hal itu cukup mendukung, namun jauh lebih penting meskipun sulit adalah melatih dan membentuk sikap melayani yang didasari ketulusan. Dengan sikap ketulusan sikap inilah kerja sama serta suasana kerja yang menyenangkan dapat dibentuk.Pelanggan akan sagat terkesan dan menikmati suasana seperti ini. Kehadiran karyawan memberikan rasa senang, percaya, dan nikmat.

Semoga bermanfaat. Amin..

Monday, October 13, 2014

Seni Mengatur Tabungan

mengatur tabungan
PELAKU UKM. Rasanya hampir setiap orang saat ini mempunyai tabungan. Tidak lagi menyimpan uang di bawah bantal. YAng membedakan cuma jumlah uang yang ditabung dan pilihan bank-nya. Sekarang ini ada banyak sekali bank di Indonesia, baik itu bank pemerintah, bank swasta nasional, bank swasta lokal, sampai bank daerah.

Pesoalan yang mendasar sebenarnya adalah bukan pada bagaimana memilih bank, tapi bagaimana mengatur tabungan itu sendiri agar memberikan manfaat pada pemiliknya. Pengaturan tersebut bukan hanya pada jumlah dana, tapi juga bagaimana dan kapan menarik atau menyimpan dana serta pola penggunaannya.

Ini penting, karena jika sekedar menempatkan dana dalam tabungan tetapi setiap saat ditarik, maka tidak ada bedanya dengan menempatkan uang dalam dompet. Fungsi dasar tabungan sebenarnya adalah dana untuk berjaga-jaga. Ini yang membedakan tabungan dengan deposito berjangka atau surat berharga, juga bentuk investasi perbankan lainnya. Jadi, tabungan tidak sepenuhnya merupakan investasi, karena investasi lazimnya memiliki jangka waktu serta imbal balik hasil yang diharapkan.

Deposito berjangka misalnya, bisa berjangka waktu 6 bulan atau 1 tahun. Tingkat bunganya juga lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Jika deposito ditarik sebelum jatuh tempo, pemilik dana akan terkena penalti. Hal itu tidak berlaku bagi tabungan. Seperti iklan minuman ringan, tabungan bisa ditarik kapan saja dan di mana saja. Itu sebabnya tabungan tidak memenuhi kriteria sebagai alat investasi.

Di samping itu, sesuai dengan kaidah keuangan, penghasilan seseorang akan dialokasikan untuk konsumsi, tabungan, invstasi, dan proteksi. Agar tabungan tidak sekedar menjadi cadangan bagi belanja konsumsi, tabungan juga harus dipilah menjadi tabungan untuk dana berjaga-jaga, dan tabungan untuk konsumsi.

Berjaga-jaga

Tabungan untuk berjaga-jaga peruntukannya untuk hal-hal tidak terduga, seperti biaya ke dokter, kado perkawian, dan segala kebutuhan yang tidak rutin lainnya. Jadi, setiap Anda gajian, harus ada sekian persen yang dimasukkan ke dalam tabungan untuk berjaga-jaga.

Manfaatnya, jika dalam bulan bersangkutan dana pada tabungan teersebut tidak terpakai, maka Anda telah memiliki dana untuk Anda gunakan sebagai dana investasi. Sebagai contoh, katakanlah Anda mengalokasikan 30% dari penghasilan untuk investasi, tetapi karena ada sisa tabungan berjaga-jaga yang tidak terpakai misalnya 5% dari penghasilan, maka Anda bisa menambahkannya ke dalam alokasi dana investasi sehingga menjadi 35%.

Lalu bagaimana dengan tabungan yang diperuntukkan untuk konsumsi? Tabungan untukkonsumsi sebenarnya hanyalah cara untuk memudahkan pengelolaan uang bulanan. Daripada memasukkan semua dana ke dalam dompet yang bukan saja tidak aman, tetapi juga tidak praktis. Alasannya, Anda tidak akan menghabiskan anggaran satu bulan dalam satu hari dan tidak juga semua transaksi mesti dilakukan dengan uang tunai.

Dengan latar belakang pemikiran tersebut, Anda boleh mempertimbangkan membiarkan tabungan konsumsi tetap berada di bank. Lalu bagaimana Anda harus membayar ketika belanja?

Sebagaimana prinsip pengelolaan keuangan, kebutuhan belanja rutin tentunya sudah diketahui sejak awal dan mungkin Anda juga sudah memiliki catatan belanja barang yang boleh dilakukan setiap bulannya. Dalam melakukan transaksi tersebut, bisa saja Anda menggunakan kartu kredit, lalu Anda lunasi dengan mengambil dana yang ada di tabungan tiap kali datang tagihan. Dengan cara itu, Anda juga lebih mudah mengevaluasi pengeluaran Anda.

Untuk pengeluaran lain, seperti membeli bensin atau ongkos transportasi dan uang saku harian, Anda bisa menempatkannya di dompet. Pertanyaannya, berapa banyak tabungan mesti diambil? Seberapa sering? Yang lazim, uang tunai yang Anda pegang, baik itu di dompet atau yang Anda simpan di tempat lain, peruntukannya tdak lebih dari penggunaan biaya transportasi, makan, dan hal lain yang merupakan kebutuhan rutin mendasar, maksimal selama seminggu. Lebih dari seminggu, uang tunai yang Anda pegang akan cukup besar dan Anda berpeluang membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak direncanakan. Selain itu, dengan uang tunai berlebih Anda juga beresiko kehilangan uang, misalnya dompet Anda hilang, dll.

Disiplin

dai ulasan di atas, jelas tabungan memang bukan alat investasi, melainkan hanya untuk berjaga-jaga, dan tempat sementara menyimpan dana sebelum dipergunakan untuk membiayai konsumsi. Keberhasilan mengelola tabungan akan sangat bergantung pada bagaimana Anda mendisiplinkan diri untuk konsisten pada pola yang telah Anda buat. Kuncinya bukan pada pola atau rencana yang Anda susun, melainkan pada implementasinya.

Jika mampu mengimplementasikan rencana Anda, maka hal yang sama juga akan mampu Anda terapkan untuk investasi lain. Misalnya, tidak menarik deposito berjangka sebelum jatuh tempo, menempatkan sebagian dana untuk membeli saham dan tidak tergoda menjual ketika Anda ingin membeli barang lain.

Sekali lagi, memahami pengelolaan tabungan yang optimal hanyalah satu hal. Hal lainnya kembali berpulang pada diri Anda sendiri.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin..

Mengelola Uang Dengan Logika

Mengelola Uang
PELAKU UKM. "Uang tidak pernah cukup". Ungkapan semacam ini sering kita dengar pastinya. Coba kita lihat diri kita sendiri atau orang-orang yang kita kenal. Apa Anda sudah puas dengan gaji yang mungkin sudah sekian kali lipat dibanding dengan gaji 10 tahun silam?

walaupun sebagian dari kita mungkin mengatakan kondisi sekarang sudah lebih baik, tapi jika dilakukan survey untuk mencari jawaban tersebut, bisa dipastikan kebanyakan responden akan mengatakan mereka masih terus berupaya untuk meningkatkan penghaslan, karena tingkat kepuasan belum terpenuhi. Padahal, tingkat kepuasan sebenarnya seperti langit, batasannya sesungguhnya ada di benak kita masing-masing, bukan pada realitas yang bersifat relatif.

Pada gilirannya, ketika ternyata kita keliru memaknai uang, yang terjadi adalah "pen-dewa-an" terhadap uang. Demi uang orang rela korupsi, manipulasi, atau bahkan merugikan orang lain. Uang kemudian menjadi ideologi yang kemudian menghilangkan makna manusia.

Pertanyaannya, apakah selama ini Anda menganggap uang itu segalanya? Apakah Anda akan bertahan dengan paradigma seperti itu? Jika iya, maka mungkin Anda tidak perlu lagi meneruskan untuk membaca artikel ini, karena akan percuma. Jika Anda merasa hal semacam itu sama sekali tidak sesuai dengan makna hidup, silahkan Anda lanjutkan membaca dan kita diskusikan bagaimana sebenarnya makna uang dalam hidup, serta bagaimana memperlakukan uang secara wajar. Intinya, bagaimana kita mengelola uang dengan logika untuk mencapai tujuan keuangan demo memperoleh manfaat dan fungsi dari tujuan keuangan itu sendiri.

Misalnya, kita membutuhkan makan, supaya kita tidak lapar. Kita membutuhkan rumah untuk berteduh. Kita butuh kendaraan untuk bepergian. Pendeknya, semi=ua memiliki fungsi masing-masing dan itu sebabnya hal-hal tersebut kita jadikan sebagai tujuan keuangan.

Sebatas alat

Ketika hal itu dikaitkan dengan fungsi uang, maka uang hanyalah sebatas alat untuk melakukan transaksi. Anda mencari uang sebagai upaya mencapai tujuan keuangan. Misalnya, tujuan keuangan Anda membeli mobil sebagai alat transportasi, lalu Anda mengumpukan uang, mobil terbeli, tujuan keuangan tercapai. Konkretnya, Anda menjadikan mobil sebagai tujuan keuangan karena fungsi mobil sebagai alat transportasi.

Mungkin Anda mau mobil yang lebih bagus yang bisa memberikan keamanan dan kenyamanan. Silahkan saja. Tetapi, jangan lupa, tujuan anda memiliki mobil adalah fungsinya sebagai alat transportasi.

Masalahnya, ketika tujuan keuangan Anda memiliki mobil sudah terpenuhi, apakah kemudian Anda berhenti berkeinginan menambah mobil atau mengganti mobil meski mobil yang sudah Anda beli masih berfungsi dengan baik?

Boleh jadi Anda masih menyimpan keinginan memiliki mobil kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Kenapa begitu? Karena yang menjadi tujuan Anda membeli mobil berikutnya bulanlah fungsi, tetapi mencari nilai lain, termasuk memuaskan keinginan semata-mata atau mencari gengsi. Padahal, gengsi itu hanya ada di dalam persepsi diri Anda sendiri. Orang lain mungkin beranggapan biasa-biasa saja.

Umpamakan Anda membeli rumah mewah. Tetangga anda mungkin kagum, tetapi bagi orang-orang yang memiliki lebih banyak akan menganggap Anda biasa saja. Lebih dari itu, jika memang tetangga Anda kagum, lalu apa? Lalu jika tidak kagum juga kenapa? Toh tidak kenapa-kenapa. Artinya, apakah Anda memiliki mobil mewah atau tidak, hakikat kepemilikan itu bukan pada orang lain, tetapi pada persepsi Anda sendiri.

Ketika Anda berada pada kondisi tersebut, berarti yang mendorong Anda mencapai keinginan bukan lagi logika, tetapi sudah memasuki area nafsu. Umumnya, ketika keinginan berdasarkan nafsu tidak dikelola dengan logika, akhirnya akan berujung pada hidup yang tidak nyaman. Misalnya, karena dorongan yang begitu kuat, mulai muncul keinginan untuk memperoleh uang dengan cara tidak halal.

Maknanya, semua keinginanyang hendak dipenuhi seharusnya disesuaikan dengan asas manfaat. Jika manfaat berkurang, maka sebanyak apapun uang yang anda miliki dan apapun yang Anda beli dengan uang itu, akhirnya menjadi tidak berfungsi.

Cukup

Moral dari paparan di atas sebenarnya sangat sederhana. Tidak benar bahwa uang yang kita miliki tidak pernah cukup. Berapapun kecilnya uang di saku atau di tabungan, pada dasarnya cukup. YAng membuat uang itu tidak cukup adalah persepsi dan keinginan kita terhadap banyak hal yang terkadang melewati batas fungsi dan kemudian menjadi tidak berdasarkan logika.

Agar tidak terjebak pada hilangnya makna hidup, maka ketika mencari uang, mestinya didasari dulu oleh pertanyaan apa tujuan anda mencari uang? Anda keliru jika sekadar mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya sebab uang yang banyak pun belum tentu memberikan manfaat.

Yang benar, uang hanya alat tukar dalam rangka memperoleh tujuan keuangan. Tujuan keuangan itu sendiri mesti didasarkan atas fungsinya, dan menafsirkan fungsi berarti menggunakan logika. Ringkasnya, keberhasilan mengelola uang sebenarnya adalah ketika Anda mempu melandasinya dengan logika.

Demikian.
Semoga bermanfaat. Amin..