Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

Monday, August 18, 2014

Peluang Kemasan Rokok Isi Ulang

kemasan rokok
PELAKU UKM. Semua setuju bahwa rokok bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Telah banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai lembaga juga masyarakat, pemerintah juga organisasi internasional untuk terus menekan pertambahan jumlah perokok aktif di dunia, mulai dari berbagai kampanye kesehatan, peraturan pembatasan penayangan iklan rokok, pencantuman mengenai bahaya rokok pada kemasan rokok, dan banyak lag upaya-upaya lainnya.

Yang paling baru dalam beberapa minggu terakhir di Indonesia adalah mengenai desain baru kemasan rokok di Indonesia yang menampilkan beberapa gambar yang cukup menggugah mengenai bahaya merokok. Rupanya desain baru pada kemasan rokok ini mendapat reaksi yang berbeda dari para penikmat rokok. ada yang menanggapi secara biasa-biasa saja, namun tidak sedikit pula yang merasa risih, karena memang desainnya menampilkan dampak buruk rokok secara vulgar.

Dengan mulai dipasarkannya desain kemasan rokok yang baru tersebut, dampaknya juga terasa hingga ke penjual ecera. Mereka mengaku bahwa omset penjualan rokok secara bungkusan sedikit menurun, namun penjualan ketengan (batangan mengalami kenaikan. Besar kemungkinan para perokok ini ingin tetap menikmati rokok tanpa harus "terganggu" dengan berbagai gambar yang terdapat pada kemasan rokok.

Menanggapi fenomena ini, produsen-produsen rokok kemudian mencoba mencari cara untuk mempertahankan knsumen mereka. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan berbagai edisi spesial dari produk-produk rokok dengan kemasan spesial yang bisa diisi ulang. Kemasan berbentuk kotak seukuran bungkus rokok yang bila rokok telah habis, konsumen bisa membeli rokok lagi dan memindahkan isinya ke bungkus "edisi spesial" tadi, sehingga terhindar dari "gangguan" berbagai gambar yang terdapat pada bungkus rokok.

Tapi, produsen rokok tidak bisa terus menerus menerbitkan edisi-edisi khusus ini, karena sesuai namanya, itu adalah edisi khusus, jadi produksinya akan dibatasi, meskipun permintaan pasar sangat tinggi. Ini bisa menjadi sebuah peluang bagi Anda yang memiliki kreatifitas dengan memproduksi kemasan rokok isi ulang.

Sebelumnya memang sudah banyak pengerajin kemasan rokok isi ulang yang memasarkan produknya. Tapi dengan adanya pemberlakuan kebijakan baru mengenai kemasan rokok yang baru ini, maka kemungkinan akan banjir permintaan kemasan bungkus rokok isis ulang ini akan terjadi. Dengan bahan baku yang cukup sederhana seperti kayu papan tipis, lem kayu, dan kreatifitas, Anda akan bisa masuk kedalam bisnis ini.

Semoga bermanfaat. Amin..


Monday, June 9, 2014

Wisata Backpacker - Bisnis Wisata Daerah Untuk Anak Daerah

wisata backpacker
PELAKU UKM. Bisnis wisata sekarang ini semakin banyak dan beragam. Mulai dari wisata eksklusif dengan berbagai fasilitas pendukung bagi wisatawan selama dalam perjalanan hingga kembali pulang. Tapi ada satu jenis wisata yang jarang bahkan mungkin bisa dibilang belum ada di Indonesia, yakni paket wisata ala backpacker.

Istilah backpacker memang baru dikenal di Indonesia beberapa tahun belakangan. Backpacker dikenal sebagai cara bepergian dengan budget minim, jadi semua pengeluaran selama bepergian ditekan sedemikian rupa sehingga hanya mengeluarkan budget lebih kecil dari biasanya. Hal ini bisa ditempuh misalnya dengan menggunakan sarana transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan sendiri atau menyewa, menginap di losmen yang lebih murah ketimbang hotel.


Mungkin terkesan ekstrim, namun untuk beberapa kalangan wisatawan, berwisata dengan cara ini justru dinilai lebih bisa menyajikan pengalaman yang lebih menarik ketimbang berwisata dengan cara biasa. Berwisata dengan cara lama cenderung hanya menjual objek wisata tertentu sebagai daya tarik. Wisatawan hanya bisa menikmati objek wisata yang menjadi tujuan wisata yang dipilihnya. Tidak ada pengalaman yang didapat selama perjalanan. Padahal justru masa perjalanan itulah yang paling menarik dalam sebuah kunjungan wisata, dan hal itu bisa didapat dengan melakukan wisata ala backpacker.

Dengan menyelenggarakan paket wisata ala backpacker, agen wisata bisa lebih bebas dalam mengatur jadwal wisata yang disuguhkan, karena pelanggan tentunya mengharapkan sebuah pengalaman perjalanan wisata yang lain dari biasanya.

Pengalaman Unik

Wisata adalah sebuah bisnis. Anda harus mempunyai sebuah penawaran yang bisa menjadi objek penjualan Anda. Pada paket wisata backpacker, pengalaman selama perjalanan justru menjadi daya tarik dibandingkan dengan objek wisata yang dituju.

Umumnya sebuah agen perjalanan wisata mengatur perjalanan wisatanya seperti ini : Tempat berkumpul - berangkat - tiba di lokasi wisata - pulang. Variasi layanan yang diterima oleh wisatawan hanya ketika berada di lokasi objek wisata, seperti pilihan hotel serta hiburan lainnya di lokasi wisata.

Pada paket wisata ala backpacker, hiburan langsung dirasakan begitu perjalanan dimulai. Kenapa? Karena backpacker adalah perjalanan yang unik, karena pengalaman selama perjalanan juga termasuk paket wisata yang ditawarkan. Mulai dari pengalaman berdesak-desakan diterminal bus atau stasiun kereta, berjalan kaki menuju halte, menaiki becak, dll. Backpacker adalah bepergian dengan cara "seadanya". Sebuah pengalaman yang unik tentunya jika bisa berwisata dengan cara yang tidak lazim.

Sekilas paket wisata ini terkesan sama sekali tidak terprogram seperti paket wisata pada umumnya, karena semua transaksi seperti pembayaran tiket transportasi, pembayaran untuk makanan, dll, hampir semuanya dilakukan secara langsung tanpa booking. Ini karena tidak semua pelayanan dalam berwisata ala backpacker tidak bisa di-booking sebelumnya. Pembayaran ojek, naik delman, angkot, bahkan becak, semua itu tentunya tidak bisa Anda booking bukan? Tapi ini yang justru menjadi sesuatu hal yang akan memberikan pengalaman yang pastinya akan sulit dilupakan.

Margin Dinamis

Tidak seperti paket wisata lainnya, menyajikan paket wisata backpacker ini penuh dengan hal-hal tidak terduga, termasuk kaitannya dengan margin yang akan Anda dapatkan.

Hal ini terkait dengan beberapa hal mengenai pembayaran yang tidak bisa dilakukan dengan sistem booking. Karenanya, Anda yang tertarik untuk memasuki bisnis ini harus terlebih dahulu melakukan beberapa survey mengenai besaran biaya yang harus dihabiskan, terutama biaya transportasi dan konsumsi.

Persiapan

Ada beberapa hal yang paling penting dalam bisnis wisata, yakni transportasi, penginapan, konsumsi, tempat wisata. Karena bisnis wisata ini termasuk paket wisata yang dinamis, terutama masalah biaya, Anda harus melakukan persiapan yang cukup matang sebelumnya. Anda bisa terlebih dahulu melakukan beberapa survey lapangan. Jika paket tujuan wisata yang tawarkan adalah Yogyakarta misalnya, Anda harus melakukan beberapa survey seperti moda transportasi, apakah bus, kereta api, becak, angkutan kota atau motor. Banyak pilihan yang bisa Anda gunakan.

Kemudian Anda juga harus melakukan survey mengenai tempat penginapan yang murah. Jika Anda mempunyai keluarga, kerabat atau sahabat yang bersedia sebagai tempat singgah itu akan lebih baik, karena umumya wisatawan backpacker ini lebih menyukai lingkungan rumah tempat tinggal ketimbang hunian umum seperti hotel dll.

Untuk konsumsi, Anda bisa menghubungi beberapa rumah makan untuk informasi mengenai harga serta menu paket makanan tertentu. Atau bisa juga dengan survey harga warung makanan di lokasi wisata. Selanjutnya adalah persiapan lokasi tujuan wisata. Penetapan lokasi wisata sangatlah penting, karena berkaitan dengan durasi wisata yang juga berpengaruh pada biaya yang harus dikeluarkan. Jangan terlalu banyak menambahkan beberapa titik lokasi wisata pada paket wisata Anda, karena terlalu banyak justru akan membosankan. Idealnya 3 spot wisata sudah cukup. Usahakan jarak satu lokasi wisata dengan lokasi lainnya tidak terlalu jauh.

Pemasaran

Paket wisata backpacker ini memang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kebanyakan wisatawan backpacker ini melakukan perjalanan mereka sendiri, bukan melalui agen perjalanan wisata. Namun bukan berarti wisata backpacker ini tidak mempunyai peluang, karena meski masyarakat Indonesia belum begitu akrab, justru pasar potensial dari bisnis wisata seperti ini datang dari wisatawan mancanegara.

Wisatawan mancanegara ini kebanyakan memang menyukai paket wisata yang minimalis. Mungkin segala rutinitas yang padat di tempat asalnya membuat mereka memilih untuk mencari suasana yang alami. Sbuah perjalanan menggunakan motor, sepeda ataupun becak di sebuah tempat yang baru tentunya akan memberikan sebuah pengalaman baru sekaligus mampu melepas kepenatan mereka.

Lalu bagaimana Anda bisa memasarkan bisnis ini? Wisata ala backpacker ini cenderung bersifat komunitas. Ini hal yang wajar, karena memang berwisata seperti ini lebih banyak mengandalkan informasi mengenai tujuan wisata dari wisatawan lainnya. Anda bisa join di salah satu komunitas backpacker. Disana Anda bisa mengetahui daerah-daerah wisata yang sedang digemari sekaligus Anda bisa juga menambah relasi bisnis.

Dengan melakukan pendekatan pada komunitas, Anda juga bisa mempermudah dalam hal penyediaan tour guide serta melakukan estimasi biaya, karena pada forum komunitas ini ada begitu banyak pelaku wisata yang berasal dari daerah setempat. Anda tinggal bertanya, survey sendiri untuk memastikan, lalu merancang paket wisata Anda, dan memasarkannya.

Media pemasaran dari mulut ke mulut memang lebih efektif, karena ini bisa menaikkan brand bisnis Anda di mata calon pengguna jasa wisata Anda. Namun bagi Anda yang masih baru, Anda bisa menggunakan media sosial untuk menarik peminat wisata. Ingat, selain media sosial Anda juga harus pastikan bahwa bisnis Anda juga mempunyai website atau setidaknya blog. Hal ini dirasa perlu, karena calon pelanggan biasanya ingin mencari tahu lebih dalam dengan mengunjungi website atau blog agen wisata yang ingin mereka sewa sebelum bertanya-tanya langsung dengan Anda.

Peluang Bisnis Wisata Lokal

Sebagai bisnis wisata yang mengandalkan kesederhanaan dan pengalaman, tentunya wisata ala backpacker ini akan lebih berarti jika wisata ini dipandu oleh orang yang sangat mengenal daerah wisata bersangkutan.

Ini adalah peluang bagi Anda yang tinggal di daeerah wisata atau Anda yang merasa bahwa kota tempat Anda tinggal mempunyai potensi wisata yang layak untuk dikunjungi, maka dengan menyuguhkan paket wisata backpacker ini tentunya akan memberikan pemasukan bagi Anda.

Syarat utama bisnis ini adalah mengenal dengan sangat baik mengenai daerah yang Anda tawarkan sebagai paket wisata, seperti sejarah, fungsi, pengaruhnya terhadap masyarakat, juga hal menarik lainnya. Jika Anda bisa menyajikan penawaran Anda dengan baik, tentunya permintaan lainnya akan dengan sendirinya berdatagan.

Sebuah paket wisata backpacker sekarang ini umumnya ditawarkan sebesar Rp.250.000 - Rp.500.000/orang untuk sebuah paket wisata selama 2 hari 3 malam. Bisa Anda hitung sendiri jika dalam sekali sesi wisata ada 5-8 orang. Sebuah peluang bukan?

Friday, May 30, 2014

Bisnis Distro - Peluang Usaha Berbasis Komunitas

Bisnis Distro
PELAKU UKM. Sekarang ini siapa yang tidak mengenal distro? Sebuah tempat yang menjual berbagai perlengkapan fashion yang sudah sangat dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Keberadaannya sekarang ini sudah menyebar hampir di semua pelosok negeri, dari kota-kota besar meluas hingga ke daerah-daerah.

Ada beberapa fakta penting yang menjadi daya tarik bisnis ini adalah bahwa bisnis ini merupakan salah satu sektor bisnis yang bertahan menghadapi masa krisis ekonomi dunia, juga cenderung memiliki fluktuasi ekonomi yang relatif stabil dibanding dengan sektor bisnis lainnya yang lebih bersifat musiman sehingga lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Masyarakat mulai mengenal keberadaan distro ketika memasuki tahun 2000-an, ketika booming tren musik lewat MTV kala itu, di mana host acara serta bintang tamu yang ditampilkan banyak yang menggunakan busana kreasi lokal. Inilah titik awal distro kemudian menjadi semacam ikon fashion, bahkan hingga saat ini.

Sejarah Distro

Sejauh penelusuran akan asal mula distro, Bandung tidak bisa dipungkiri merupakan sebuah pendobrak sebuah ide mengenai bisnis yang sekarang ini menjadi sebuah tren di seluruh negeri.

Distro ini pada awalnya lahir dari kejenuhan dari beberapa komunitas anak muda yang umumnya berasal dari komunitas musik serta pecinta motor tua pada awal 90-an yang kesulitan untuk mendapatkan berbagai merchandise yang berkaitan dengan minat mereka, yakni musik juga motor. Ini dikarenakan memang saat itu tren fashion musik serta aksesoris motor memang bukan sebuah sektor yang menarik dari segi ekonomi untuk sekedar dilirik menjadi sebuah bisnis secara serius. Kondisi ini kemudian mendorong segelintir orang dari komunitas ini memutuskan untuk memproduksi sendiri merchandise mereka sendiri dengan modal seadanya, bahan seadanya, namun dengan konsep yang mereka inginkan.

Merchandise "seadanya" ini ternyata diterima baik oleh komunitas, dan permintaan akan merchandise ini mulai berdatangan. Seiring berjalannya waktu, tempat-tempat nongkrong komunitas-komunitas ini kemudian berubah menjadi semacam base camp komunitas, di mana segala aktifitas komunitas digelar di tempat tersebut, termasuk jual-beli merchandise. Inilah awal mula terbentuknya distro. Sebuah tempat yang menjadi lokasi berkumpul komunitas berinteraksi antar sesama komunitasnya. Orang-orang yang merasa mempunyai minat serta ketertarikan yang sama bisa dengan bebas berinteraksi di tempat ini. Merchandise yang dipajang juga biasanya merupakan barang titipan yang dijual secara konsinyasi.

Posisi distro hanya sebagai penjual, dan komunitas merupakan produsen sekaligus konsumen. Konsep ini yang kemudian dikenal sebagai distro, yang berasal dari kata Distribution Store, karena hanya mendistribusikan merchandise komunitas saja. Ada juga yang mengatakan distro berasal dari kata Indie Store, karena hanya menjual barang-barang yang diproduksi secara indie.

Salah Persepsi

Sejauh masyarakat mengenal istilah distro, ternyata sejauh itu pula masyarakat telah salah mengartikan distro dengan menyamakannya dengan clothing. Masyarakat cenderung mengartikan distro dan clothing merupakan bisnis yang sama, padahal secara konsep sudah sangat jauh berbeda.

Clothing, mirip dengan distro, namun ada perbedaan fundamental pada clothing. Jika distro umumnya memiliki konsep sebagai tempat nongkrong komunitas, dan jual beli hanya merupakan bentuk "iseng" dari kegiatan nongkrong tersebut. Berbeda dengan distro, clothing memang murni jual-beli, dimana produk yang dijual merupakan hasil produksi sendiri dengan skala produksi masal.

Melihat perbedaan itu tentunya terlihat bagaimana clothing yang murni fashion, dengan distro yang lebih ke merchandise komunitas yang umumnya limited production karena keterbatasan modal.

Anti Krisis

Konsep distro kian berkembang dari waktu ke waktu. Dari yang awalnya hanya dari komunitas musik dan otomotif meluas ke berbagai komunitas lainnya seperti skateboard, surfing, pecinta alam, hingga komunitas agama, dll.

Sebagai bisnis yang berbasis komunitas, distro mempunyai keunikan tersendiri yang membuatnya mampu bertahan di kondisi ekonomi yang sulit, diantaranya :
  • Pasar yang jelas
Sebuah komunitas, terlebih sebuah komunitas yang besar sudah barang tentu merupakan sebuah pangsa pasar yang menjanjikan. Komunitas adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap sesuatu. Jika Anda bisa menyediakan kebutuhan yang bisa menunjang dan memenuhi kebutuhan mereka atas ketertarikan mereka, tentu Anda sudah memiliki pelanggan tetap secara otomatis.
  • Bebas persaingan harga
Salah satu hal yang menarik mengenai distro adalah tidak adanya persaingan harga antara disto yang satu dengan distro lainnya, meski produk yang dijual sama. Mengapa? Karena penentu harga jual bukan berasal dari pengelola distro, namun dari pemilik barang.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa distro umumnya hanya sebagai penjual, dan barang berasal dari komunitas untuk dijual kepada komunitas. Jadi harga jual akan ditentukan oleh si produsen barang dengan share konsinyasi yang telah disepakati sebelumnya. Ini menciptakan sebuah keseragaman harga di pasaran, di mana jika pembeli tidak bisa menawar, karena harga sudah fix. Seandainya harga dirasa terlalu mahal lalu berpindah ke distro lainnya, pembeli akan menemukan barang yang sama, dengan harga yang sama pula.

Dua faktor ini membuat bisnis distro terbilang cukup kuat dalam menghadapi krisis. Biasanya yang menjadi permasalahan dalam berdagang adalah adanya perang harga antar pelaku usaha yang sama. Hal ini tentu saja akan membunuh usaha mereka yang bermodal kecil. Pada bisnis distro hal ini sama sekali tidak berlaku. Justru pada saat krisis, para pelaku distro ini semakin solid membangun komunitas supaya semakin solid dan pada akhirnya akan menjaga eksistensi bisnis distro itu sendiri.

Dana Awal Tidak Terlalu Besar

Untuk memulai bisnis distro ini ternyata tidak membutuhkan dana awal yang terlalu besar. Tidak seperti bisnis fashion lainnya yang membutuhkan dana besar terutama untuk persiapan lokasi dan pengadaan barang, hal ini tidak berlaku untuk konsep distro.

  • Persiapan lokasi
Distro ini sebenarnya bukan sebuah bisnis jual-beli yang membutuhkan setting tempat serta lokasi yang eksklusif. Anda tinggal menyesuaikan dengan komunitas seperti apa yang akan Anda bidik. Misalnya, jika Anda membidik komunitas olahraga seperti sepakbola misalnya, Anda cukup menydiakan tempat sederhana sebagai toko tempat Anda memajang barang dagangan Anda, fasilitas penunjang seperti misalnya tabel jadwal pertandingan sepakbola, atau sebuah televisi untuk menyaksikan pertandingan sepakbola, lalu halaman yang cukup untuk parkir. Setiap komunitas mempunyai standar kebutuhan serta kenyamanan yang berbeda-beda.

Anda bisa menggunakan ruang garasi Anda, pelataran rumah. Tidak sedikit distro yang memanfaatkan garasi menjadi tempat usaha sekaligus tempat berkumpul. Tidak perlu mewah dengan berbagai fasilitas.

  • Persiapan barang
Jika Anda mampu merangkul komunitas, kami rasa Anda tidak akan menemukan kesulitan dalam pengadaan barang, karena dengan sendirinya produsen akan mendatangai Anda. Menariknya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengadaan barang, karena umumnya barang yang dijual didapat dengan sistem konsinyasi.

Namun jika Anda mempunyai dana lebih, Anda juga bisa memproduksi sebagian produk Anda sendiri.
  • Pemasaran
Seperti bisnis lainnya, sebagai penunjang pemasaran, Anda bisa menggunakan fasilitas internet, atau beriklan di media lainnya. Tentu saja itu kembali kepada perhitungan budget yang Anda miliki. Bagaimanapun juga, ada satu cara yang nampaknya lebih efektif dan efisien, yakni--kembali lagi--komunitas.

Promosi dari mulut ke mulut memang terbukti merupakan media promosi yang sangat efektif, karena itu terjadi berdasarkan pengalaman pribadi. Sebagai bentuk kepuasan seseorang terhadap sesuatu, tentunya orang tersebut akan dengan senang hati merekomendasikan sebuah produk kepada orang lain. Untuk itu, komunitas kembali menjadi sebuah aset berharga dalam bisnis distro.

Merangkul komunitas merupakan satu-satunya cara untuk bisa survive dalam bisnis distro ini. Semakin Anda bisa menjalin komunikasi dan menjaga kedekatan dengan komunitas, maka bisnis Anda akan baik-baik saja. Beri support berbagai kegiatan komunitas Anda, karena dengan begitu keberadaan Anda akan dikenal secara luas. Pembeli Anda adalah orang yang berada dalam komunitas Anda sendiri, jadi jangan memperlakukan mereka seprti layaknya pembeli. Posisikan diri Anda sejajar dengan mereka, ini akan membuat mereka nyaman.

Ini kembali pada konsep awal distro, yakni sebagai tempat berkumpulnya komunitas. Jual-beli hanya menjadi "side effect" dari kegiatan kumpul-kumpul tersebut. Karenanya kembali diingatkan bahwa Anda harus bisa memposisikan diri sebagai fasilitator komunitas, baik dalam penyampaian informasi, base camp, dll, karena pada penjualan Anda akan meningkat seiring dengan berkembangnya komunitas yang nyaman berada di distro Anda.

Tuesday, May 20, 2014

Bioskop Mini - Alternatif Bisnis Hiburan Di Kota "Bebas Bioskop"

bioskop mini
Anda mungkin sudah tidak asing dengan sebuah tempat hiburan bernama bioskop. Sebuah tempat hiburan yang menyajikan tontonan film-film terbaru dari seluruh dunia, dan orang-orang tinggal memilih akan menonton film apa yang disukai dengan membayar tiket masuk. Berbagai fasilitas seperti AC, sound system yang baik, tempat duduk yang nyaman, semua menjadi fitur Andalan bioskop-bioskop masa kini. Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati bagaimana rasanya menonton bioskop, terutama di kota-kota yang memang tidak terdapat bioskop di kota tersebut. Ini yang belakangan memberi peluang bagi pelaku bisnis yang dengan kreatifitas mereka mendirikan bioskop-bioskop mini.

Selama ini memang pelaku bisnis bioskop besar seperti Cinema XXI dan Megaplex hanya berkonsentrasi pada kota-kota besar saja seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan berbagai kota besar lainnya. Cineplex (Cinema Complex) atau sebuah komplex bioskop dimana pada satu gedung terdapat beberapa ruang bioskop ini mulai memasuki Indonesia sejak awal 90an. Keberadaan Cineplex ini kemudian perlahan menggerus bioskop-bioskop konvensional di beberapa daerah, ditambah dengan semakin maraknya peredaran film-film bajakan di tengah masyarakat. Akhirnya modal besar yang menang. Bioskop konvensional mungkin sudah punah dan sekarang tersisa tinggal cineplex sebagai pelaku bisnis tontonan film utama yang bertahan.

Tidak ada bisnis yang sukses tanpa kemudian melahirkan sebuah ide bisnis lainnya. Inilah yang kemudian ditangkap oleh beberapa pelaku bisnis kreatif yang melihat sebuah peluang pada sektor hiburan tontonan ini. Dengan konsep yang relatif sama, mereka ini kemudian menjadikan sebuah konsep bioskop berkelas dalam bentuk yang lebih kecil. Pelayanan sama, fasilitas sama, kualitas sama, namun dengan skala mini.

Hal ini tentu saja kemudian seakan menjadi sebuah nilai lebih dimata pelanggan, karena dengan konsep yang lebih kecil otomatis akan lebih memberikan privasi bagi pelanggan. Dengan menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa, terbukti konsep bioskop mini ini bisa bertahan dan malah terus berkembang. Jika awal konsepnya lebih kepada privasi, sekarang ini keberadaan bioskop mini semakin meluas dengan menjawab permintaan pasar dengan merambah ke kota-kota yang tidak mempunyai sebuah bioskop di kota tersebut.

Ekspansi ke daerah-daerah "bebas bioskop" tentunya semakin memperbesar peluang menjadi pemimpin pasar. Jika selama ini masyarakat daerah terbiasa menikmati tontonan berbagai film baru hanya dari membeli VCD/DVD bajakan atau menunggu tayangan televisi, keberadaan bioskop mini ini tentu merupakan sebuah pengalaman baru. 

Pelayanan

Bioskop mini ini memang tidak berbeda jauh dengan bioskop besar pada umumnya. Letak perbedaaannya hanya pada segi skalanya yang lebih kecil. Ini berartipelaku bisnis ini harus memiliki sesuatu yang lebih untuk ditawarkan kepada pengunjung. Jika fasilitas seperti kursi penonton, sound system, kualitas gambar dan faktor teknis lainnya sudah mumpuni, itu saja tidak cukup, karena bioskop besar tentu juga menawarkan hal yang sama. Lalu?

Beberapa pelaku bisnis bioskop mini ini kemudian melirik pada satu hal : Pelayanan. Fitur pelayanan kemudian menjadi senjata utama. Karena mereka bersaing dengan korporasi bermodal tebal, bersaing pada bidang teknologi serta fasilitas tentunya jelas akan kalah. Namun jika membidik dari segi pelayanan, mereka masih mempunyai posisi tawar di mata pengunjung.

Pada bioskop mini, umumnya ruangannya lebih kecil, sekitar 15-20 orang. Pengunjung bisa memilih untuk menonton bersama pengunjung lainnya, atau menyewa satu ruang studio bioskop untuk rombongan mereka. Sebuah pilihan bagi pengunjung yang menginginkan sebuah privasi untuk menonton. Lalu kelebihan lainnya, tidak seperti bioskop besar yang filmnya sudah ditentukan dengan jadwal tertentu, pada bioskop mini ini pengunjung bisa dengan bebas memilih film apa yang ingin mereka tonton.

Pemasaran

  • Merangkul Komunitas

Aktifitas menonton bioskop memang menyenangkan, terlebih jika dilakukan bersama teman, kerabat, atau komunitas. Ini juga menjadi salah satu keunggulan dari bioskop mini, karena pengunjung bisa memilih film apa yang ingin ditonton, jadi menonton dengan orang-orang terdekat yang juga menyukai film yang sama tentunya akan sangat seru.

Anda bisa mulai dengan membagikan brosur di tempat-tempat biasa para komunitas-komunitas berkumpul. Atau dengan membangun komunitas Anda sendiri dengan memanfaatkan media sosial. Anda bisa menawarkan fasilitas membership dengan beberapa keuntungan seperti misalnya potongan harga, dll.

  • Kota Kecil Untung Besar

Pertengahan 90an memang merupakan masa sulit bagi pebisnis bioskop. Banyak usaha bisnis bioskop yang gulung tikar karena hantaman arus peredaran VCD bajakan, kemudian dilanjutkan dengan semakin maraknya DVD bajakan. Hanya mereka dengan modal serta korporasi besar yang mampu bertahan. Jika mungkin Anda berasal dari sebuah kota kecil, mungkin dulu sempat merasakan menonton bioskop, namun hal itu sekarang sudah tidak bisa Anda nikmati lagi karena bioskop tersebut sudah lama bangkrut.

Membuka bisnis hiburan seperti bioskop mini di kta0kota kecil ini tentu saja merupakan sebuah kesempatan. Pertama karena bisa dikatakan bisnis ini hampir tidak mempunyai pesaing, sehingga Anda berpeluang menjadi penguasa pasar dibidang ini. Kedua, masyarakat mungkin rindu dan ingin merasakan sensasi menonton dengan suasana bioskop, meski dalam skala kecil.

  • Komisi Agen
Anda bisa memberikan komisi bagi member yang mengajak temannya yang bukn member untuk menonton di bioskop mini Anda. Besarannya bisa Anda tentukan sendiri, entah dengan uang tunai, atau dengan poin yang bisa ditukar dengan tiket gratis, dsb.

Peluang

Sebagai bisnis yang relatif baru di masyarakat Indonesia, bioskop mini ini ternyata mampu memberikan kauntungan yang fantastis. Dengan keuntungan bersih mencapai kisaran 60% - 80%, tentunya ini sangat menjanjikan sebagai pilihan usaha. Memang untuk memulai bisnis ini membutuhkan modal yang cukup besar, meski tidak sebesar bioskop besar tentunya..

Untuk memulai bisnis ini diperlukan modal setidaknya 100 - 200 juta. Mdal tersebut untuk membeli berbagai perlengkapan seperti ruang bioskop, dekorasi, kursi, peredam suara, sound system, player, proyektor, koleksi film, serta genset. Untuk pengadaan film Anda bisa melakukan kerja sama dengan toko rental DVD, dengan demikian bisa sedikit mengurangi pengeluaran biaya.

Penerapan tarif sewa ruangan bioskop bisa Anda sesuaikan dengan kualitas pelayanan Anda, sebab yang kami temukan dilapangan menunjukkan bahwa pelaku bisnis bioskop mini ini menerapkan tarif yang berbeda-beda, berkisar Rp.15.000 - Rp.180.000/orang. Namun dengan estimasi tarif termurah, dengan jumlah pengunjung misalnya minimal 150 orang, omset yang diperoleh mencapai Rp.2.250.000/hari. Itu artinya laba sebesar Rp.1.800.000/hari bisa Anda kantongi.

Friday, May 16, 2014

Bisnis Prewedding - Mengubah Hobi Fotografi Menjadi Lahan Usaha

bisnis foto prewedding
PELAKU UKM. Ada perbedaan yang kita temukan pada sebuah upacara pernikahan sekarang ini jika dibandingkan dengan upacara pernikahan beberapa tahun ke belakang. Secara umum mungkin memang prosesi acaranya tidak ada perubahan yang terlalu besar. Mungkin hanya pada busana, serta sesi hiburan saja yang mengalami sedikit perkembangan. Pasangan yang menikah beserta kedua belah pihak keluarga bersanding di area pelaminan.

Alur prosesi pernikahan di masa sekarang jika diperhatikan ternyata memiliki satu prosesi yang keberadaannya sudah layaknya bagian dari prosesi inti, yakni proesi prewedding. Prewedding ini adalah sesi pengambilan foto yang dilakukan oleh kedua mempelai sebelum prosesi pernikahan dengan tujuan untuk mengabadikan momen bersejarah dalam kebersamaan mereka, di mana foto-foto yang dihasilkan nantinya akan dipajang pada acara pernikahan menggunakan bingkai-bingkai indah.


Tren

Mengutip dari tulisan Arbain Rambey, ternyata prewedding ini bisa dibilang hanya ada di Indonesia sebagai perluasan dari fotografi pernikahan. Istilah prewed (sebutan untuk prewedding) ini beasal dari sebuah bentuk fotografi bernama wedding photography. Umumnya fotografi pernikahan ini hanya mengambil foto saat prosesi pernikahan, lalu ada juga yang dilakukan di dalam studio setelah upacara dan pesta pernikahan.

undangan pernikahan
Pada awalnya pemotretan calon mempelai ini hanya untuk kepentingan desain undangan yang mencantumkan foto calon mempelai. Namun karena ada beberapa pilihan foto yang juga diambil pada sesi tersebut maka dirasa sayang jika tidak dipergunakan atau dipajang, dan akhirnya foto-foto itu kemudian dipajang saat acara pernikahan berlangsung. Dari satu acara ke acara yang lain, hiasan-hiasan berupa foto-foto ini kemudian menjadi sebuah tren di kalangan masyarakat.

Tren prewed ini memang tren yang sangat spesial, karena momen pernikahan tentunya akan menjadi momen paling penting dalam kehidupan kedua pasangan serta kedua belah pihak keluarga. Ini yang membuat tren prewed ini mendapat perhatian khusus dari pelanggan yang memesan jasa ini. Mereka menginginkan hasil yang mereka dapat merupakan hasil foto yang maksimal.

Konsep

Karena ini merupakan bisnis yang menjual momen sebagai daya tarik utama, maka dalam fotografi wedding ini fotografer benar-benar dituntut untuk bisa memberikan konsep yang menarik pada pelanggan-pelanggannya. Para pengguna jasa fotografi ini tentunya ingin agar sesi fotomereka memiliki kenangan unik yang bisa mereka ingat selamanya. Tren prewed dengan konsep-konsep yang unik akan sangat banyak menarik peminat. 

Pengetahuan mengenai lokasi-lokasi tematik dari fotografer juga konsep busana serta tata gaya tentunya menjadi hal yang wajib dikuasai oleh fotografer yang ingin mendalami segmen ini sebagai sumber pendapatan yang cukup menjanjikan.

Sekarang ini banyak yang memilih konsep kasual. Artinya calon mempelai ini tidak mengenakan busana pengantin untuk sesi foto mereka melainkan mengenakan pakaian sehari-hari. Atau bahkan ada yang lebih nyentrik dengan menerapkan konsep tematik yang lebih spesifik seperti tema busana sepak bola misalnya. Ada juga yang memilih lokasi yang bisa dibilang sangat jarang digunakan sebagai lokasi pemotretan, terlebih untuk foto prewed misalnya bengkel mobil, arena airsoft gun, didalam kabin pesawat, atau juga yang lebih ekstrim di dalam kolam.

Berbagai penawaran menarik tentunya untuk memuaskan fantasi sekali seumur hidup sepasang manusia untuk mengalami sensasi kebahagiaan ang mereka rasakan. Sebuah konsep yang matang akan menjadi sebuah nilai lebih yang bisa diberikan.

Persiapan

Setelah prewedding menjadi begitu tren di kalangan masyarakat, tentu saja ini juga akan memberikan nilai usaha bagi fotografer. Meski terlihat sederhana, namun berbagai persiapan harus dipenuhi oleh fotografer yang ingin terjun ke bisnis ini.
  • Perengkapan kamera
Ini tentu saja sangat penting. Tidak ada foto tanpa sebuah kamera bukan? Seperangkat kamera dengan berbagai kelebihan sudah sangat banyak dijual di pasaran. Mulai dari kamera SLR standar, hingga kamera khusus dalam air. Semakin lengkap gear kamera yang dimiliki, maka fotografer akan lebih bebas dalam menawarkan konsep fotografi kepada calon pelanggan.
  • Tim kerja
Meskipun hanya menjual jasa fotografi, seorang fotografer tentu harus mempunyai tim kerja. Harus ada yang menangani masalah busana (jika pelanggan tidak mempunyai busana mereka sendiri), make up, penata gaya, dll. Ini bisa dibangun dengan menjalin kerjasama dengan beberapa salon yang biasanya selain menyewakan busana juga bisa sekaligus menangani make up. Menjalin kerjasama dengan studio foto, pengerajin bingkai, dll. Semua yang berkaitan dengan pelayanan prewedding tentunya.
  • Katalog lokasi
Berbeda konsep tentunya juga berbeda lokasi. Jika konsep sudah disepakati namun belum ada gambaran mengenai lokasi tentu akan menyulitkan. Ada baiknya fotografer lebih sering keluar untuk melakukan survey lokasi dan mencatatnya. Ini sangat penting, karena dengan adanya katalog lokasi, calon pelanggan akan lebih mudah menentukan konsep serta tema yang mereka inginkan. Lagipula, dengan adanya katalog tentunya akan mengangkat penilaian calon pelanggan terhadap fotografer bersangkutan.
  • Kemampuan mengedit foto
Banyak cerita di mana sering kali foto yang diambil sudah sesuai dengan konsep yang diinginkan, namun hasilnya masih membutuhkan proses edit seperti faktor pencahayaan, kontras gambar, dll. Ini hanya bisa diselesaikan melalui proses edit pada perangkat komputer. Sangat penting bagi fotografer untuk menguasai teknik editing pada komputer.

Pemasaran

Bisnis fotografi dengan segmen khusus ini sebenarnya tidak terlalu sulit dalam segi pemasarannya. Hal terpenting adalah membangun jaringan kerja. Ini sangat penting, karena bisnis prewed ini bukan sebuah bisnis tunggal, melainkan sebuah bisnis yang saling terkait dalam pelaksanaanya. Ada keterkaitan dengan usaha busana, kecantikan, seni, serta jasa. Memberanikan diri untuk terjun pada bisnis ini tanpa persiapan sebuah jaringan bisnis akan sangat sulit untuk bertahan.

Banyak fotografer yang menggarap bisnis ini melakukan kerjasama dengan beberapa salon kecantikan, bukan salah satu, namun beberapa. Karena pasangan yang akan menikah umumnya akan mendatangi salon-salon kecantikan untuk menangani make up untuk momen pernikahan mereka, dan biasanya salon-salon kecantikan ini juga menyewakan busana pengantin. Dengan menjalin kerjasama dengan banyak salon kecantikan, maka akan menambah peluang fotografer untuk mendapatkan job. Salon kecantikan akan menawarkan apakah calon pelanggan mereka ingin sekalian menyewa untuk prewed atau tidak. Jika calon pelanggan berminat tentunya sebuah job bagi si fotografer, tentunya dengan komitmen mengenai pembagian komisi yang telah disepakati terlebih dahulu.

Media internet juga harus diperhitungkan. Sekarang ini hampir tidak ada yang tidak bisa ditemukan di internet. Tentunya para calon pelanggan ini akan mencari informasi mengenai berbagai layanan prewed sebelum akhirnya memutuskan untuk menyewa jasa fotografer tertentu. Pemasangan berbagai contoh hasil jepretan foto yang pernah ditangani, pilihan lokasi, penawaran konsep, hingga informasi mengenai harga yang ditawarkan harus dengan jelas diunggah pada website/blog. Semakin lengkap informasi yang disampaikan serta semakin banyak portofolio hasil jepretan tentu akan memberikan sebuah bahan pertimbangan yang positif bagi calon pelanggan.

Bagaimana, apa Anda tertarik untuk terjun ke bisnis ini?


Join Channel BBM "Pelaku UKM". Search channel kami atau invite pin C001A97A3 untuk memperoleh update mengenai artikel terbaru atau berbagai informasi lain seputar dunia usaha di Indonesia.

Monday, April 21, 2014

Usaha Stiker Modifikasi Mobil dan Motor (Modification Sticker)

Sticker Modifikasi Mobil
Bisnis modifikasi mobil dan motor. Bisnis ini memang sama sekali tidak menunjukkan adanya penurunan, baik dari segi omset, peminat hingga pertumbuhan pelaku usaha yang bergelut di sektor usaha otomotif ini. Sekarang ini semakin sering kita lihat mobil-mobil di jalanan yang mempunyai penampilan lain daripada mobil-mobil lainnya, baik dari interior maupun eksteriornya. Begitu juga pada motor. Dan yang paling banyak diminati saat ini dalam dunia modifikasi adalah dengan menempelkan sticker pada body kendaraan.

Pada teknik modifikasi menggunakan sticker ini dibagi menjadi 2 jenis. Pertama adalah wrapping. Wrapping ini digunakan bila si pemilik kendaraan ingin merubah warna mobilnya tanpa harus mengecat ulang mobilnya, dimana nantinya seluruh badan kendaraan akan dilapisi dengan sticker, sehingga warna aslinya tidak terlihat lagi. Jenis sticker yang digunakan adalah sticker wrapping. Karena lebih murah dan praktis, cara ini banyak dipilih oleh para pemilik kendaraan untuk mengganti warna kendaraannya ketimbang dengan cara melakukan cat ulang. Wrapping ini tidak membutuhkan waktu yang lama serta proses pengerjaannya juga relatif sederhana.

Lalu ada juga cutting sticker. Cutting sticker ini merupakan teknik menghias body kendaraan dengan menempelkan beberapa pola sticker sehingga membentuk sebuah pola desain tertentu yang diinginkan pemilik mobil. Biasanya berupa pola garis, kartun, pola api, hingga terkadang juga pola-pola tribal.

Cutting Sticker Motor Modifikasi
Peluang

Lalu seberapa besar peluang dari bisnis sticker modifikasi ini? Dari data yang kami peroleh di situs resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), setiap tahunnya terjadi peningkatan angka penjualan hampir pada semua merek kendaraan. Artinya, semakin banyak orang yang memiliki mobil dan motor, dan pada akhirnya permintaan akan produk-produk yang menunjang penampilan kendaraan juga akan mengalami permintaan, termasuk juga pemintaan akan modifikasi dengan sticker.

Pada dasarnya bisnis ini adalah bianis yang mengandalkan tingkat "narsisme", dimana pemilik mobil dan motor biasanya ingin agar kendaraannya bisa tampil berbeda dengan yang lain. Mereka tidak puas hanya dengan penampilan standar dari pabrikan. Tidak jarang pemilik kendaraan ini rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk mengubah tampilan mobilnya.

Sticker wrapping biasanya mempunyai pangsa pasar para pemilik kendaraan-kendaraan standar yang kebanyakan merasa jenuh dengan penampilan standar kendaraan mereka. Mereka ingin nuansa baru pada tunggangannya miliknya, sehingga mereka memilih untuk mengganti warna mobilnya. Warna yang dipilih biasanya warna-warna stadar seperti hitam, putih, merah, atau biru. Namun tidak jarang juga ada yang memilih untuk menggunakan warna-warna yang lebih berani seperti orange, kuning, pink, atau warna-warna ngejreng lainnya.

Sedangkan untuk cutting sticker, peminatnya bisa dibilang lebih tersegmentasi. Pemasangan cutting sticker untuk modifikasi mobil atau motor biasanya banyak diminta oleh anak-anak muda atau anggota komunitas tertentu. Umumnya desain yang digunakan adalah pola kobara api atau logo komunitas mereka.

Biasanya cutting sticker memang lebih banyak dipilih, karena cendrung bisa memberikan tampilan yang lebih variatif pada kendaraan. Jika bukan berupa motif yang full body, bisa juga setengah body, atau hanya berupa cutting sticker dengan pola tertentu seperti tulisan atau kartun tertentu yang umumnya berukuran lebih kecil. Motif-motif seperti Hello Kitty atau logo Transformers mungkin sering Anda lihat di mobil-mobil ataupun motor di jalanan bukan?

Kendala

Dalam aplikasinya dilapangan, sebenarnya tidak ada kesulitan berarti dalam menjalankan bisnis ini. Tidak diperlukan teknik-teknik khusus yang harus dikuasai. Yang paling penting dibutuhkan adalah keterampilan
dan ketelitian tinggi, sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal  yang sesuai, atau bahkan melampaui harapan konsumen.

Bisnis ini adalah bisnis kreatifitas. Pelanggan-pelanggan yang datang biasanya tahu betul apa yang diinginkannya, namun sering kali mereka tidak tahu bagaimana menyampakan keinginannya. Nah, di sinilah kreatifitas pelaku bisnis ini berperan dalam membantu pelanggan menentukan pilihan desain yang cocok dengan keinginannya.

Pemasaran

Pemasaran untuk bisnis ini juga bisa dibilang tidak terlalu sulit. Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa angka kepemilikan kendaraan ini terus mengalami peningkatan. Ini juga membuat berbagai usaha penunjang penampilan kendaraan ini juga berada pada posisi "dicari" oleh konsumen.

Mesin Cutting sticker
Namun itu bukan lantas menjadi alasan untuk tidak melakukan promosi. Setidaknya ada 2 pilihan promosi yang bisa Anda lakukan. Pertama adalah dengan cara online. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia maya sekarang ini dengan fitur media sosialnya sdah seperti sebuah bentuk masyarakat tersendiri. Anda juga tidak boleh melewatkan diri untuk ikut terjun ke tengah masyarakat dunia maya ini dengan membawa label bisnis Anda. Mungkin Anda bisa mulai membangun sebuah situs usaha, atau dengan membuat aku jejaring sosial, atau juga bisa dengan menggabungkan keduanya. Masyarakat sekarang umumnya adalah masyarakat yang melek internet. Pastikan bisnis Anda juga merambah ke dunia internet. Anda bisa menemukan berbagai kemudahan dalam membangun perusahaan online Anda di sini.

Cara kedua adalah secara offline. Ini adalah cara yang klasik dimana Anda harus aktif memasarkan bisnis Anda. Kedengarannya mungkin cukup merepotkan, karena mungkin yang terpikir oleh Anda adalah bahwa Anda harus melakukan berbagai promosi supaya bisnis Anda bisa dikenal. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Anda cukup menggaet salah satu atau mungkin bebeapa komunitas pecinta mobil dan memberikan pelayanan terbaik.

Pemasaran secara offline ini sebenarnya terbukti lebih efektif dalam menciptakan kesetiaan pelanggan, karena pelanggan Anda bisa secara langsung berhadapan dengan Anda dan melihat cara kerja Anda. Jika ternyata pelayanan Anda memuaskan dan ditunjang dengan hasil kerja yang bagus, maka dijamin pelanggan tersebut akan dengan suka rela menjadi brand ambasador Anda dengan menceritakan mengenai bisnis Anda kepada orang lain.

Anda tidak perlu harus memiliki sebuah bengkel untuk usaha modifikasi seperti ini, karena Anda bisa melakukannya di rumah Anda atau di rumah konsumen, atau di manapun juga. Cukup menarik bukan? Mesin cutting sticker sekarang ini sudah bisa dibeli dengan mudah dengan berbagai jenis tipe dan harga. Beberapa jenis yang banyak digunakan sekarang ini adalah mesin cutting sticker Jinka, karena harganya memang relatif lebih murah. Namun jika Anda menginginkan hasil yang lebih maksimal maka Anda bisa menggunakan mesin cutting sticker Graphtec.

Tertarik untuk terjun ke bisnis ini?