Showing posts with label Motivasi Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Bisnis. Show all posts

Tuesday, December 23, 2014

7 Elemen Inspirasi Dari Steve Jobs

7 Elemen Inspirasi Dari Steve Jobs

MOTIVASI BISNIS- Steve Jobs. Steve Jobs adalah salah satu sosok pengusaha sukses dunia yang secara universal banyak orang yang membenci, namun banyak juga yang mengidolakan dirinya. Tapi terlepas dari itu semua tidak ada orang yang meragukan kemampuannya dalam berinovasi di dunia produk teknologi selama bertahun-tahun. Dia berperan penting dalam menciptakan dan mendirikan Apple, yang kemudian tumbuh menjadi sebuah perusahaan yang selalu berhasil dalam mempelopori munculnya produk-produk baru yang menawan sekaligus canggih, bahkan melampaui Microsoft, dan menjadikannya menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Carmine Gallo, dalam bukunya, "The Inovation Secret of Steve Jobs," menguraikan mengenai beberapa "prinsip-prinsip gila dan berbeda dalam membuat terobosan sukses" yang dimiliki oleh Steve Jobs. Carmine merangkumnya ke dalam tujuh prinsip, yang sangat bagus bagi setiap pengusaha sebagai  pembelajaran diri.
  • Lakukan apa yang Anda cintai. Berpikirlah secara berbeda terhadap karir Anda. Selama hidupnya, Steve Jobs selalu mengikuti kata hatinya, dan itulah yang membuat semua perbedaan yang dihasilkannya. Inovasi tidak dapat terjadi tanpa adanya gairah, karena tanpa adanya gairah Anda hanya memiliki sedikit harapan untuk bisa menciptakan ide-ide terobosan.
  • Buat sesuatu yang berbeda. Berpikirlah secara berbeda mengenai visi Anda. Jobs selalu tertarik terhadap orang-orang yang senang berbagi visi dan yang membantu upaya untuk mengubah ide-ide menjadi sebuah inovasi yang akan mengubah dunia.
  • Paksa terus kemampuan otak Anda. Berpikir secara berbeda adalah mengenai bagaimana Anda berpikir. Inovasi tidak akan ada tanpa kreativitas, dan bagi Steve Jobs, kreativitas adalah tindakan yang saling menghubungkan hal satu dengan lainnya. Jobs percaya bahwa satu set pengalaman yang luas akan mampu memperluas pemahaman tentang pengalaman manusia.
  • Menjual mimpi, bukan produk. Berpikir secara berbeda mengenai pelanggan Anda. Bagi Jobs, orang yang membeli produk Apple bukanlah seorang "konsumen." Mereka adalah orang-orang yang memiliki mimpi, harapan, dan ambisi. Jobs membangun suatu produk untuk membantu mereka mewujudkan impian mereka.
  • Katakan tidak untuk 1.000 hal. Berpikir secara berbeda terhadap desain. Menurut Jobs, kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi. Dari desain iPod ke iPhone, dari kemasan produk Apple hingga fungsi situs web Apple, inovasi berarti menghilangkan yang tidak perlu sehingga hanya yang diperlukan saja yang menunjukkan hasil akhirnya.
  • Menciptakan pengalaman-pengalaman besar yang gila. Berpikir secara berbeda terhadap pengalaman merek Anda. Jobs membuat Apple Store sebagai standar utama dalam pelayanan pelanggan. Apple store telah menjadi retailer terbaik di dunia dengan memperkenalkan inovasi sederhana yang memungkinkan bagi bisnis apapun untuk dapat mengadopsinya dan bisa membangun hubungan emosional secara mendalam dengan pelanggan mereka.
  • Menguasai pesan yang disampaikan. Berpikir secara berbeda mengenai cerita Anda. Jobs adalah sosok pendongeng besar, mengubah peluncuran produk menjadi sebuah bentuk seni. Anda dapat memiliki ide yang paling inovatif di dunia, tetapi jika Anda tidak bisa membuat orang antusias terhadap hal itu, semuanya percuma bukan?
Carmine menyarankan bahwa prinsip-prinsip ini merupakan inovasi terobosan hanya akan bekerja jika Anda melihat diri Anda sebagai merek, sebagai sebuah brand. Apakah Anda seorang pengusaha rumahan, atau pemilik usaha kecil yang masih mencari ide untuk meningkatkan bisnis Anda, Anda mewakili suatu brand, yakni diri Anda sendiri.

Bagaimana Anda berbicara, berjalan, dan bertindak mencerminkan pada merek, mencerminkan pada diri Anda, dan siapa Anda sebenarnya. Yang paling penting, bagaimana Anda menilai mengenai diri Anda dan bisnis Anda akan memiliki dampak terbesar pada penciptaan ide-ide baru yang akan mengembangkan bisnis Anda dan meningkatkan kehidupan para pelanggan Anda.

Dengan demikian Anda perlu melihat ke dalam diri Anda terlebih dahulu dan menilai potensi-potensi dasar Anda. Lalu, bayangkan apa yang bisa dicapai dalam bisnis dengan wawasan dan inspirasi yang Anda miliki. Bayangkan apa yang bisa Anda capai jika Steve Jobs ada di samping Anda membimbing keputusan Anda. Apa yang akan Steve Jobs lakukan? Dengan mengikuti prinsip-prinsip di atas mungkin Anda juga bisa seperti Steve Jobs.

Semoga bermanfaat. Amin...

Sunday, December 14, 2014

Mengenal Konsep "Mukti" - Eling Dalam Bisnis dan Kehidupan

"Karma is a Sanskrit word which literally means 'action'. This is a key concept in Buddhism, as it is Hinduism. At it most simple, the Buddha taught that our actions (including thought, word, and deed) have consequences." 
MOTIVASI BISNIS - Mukti. sepulang dari Chicago, saya mendapat sebuah SMS dari Mpu Peniti. Beliau minta dibelikan sarung untuk lebaran. Hati saya langsung merasa galau. Bertahun-tahun saya berguru dan mencari ilmu kepada beliau, belum pernah sekalipun beliau minta sesuatu pada saya. Hadiah yang ingin saya berikan juga selalu ditolaknya secara halus. Dengan perasaan yang bercampur aduk, sayapun mencari sarung untuk Mpu Peniti. Mumpung belau sedang berkenan, sekalian saya berikan sajadah dan peci baru.


Ketiga hadiah itu saya bungkus rapi, dan berangkatlah saya ke rumahnya. Ketika menyambut kedatangan saya, wajah Mpu Peniti terlihat sangat gembira dan berseri-seri. Ketiga hadiah tersebut dibawanya masuk ke kamar tidur. Dan tak lama kemudian beliau keluar.

Tangannya menenteng bungkusan - rupanya hadiah dari saya, yang oleh Mpu Peniti dibungkus kembali dengan kertas koran - dan diserahkan pada saya. Dengan suara berat dan serak, ia meminta saya agar memberikan ketiga hadiah itu kepada orang yang lebih membutuhkan. Tentu saja saya kaget. Apakah Mpu Peniti tidak berkenan dengan hadiah saya?

Mpu Peniti tertawa, katanya ia tahu betul bahwa saya menghabiskan waktu dan uang yang tidak sedikit untuk mencarikan hadiah sebagus itu. Tapi kini saatnya saya belajar memberi. Begitu nasihatnya. Ia cukup mendapatkan kotak hadiah dan kertas pembungkus kado. Isinya belau serahkan kembali kepada saya untuk diberikan kepada orang lain.

Pulang ke rumah, saya bingung. Kepada siapa saya harus memberikan hadiah ini? Kalau mau, mudah saja memberikannya kepada sembarang orang. Tapi mencari orang yang patut diberi dengan derajat setinggi Mpu Peniti - seorang guru, mentor, dan pribadi yang saya kagumi - rasanya sulit sekali. Akhirnya saya menyerah, dan kembali lagi ke rumah Mpu Peniti. Beliau tersenyum melihat muka kusut saya. "Negeri ini sedang sakit berat. Kita butuh pemimpin yang mau dan berani melakukan mukti, " bisik beliau dengan suara bergetar, sambil memeluk saya erat-erat.

pengembangan diri

Mukti konon berasal dari kepercayaan Hindu. Mukti terdiri dari tiga elemen: ilmu, bhakti dan karma. Mukti atau moksa merupakan sebuah ajaran yang secara konsisten dipraktikkan oleh Mahatma Gandhi, sebagai medium agara kita eling dan terbebas dari segala tekanan, tetapi bisa tetap berprestasi dengan baik dan netral. Arti sempitnya, seorang pemimpin harus berilmu - mau belajar terus hingga selalu memiliki pengetahuan yang cukup. Lalu membaktikan ilmunya, dengan mengamalkan pengetahuan itu, melakukan perubahan-perubahan penting yang mampu mewujudkan karma orang banyak. Gandhi sendiri menyebut mukti atau moksa sebagai self-realization. Bagaimana seorang pemimpin menyadari status, posisi, dan peran yang wajib ia perankan. Sehingga kepemimpinannya bermanfaat bagi orang banyak.

Dengan selalu belajar, seorang pemimpin akan "ngelmu" - yaitu semakin eling tentang segala kekurangan dan kelemahannya. Ia akan semakin tahu diri, tidak arogan, dan mau merendah. Lewat Bakti dan pengamalan ilmunya, ia menjadi mercusuar yang memandu di tengah kegelapan, sang pemimpin akan menjadi pemicu perubahan. "The agent of changes". Perubahan yang akan menstimulasi kemajuan, terobosan, dan inovasi. Perubahan yang akan merubah nasib orang banyak.

Usai Ramadhan yang penuh berkah, Mpu Peniti memperingatkan saya agar eling sekali lagi. Meminta dan memberi bisa menjadi proses mukti yang bijak. Betapa sering kita memberikan barang-barang mewah kepada klien, relasi, sanak saudara, dan keluarga. Tanpa benar-benar berusaha menyelidiki apa yang dibutuhkan orang yang akan kita beri. Atau lebih sering asal beri. Kita tidak membaksikan pengetahuan kita selama bertahun-tahun mengenal mereka. Apa yang mereka butuhkan mungki sangatlah spesifik. Seorang direktur bank mengatakan, barangkali hanya 10% bingkisan lebaran yang diterimanya benar-benar bermanfaat. Sisanya serba tidak karuan. Memberikan hadiah yang tepat mungkin akan membuat orang yang menerima menjadi sangat berbahagia.

Mpu Peniti menasihati, kita tidak memberi dengan bijak karena tak pernah mau belajar meminta dengan benar. Kita sering kali asal minta saja, kadang menjadi sangat serakah. Kalau kita sudah belajar banyak dengan memberi, maka permintaan dan tuntutan kita juga menjadi lebih sederhana. Pengalaman saya dengan Mpu Peniti menyadarkan saya.

Barangkali hal terbaik yang bisa saya berikan kepada beliau adalah do'a yang tulus, agar beliau senantiasa diberi kesehatan yang baik dan umur panjang. Ketika hari lebaran, saya menyempatkan diri sujud kepada beliau, dan minta maaf. Kata-kata dan bisikan beliau menyambut dan menerima ucapan maaf saya secara tulus, merupakan pemberian yang paling berharga. Hingga hari ini, itulah hadiah terbesar yang pernah diberikan beliau kepada saya.

~ Oleh Kafi Kurnia, Penulis buku BIANG PENASARAN ~