Monday, March 17, 2014

Event Organizer Musik

Pengaruh demam musik Korea, atau kerennya Korean Pop yang melanda masyarakat Indonesia, khususnya remaja membuat jasa event organizer (EO) kebanjiran proyek. Karenanya juga, bisnis EO ini juga makin diminati, karena kondisi ini banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk membuat event yang menarik untuk masyarakat. Seperti kalangan korporat yang ingin memperkenalkan produknya lewat event musik.
Dunia entertainment, khususnya musik memang menjanjikan. Setiap acara musik, apalagi jika mendatangkan artis-artis ternama pasti akan mendatangkan pengunjung yang tidak sedikit. Tak heran jika event tersebut juga menjadi sarana promosi terutama oleh kalangan korporat maupun spnsor event tersebut. Untuk membuat konser musik berjalan lancar dan sukses juga dibutuhkan jasa EO yang semakin menggurita beberapa tahun terakhir ini. Dalam menawarkan jasanya, kabanyakan EO tidak membuat spesifikasi pelayanannya, dan ada juga yang justru fokus mengurus satu jenis event, salah satunya musik saja. Dari beragam jasa yang di tangani EO, saat ini yang sedang berkibar adalah penyelenggaran EO di bidang hiburan musik.
Untuk mengawali usaha EO, enaknya tak perlu modal besar. Dengan modal minim sekalipun, pelaku usaha bisa mengerjakan sebuah proyek.
Dalam hal ini, keberhasilan membuat sebuah acara diperngaruhi oleh team work yang baik dan solid. Karenanya, dalam merekrut team work baiknya yang sudah berpengalaman di bidang EO, minimal pernah menjadi freelance dalam sebuah EO. Karena dengan menggunakan karyawan yang sudah pernah bergelut di bidang EO, sudah pasti mereka sudah punya jiwa mengelola acara dengan baik.
SISTEM
Ada banyak sistem kerja yang biasa di gunakan. Diantaranya sistem kerja full, dengan menangani segala keperluan acara dari yang kecil sampai yang besar. Yang lain adalah hanya dengan membuat konsep dan eksekusi konsep acara dari awal hingga akhir, sedangkan masalah sponsor, promosi, dan penjualan tiket ditanggung sepenuhnya oleh klien.
Setiap sistem pastinya punya kelebihan juga kekurangan masing-masing. Pada sistem kerja full, biaya jasa EO yang ditentukan kepada klien memang kecil, karena pihak EO bisa mencari sendiri dan bisa meraih keuntungan dari sana. Sedangkan sistem konsep acara dari awal hingga akhir hanya mendapatkan keuntungan dari tarif event yang di tentukan kepada klien saja
PUNYA BANYAK RELASI
Tidak bisa dipungkiri, usaha EO merupakan usaha yang sangat bergantung pada kepercayaan pelanggan. Karenanya, para pelaku yang menjalankan usaha EO harus pintar-pintar mencari dan menjaga relasi yang merupakan aset usahanya. Hal ini karena dukungan relasi bisnis, baik klien maupun sponsor merupakan kunci sukses atau tidak-nya acara yang diselenggarakan.
Bagi para pemula, relasi bisa dibangun saat mengerjakan event, sehingga jalinan bisnis bisa terbentuk dengan sendirinya. Menggaet relasi memang bukan pekerjaan mudah. Ada beberapa faktor yang membuat klien dan sponsor tertarik pada sebuah jasa EO. Tahapan awal adalah pembuatan proposal kerja sama yang menarik. Untuk bisa menggaet sponsor, pengusaha EO juga harus mencari sponsor yang memahami pasar. Sejauh ini perusahaan rokok yang paling sering mensponsori acara konser musik. Tapi bukan berarti semua perusahaan rokok mau mengeluarkan uang untuk mendukung acara Eo tersebut. Setiap artis mempunya segmen pasar tersendiri, sehingga harus dicari sponsor yang memiliki segmen yang sama. Pihak sponsor hanya mau keluar uang jika target pasarnya tercapai. Yaitu berapa besar uang yang dikeluarkan, dan berapa banyak iklan yang dilihat orang yang menjadi sasaran pasarnya.
Selain memiliki jaringan relasi klien dan sponsor, sebaiknya pelaku usaha juga memiliki hubungan relasi dengan penyedia peralatan, seperti sound system, pangung, hingga penyedia jasa keamanan. Dengan begitu, sudah pasti pelaku usaha akan mendapatkan harga spesial dalam penyewaan barang.
Intinya, untuk menjalani usaha EO sebaiknya diawali dengan membuka jaringan relasi yang baik, sehingga mampu membantu segala persoalan yang ada di kemudian hari dalam hal pengerjaan sebuah poyek.
STRATEGI PEMASARAN
Untuk memperkenalkan jasa EO-nya pertama kali, pelaku usaha bisa melakukan banyak cara. Salah satunya internet, iklan media massa, dll. Namun promosi yang paling ampuh dalam bisnis EO ini adalah melalui rekomendari dari klien yang pernah menggunakan jasanya, karena bisis EO ini merupakan bisnis yang sangat mengandalkan kepercayaan klien.
Tapi, berhubung bisnis EO ini merupakan bisnis yang sarat kreativitas, pelaku usaha harus lebih memacu dirinya untuk menghasilkan sebuah ide cemerlang. Hal ini di karenakan bisnis EO ini adalah bisnis komunikasi dan hiburan, sehingga kepuasan dan ketertarikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Kreativitas memang tidak harus selalu orisinil. Mengembangkan sebuah ide yang sudah ada juga bukan sebuah masalah.

Sunday, March 16, 2014

Blog = Mesin Uang

blog = mesin uang
Artikel ini sebenarnya saya ragu untuk postingkan, karena mungkin ini bukan termasuk salah satu kegiatan UKM. Tapi pada sisi lain juga bisa menghasilkan peghasilan tambahan serta bisa dilakukan oleh siapa saja pada waktu luang, jadi akhirnya terbitlah posting ini.
Kita semua tahu apa itu internet. Sebagian besar mengenal internet melalui berbagai media sosial yang sekarang ini memang sudah sangat memasyarakat. Seiring berkembanganya tren penggunaan internet ini, telah banyak sekali orang-orang yang menemukan berbagai kemudahan didalamnya. Terlebih dengan semakin banyak produk-produk gadget dengan harga terjangkau yang bisa telah memiliki fasilitas fitur yang mendukung penggunanya untuk bisa ber-internet, sehingga kini ber-internet bisa di lakukan hampir dimana saja serta kapan saja. Berbagai informasi bisa di dapat dari media bernama internet dengan mudah.
Namun belum banyak orang yang menyadari bahwa internet bukan hanya bisa memberikan informasi apa saja yang kita cari, melainkan juga bisa menjadi sumber income yang sangat menjanjikan. Salah-satunya dengan melakukan aktivitas blogging.
Seiring dengan semakin banyaknya pengguna internet, beberapa tahun ini nampak ada perubahan dari segi pemasaran berbagai produk dari berbagai jenis serta bidang usaha. Tren internet seakan menjadi barometer sebuah perusahaan. Maka bermunculan banyak sekali portal jual-beli yang menyediakan informasi-informasi berbagai produk yang di jual oleh para pemilik akun di portal jual-beli tersebut. Namun perkembangan pasar menuntut perusahaan-perusahaan untuk mencari metode lain untuk memasarkan produk mereka. Konsumen tidak lagi tertarik dengan direct selling yang isinya melulu produk dagangan.
Dari beberapa sumber yang saya dapat, aktivitas blogging sekarang ini dinilai lebih mengena. Para blogger-blogger ini, terlebih yang sudah mempunyai traffic page view yang tinggi biasanya memiliki semacam fan base yang loyal. Para blogger inilah yang sekarang ini dibidik oleh para pengusaha untuk memasarkan produk mereka.
Namun bukan sebarang blogger yang bisa mendapat penghasilan dari aktivitas mereka. Biasanya para blogger yang memenuhi syarat adalah para blogger yang rata-rata sudah memiliki traffic page view sekitar 5000 – 10.000 page viewer/bulan. Bagi sebagian orang mungkin ini dirasa sangat sulit, karena untuk mendapatkan jumlah viewer hingga minimal 5000/orang bukan perkerjaan mudah. Yah, memang ini adalah sebuah payback atas sebuah kerja keras para blogger. Semua kembali pada seberapa sering dan seberapa besar komitment para blogger bersangkutan untuk memperkaya konten blog mereka, sehingga bisa memperbesar kemungkinan para viewer menemukan mereka melalui berbagai search engine.
Tapi sekarang juga ada situs advertising yang tidak lagi membatasi minimal page viewer bagi para blogger pemula. Blogger pemula ini bisa langsung mencantumkan link iklan di blog mereka untuk mendapat komisi dari advertising ini. Biasanya komisi diberikan per-click. Jadi untuk setiap klik yang merujuk pada link iklan yang dicantumkan, maka blogger berhak mendapatkan komisi yang biasanya ditransferkan langsung ke rekening bank blogger yang bersangkutan.
Sebuah peluang yang menjanjikan dari aktivitas yang bisa dibilang sebagai hobi bukan? Tanpa terasa, dengan menulis blog sebagai hobby ternyata bisa menambah penghasilan. Bahkan banyak blogger yang menjadikan aktivitas blog mereka sebagai mata pencaharian utama mereka.
Blog Yang Disukai
Lalu bagaimana caranya untuk meningkatkan traffic page viewer dari blog yang kita miliki? Memahami ini, mari kita memahami diri kita terlebih dulu. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apa yang kita cari ketika berselancar di dunia maya? Yup. Informasi. Semua orang mencari informasi di internet. Semakin blog kita berisikan banyak informasi, maka besar kemungkinan jumlah page viewer akan meningkat.
Saat ini aktivitas blogging bagi sebagian besar orang hanya berfungsi sebagai catatan pribadi, penyimpan album keluarga, dan berbagai fungsi pribadi lainnya.
Jika kita ingin agar blog kita bisa menghasilkan uang, maka kita harus mampu menyajikan informasi kepada calon pembaca. Itu kuncinya, dan hanya itu satu-satunya cara yang saya sarankan. Memang bisa juga kita melakukan copy paste dari blog lain. Namun cara ini bisa menjatuhkan kredibilitas blog yang kita asuh. Pada awalnya mungkin bisa menarik banyak pengunjung, namun seiring waktu akhirnya kita mulai jenuh melakukan copy paste, dan pengunjung juga sudah jenuh dengan konten yang berisi materi copas.
“Sebenarnya yang menarik dari blogging itu adalah tuntutan pada diri kita sendiri untuk memahami potensi diri lalu memperdalamnya.” menurut salah satu kawan-kawan blogger saya. “Sebenarnya sama saja dengan menulis jurnal harian, tapi isinya lebih fokus pada satu bidang. Beda dengan catatan pribadi yang isinya lebih personal, jurnal harian ini membahas hal-hal yang saya kuasai, dan setiap  hari saya dipaksa untuk terus memperbarui pengetahuan saya” lanjutnya.
Yup. Blog yang lebih terarah memang mengandung lebih banyak informasi. Misalnya kita sangat menyukai dunia kuliner. Kita bisa menjadikan kuliner menjadi tema utama blog yang kita asuh. Konten semacam menu masakan, tips memasak, referensi tempat kuliner, dll. “Saya ga pernah ngerasa ini sebagai pekerjaan. Saya lebih merasa saya cuma menjalankan hobi, cuma bedanya saya dibayar untuk menjalankan hobi saya” sambil tertawa lepas..
So, tertarik untuk menjadi blogger?

Menjadi Pengusaha

PELAKU UKM - Pengusaha. Ada yang bilang menjadi pengusaha itu adalah bakat dari orang tua. Hmm… Mungkin masuk akal, karena memang lazimnya seorang anak dari seorang pengusaha biasanya akan meneruskan usaha orang tuanya. Tapi saya pribadi menolak pendapat itu. Menurut saya pengusaha itu terbentuk–oleh lingkungan. Bukan dilahirkan. Tidak pernah saya dengar ada yang bilang “Telah lahir pengusaha muda di RS Anu dengan berat badan sekian, panjang sekian, dan kelak akan menjadi pengusaha kayu terbesar di Indonesia”. Pernah dengar yang seperti itu? Saya yakin tidak.
Kelas-kelas manusia-manusia dalam mencari penghasilan saya bagi menjadi 3 kategori. Pertama, orang yang menetap bekerja pada orang lain atau sebuah perusahaan. Orang tipikal ini adalah orang-orang yang dibayar secara periodik oleh perorangan atau perusahaan yang memanfaatkan tenaga mereka. Sekilas orang-orang ini menempati “posisi aman”. Mereka secara rutin sudah memiliki jam kerja mereka sendiri, juga secara otomatis memiliki income tetap. Terlepas mereka adalah karyawan rendah, manager, direktur. Mereka adalah pekerja.
Kedua, orang yang tidak punya pekerjaan tetap. Percaya atau tidak, kategori ini adalah jumlah mayoritas dari keseluruhan jumlah masyarakat di Indonesia. Mereka bekerja serabutan, dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu bidang kerja ke bidang kerja lainnya. Ini bukan hal mudah tentunya, karena mereka dituntut untuk memiliki keterampilan dalam banyak hal.
Ketiga, para pengusaha. Orang-orang ini yang menurut saya adalah orang-orang tangguh yang menyanggupi untuk menanggung resiko. Pada dasarnya mereka bisa saja berawal sebagai karyawan, bisa juga sebagai pekerja serabutan. Bedanya, para pengusaha ini mampu melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya.

pengusaha

Jadi pengusaha itu adalah sebuah pilihan diantara beberapa pilihan dalam mencari penghasilan. Seperti kebanyakan orang Indonesia, opsi pertama untuk mendapatkan penghasilan adalah dengan bekerja pada orang lain atau sebuah perusahaan yang mampu memberi mereka gaji, baik harian, mingguan atau bulanan. Apapun, asalkan mereka mendapatkan penghasilan atas apa yang dikerjakan. Jika pilihan tersebut meleset akhirnya mereka menjadi pekerja serabutan. Opsinya pendek.
Berbeda dengan pengusaha. Meski mungkin awalnya mereka memulai karir mereka sebagai pekerja, namun mereka tidak pernah sedikitpun ingin menjadi pekerja. Itu sama sekali bukan tujuan akhir mereka. Tujuan akhir mereka adalah sejauh mimpi mereka. Tujuan akhir mereka selalu semakin jauh ketika satu tujuan telah tercapai. Artinya mereka tidak pernah merasa puas atas pencapaian yang mereka peroleh.
Well.. Anda termasuk yang mana nih?

Saturday, March 15, 2014

Kedelai Lokal Vs Kedelai Impor

Kedelai lokal
PELAKU UKM - Kedelai Lokal. Kedelai merupakan tanaman jenis kacang yang sangat vital pada industri tahu, tempe, kecap, serta bahan olahan kedelai lainnya. Di Indonesia, tanaman ini banyak tumbuh dan relatif cukup mudah didapat, namun anehnya masyarakat lokal justru lebih memilih kedelai impor. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh harga kedelai impor yang relatif lebih murah dan pasokannya juga lebih mencukupi ketimbang kedelai lokal.
Sebenarnya kegiatan impor memang perlu, dan tidak bisa dihentikan begitu saja. Semua mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi produsen tempe, kedelai impor lebih disukai, karena menghasilkan volume tempe yang lebih besar, sehngga dinilai lebih menguntungkan. Tapi sebaliknya, produsen tahu lebih memilih kedelai lokal, dengan alasan volume tahu yang dihasilkan kedelai lokal lebih tinggi ketimbang kedelai impor. Jadi jika melihat alasan tadi, sebenarnya impor juga masih sngat diperlukan, tanpa harus mengesampingkan produksi kedelai lokal. Hanya saja besar kemungkinan oknum pemerintah ini terus menerus mengijinkan impor demi “amplop” dari para importir. Mungkin..
Meski masyarakat sedang gandrung komoditi impor, terutama disini adalah kedelai, sedikit yang mengetahui bahwa kebutuhan kedelai nasional saat ini (2013) mencapai 2,2 juta ton pertahun—sumber dari Badan Pusak Statistik—sedangkan angka impor hanya sekitar 1,3 juta ton pertahun. Dengan hasil produksi kedelai nasional sebesar 850 ribu ton pertahun, jelas pangsa pasar budidaya kedeai ini masih sangat besar. Terlebih saat ini harga kedelai impor lebih tinggi dibanding kedelai lokal. Yang tadinya kedelai impor dijual Rp.3.000/kg, saat ini harga kedelai impor bisa mencapai Rp.8.000/kg. Hmmm… Selisih yang menarik bukan?
Kedelai di ikilim tropis memang tidak bisa tumbuh sebaik di negara-negara empat musim, karena umumnya negara-negara ini mempunyai panjang hari hingga 17 jam. Produksi yang bagus itu menyebabkan harga kedelai impor lebih murah dari kedelai lokal. Namun dengan kondisi Dolar yang berada di angka Rp.11.000/dolar, harga kedelai impor juga otomatis ikut melambung. Baiknya, kekurangan pasokan kedelai impor ini diimbangi dengan peningkatan produksi kedelai lokal.

Kebutuhan lahan budidaya kedelai seluas 1,3 juta hektar sebenarnya bisa di penuhi di Pulau Jawa saja, namun dari sekian banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa petani lebih suka menanam padi daripada kedelai. Karenanya dibutuhkan metode khusus untuk menanam kedelai di lahan yang seadanya.
Beberapa teknik penanaman kedelai nanti akan saya bahas di artikel selanjutnya. Sabar ya.

Sayuran Jepang


PELAKU UKM - Sayuran Jepang. Sayuran Jepang merupakan jenis sayur-sayuran yang memang berasal dari Jepang, namun sejak beberapa waktu kebelakang, peminatnya di Indonesia semakin bertambah seiring dengan semakin maraknya resto yang menyajikan menu masakan Jepang. Ditambah lagi banyak orang-orang Jepang serta Korea yang bermukim di Indonesia yang ingin merasakan masakan khas negaranya.

Jenis sayuran Jepang yang dibudidaya di Indonesia sangat variatif. Mulai dari Bayam Jepang, Terong Jepang, Lobak Jepang, Timun Jepang, Labu Jepang, Toge Jepang, Bawang Daun, Kabcha, Sawi Jepang, dll. Semuanya bisa ditanam di iklim Indonesia. Namun tingkat kebutuhan pasar jelas berbeda pada setiap varian. Berdasarkan permintaan pasar, biasanya permintaan dibagi menjadi 2 musim. Pada musim hujan, umumnya masyarakat lebih menyukai jenis sayuran dau, dan pada musim kemarau/panas, masyarakat lebih banyak menyukai sayuran umbi, seperti lobak dan lainnya.

Jenis sayuran ini sebenarnya sangat berpoteni untuk kebutuhan ekspor, namun karena belum banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi permintaan secara rutin dalam jumlah banyak. Kondisi ini otmatis menciptakan peluang bagi para pelaku usaha, karena persaingan belum begitu ketat. Terlebih sayuran jenis ini termasuk jenis sayuran yang berkualitas baik secara rasa maupun ketahanan, sehingga bisa membidik pasar kalangan atas yang memiliki daya beli tinggi. Terbukti hingga saat ini banyak sekali pelaku usaha yang membidangi sektor ini kewalahan memenuhi permintaan pasar. Karena belum banyak persaingan, maka produsen sayuran bisa menentukan harga sendiri, dan harganya pun tidak fluktuatif.

Harga sayuran Jepang ini bisa mencapai 3-5 kali lipat harga sayuran lokal. Kalaupun ada naik-turun harga, tetap saja masih lebih tinggi daripada ongkos produksi. Namun untuk menghasilkan produk berkualitas serta kontinyu, maka disarankan untuk membangun jaringan mitra atau membuat inti plasma agar kegiatan agribisnis bisa terus beroperasi.

Pada umumnya, karakter sayuran Jepang sama dengan sayuran untuk menu khas Eropa dan Amerika. Bisa hidup di dataran tinggi juga di dataran rendah. Untuk tanaman jenis umbi misalnya, lebih cocok ditanah di dataran tinggi dengan ketinggian minimal 800 mdpl, sedangkan sayuran lebih cocok ditanam di dataran dengan ketinggian antara 300-700 mdpl.

Untuk jenis tanaman sayuran sebenarnya sudah diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada tahun 1600-an. Jenis tanaman sayuran hingga saat ini sudah menjadi kultur masyarakat pegunungan untuk memenuhi permintaan dari masyarakat perkotaan. Hanya saja untuk masyarakat dan restoran Jepang pada khususnya menuntut kualitas lebih tinggi dari rata-rata, sehingga tidak semua petani mampu memenuhinya.

Sayuran Jepang saat ini lebih banyak dipasarkan untuk memenuhi permintaan resto dan swalayan khas Jepang, namun bisa juga dilempar untuk pasar umum. Untuk memperluas pemasaran sebaiknya pelaku usaha sering mengikuti pameran agribisnis atau menjalin hubungan dengan Dinas Pertanian, atau juga dengan menggunakan media internet.

Dalam pengiriman, jika pelaku usaha tidak memiliki mobil pengangkut yang dilengkapi cold storage, bisa disiati dengan melakukan pengiriman pada malam hari. Bisa juga dengan menggunakan styrofoam yang berisi es batu, sehingga sayuran tetap segar. Hal ini karena sayuran akan cepat layu pada suhu biasa. Bagi pemula, ada baiknya untu memulai sebagai supplier agar bisa memilii jaringan serta memahami betul seluk beluk produksi serta celah pasar, baru kemudian terjun sebagai produsen.

Namun, dengan segala potensi yang dimiliki sektor sayuran Jepang ini, kendala penyediaan benih serta SDM masih menjadi masalah. Benih hingga saat ini masih didatangkan langsung dari Jepang, dan harganya mahal. Untuk hal ini sekarang sedang diupayakan untuk pembibitan sendiri. sedangkan mengenai SDM, karena saat ini memang dunia pertanian kurang diminati oleh generasi muda. Hahaha… Kendaa terakhir nampaknya menjadi kendala klasik. “Kamu kalo sudah besar jangan jadi seperti Bapak ya (petani)”. Padahal menjadi petani sekarang ini sangat berpeluang melahirkan orang-orang sukses..

So.. Berminat? Omset hingga ratusan juta dengan asumsi keuntungan mencapai 40% dalam setahun bisa anda raih diidang ini..


Tuesday, September 10, 2013

Pelaku Usaha Furniture

Berikut ini direktori pelaku usaha furniture yang kami terima. Anda ingin mencantumkan usaha Anda di sini? Silahkan kirim data lengkap usaha Anda. Kami tidak memungut biaya apapun atas pemuatan informasi usaha Anda.

UD ISTIANA MEUBEL
Jl. Taman Siswa Pekalongan
Jepara
Tlp : 0821 3366 5537
Email : isty100@yahoo.co.id

GUDANG MEBEL JEPARA
Jl. Randulawang RT 01/02
Kelurahan Jetis
Kecamatan Sukoharjo (Barat Alun-alun Sukoharjo), Solo
Surakarta
Tlp : 0856 4204 3977, 0818 0252 9378, 0853 2783 9977
Pin Blackberry : 230961C8
Email : gudangmebel@gmail.com

BALI ARTI KREASINDO
Jl. Taman Ambengan 2X
Jimbaran
Denpasar - Bali
Telp : 0877 6113 3919
Email : pupar73@yahoo.com

Mau usaha anda juga dicantumkan di halaman ini? Silahkan isi form ini.

Monday, September 9, 2013

Pelaku Usaha Pelengkap Makanan

BUSUSAN INDO GLOBAL
Jl. Tukad Yeh Biu
Gg. Bumi Nyiur no. 29
Sesetan
Denpasar
Telp : 0813 5308 8343 (Yayak Eko Cahyanto)
Web : www.sambelbususan.com


Facebook : Sambelbususan
Twitter : @sambelbususan
Email : sambelbususan@gmail.com

Mau usaha anda juga dicantumkan di halaman ini? Silahkan isi form ini.