Tuesday, August 12, 2014

Perempuan sebagai Target Pasar

target pasar
PELAKU UKM. Perempuan dan belanja. Mungkin memang sama sekali tidak bisa dipisahkan begitu saja. Tentu Anda pernah mengalami dimana ada seorang teman perempuan Anda (atau mungkin Anda sendiri) yang mengeluh tidak punya baju untuk pergi ke sebuah acara nanti malam, padahal ketika membuka lemari ternyata isinya sudah penuh sesak dengan baju-baju berbagai corak, motif dan model.

Karena merasa tidak mempunyai baju yang pas, akhirnya memutuskan untuk pergi ke mall untuk mencari baju yang dirasa cocok. Akhirnya baju itu didapat juga, tentu dengan melakukan banyak sekali inspeksi dari toko ke toko, mencari perbandingan harga yang pas. Dan selagi mencari perbandingan, sudah pasti juga mampir ke outlet-outlet yang memajang tulisan "sale" atau "discount" terlebih dahulu.

Itulah perempuan. Seakan-akan kegiatan belanja sudah menjadi bagian dari keseharian bagi sebagian besar perempuan, terutama di kota-kota besar. Perilaku ini yang kemudian menjadikan perempuan sebagai salah satu target pasar untuk banyak sekali bidang bisnis, terutama fahion, kosmetik, perawatan tubuh dan berbagai bisnis yang berkaitan dengan perempuan.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Spire Research and Consulting menunjukkan bahwa angka total pengeluaran belanja dunia ini 65% berasal dari kontribusi belanja perempuan. Mungkin angka itu akan semakin bertambah setiap tahunnya seiring dengan semakin tinggi pula jumlah perempuan yang juga bekerja, karena mereka tentunya memiliki pendapatan pribadi, sehingga tidak selalu bergantung dari pendapatan suami.

Hal ini terjadi, karena perempuan merupakan konsumen yang memang cederung sangat mudah untuk dipengaruhi. Dengan melakukian iming-iming yang tidak terlalu muluk, biasanya perempuan akan mudah untuk tertarik. Sebagai contoh, produk sabun detergen akan menjadi pilihan karena memberikan hadiah seuah piring untuk pembelian dengan jumlah tertentu, atau tawaran "beli 2 gratis 1" pada produk sirup.

Harga adalah Segalanya

Salah satu faktor yang sangat berpegaruh bagi perempuan dalam memutuskan untuk membeli atau tidak adalah faktor harga. Perempuan bisa berjalan keluar masuk toko dalam mencari barang yang dicarinya. Perbedaan harga Rp.500 saja bisa menjadi faktor penentu. Tidak harus murah, tapi sebanding dengan apa yang didapat.

Ada 2 tipikal perempuan bila dilihat dari penilaian mereka terhadap harga. Ada yang semakin murah semakin dicari, ada juga yang semakin mahal justru yang sangat dicari. Tergantung dari kelas ekonomi biasanya.

Kecantikan Nomer Satu

Perempuan mana yang tidak ingin tampil cantik? Perempuan akan rela melakukan banyak hal untuk bisa selalu tampil cantik. Itulah sebabnya, tidak sedikit perempuan yang rela malkukan diet ketat, mengikuti latihan senam, yoga, mengkonsumsi suplemen, dll.

Karena kebutuhan itu, bisnis-bisnis yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan perempuan untuk senantiasa tampil cantik selalu ramai dan selalu dicari.

Nah, dengan sifat-sifat seperti ini Anda bisa menyusun strategi untuk memikat pasar perempuan. Misalnya, dari sisi komunikasi para marketer bisa menggunakan konsep cantik untuk menyasar pasar perempuan. Jangan lepaskan sisi ini ketika berkomunikasi dengan perempuan. Ingat-ingat juga bahwa perempuan itu sensitif terhadap harga. Artinya, bukan berarti harus selalu menawarkan harga paling murah. Tapi kita harus mampu memberikan sesuatu yang sebanding dengan apa yang mereka keluarkan.

Berikan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, maka dengan rela hati mereka akan mengeluarkan uang untuk itu. Kalau mereka merasa senang dengan apa yang kita tawarkan, perempuan tidak segan-segan merekomendasikannya kepada lingkungan sekitarnya atau bahkan menyebarluaskannya di media sosial. Perempuan adalah makluk yang sangat sosial. Kalau Anda lihat berbagai hasil riset, merekalah yang paling banyak menggunakan media sosial.

Perempuan pada dasarnya tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin dimengerti dan dipenuhi kebutuhan dan keinginannya. Pertanyaannya, sudahkah Anda memahami perempuan? Sekarang sudah bukan lagi zaman perempuan ikut apa kata orang tua dan suami. Mereka punya suara sendiri, dan suara itu terdengar sangat lantang saat ini. Siapkah Anda menghadapi hal ini? Well, siap atau tidak mereka sudah menjadi kekuatan yang sangat besar di pasar.

Semoga bermanfaat. Amin...

Saturday, August 9, 2014

Anda Harus Berhenti Berinvestasi Sekarang !!

investasi
PELAKU UKM. Berinvestasi itu bertujuan untuk memperoleh jaminan di masa depan. Baik berupa aset barang, uang, maupun aset lainnya. Tapi apakah melakukan investasi ada masa berhentinya? Berhenti berinvestasi? Ya. Apapun yang dilakukan  dalam hidup ini ada saat memulai, dan ada juga saatnya anda harus berhenti. Investasi juga tidak terkecuali. Suatu saat Anda harus memutuskan untuk berhenti. Ada periode di mana Anda harus berinvstasi, lalu periode di mana Anda menikmati hasilnya, yakni ketika masa tua atau masa tidak produktif lagi.

Tapi, kenyataannya masih banyak orang-orang yang bahkan belum sama sekali memulai untuk berinvestasi. Ada juga yang sudah berinvestasi, lalu tidak lama kemudian berhenti. Kemudian tidak sedikit pula yang terus-terusan melakukan investasi tapi sama sekali belum pernah menikmati hasilnya. Semua itu pastinya tidak benar, karena investasi merupaka kegiatan yang seharusnya mempunyai tujuan. Jika tujuan tersebut tercapai, maka kegiatan mestinya berhenti lalu kemudian beralih pada tujuan selanjutnya. Maka, sebelum kita berinvestasi, maka kita harus terlebih dahulu menentukan tujuan melakukan investasi.

Ada yang ingin asetnya tambah banyak, ada yang ingin memiliki rumah dan mobil. Pendeknya, keinginan-keinginan itu yang akhirnya menjadi tujuan seseorang berinvestasi. Tujuan bisa dibedakan menjadi tujuan jangka pendek, mengah, dan panjang.

Masalahnya, tidak sedikit kalangan yang tidak mempedulikan jangka waktu investasi ketika menempatkan dananya dalam suatu instrumen investasi. Yang dicari hanya imbal hasil yang besar dalam kurun waktu yang sesingkatnya. Ini bukan saja keliru, api juga membahayakan si pelaku investasi, karena sering kali pemilik dana berubah menjadi spekulatif. Mencari instrumen investasi beresiko tinggi. Tidak sesuai dengan karakteristik pemilik dana dan atau menempatkan dana pada instrumen investasi yang tidak dipahami. Alhasil, bukannya memperoleh hasil yang besar malah kehilangan dana dengan cepat, karena investasi yang dipilih gagal. Penting diperhatikan dan dilakukan, sebelum melakukan investasi, maka menentukan tujuan investasi dan jangka waktu investasi merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

Tujuan Investasi

Setidaknya ada 3 hal besar yang harus dijawab untuk mengkategorikan tujuan berinvestasi, yakni apakah hasil investasi diperlukan untuk menambah pendapatan bulanan, atau hasil investasi ingin dikumpulkan sehingga bisa membeli suatu aset baru, atau hasil investasi ingin diinvestasikan kembali, seperti peternakan uang?

Jiki hasil investasi dibutuhkan untuk menambah hasil pendapatan bulanan, berarti dana yang diinvestasikan tidak akan mengalamai penambahan nilai. Tujuan investasi adalah meminta dana yang Anda miliki "bekerja" sehingga memberikan pendapatan tambahan untuk membiayai kegiatan Anda sehari-hari. Tujuan seperti ini tentu sulit untuk memberikan imbal hasil investasi yang besar, karena tujuannya adalah kelanggengan hasil investasi. Dan untuk bisa langgeng, mestinya resiko dari kegiatan investasi tersebut harus rendah. Investasi yang dilakukan tidak boleh mengalami kecelakaan. Sayangnya, pada prakteknya, pilihan investasi dengan tujuan seperti ini tidak membuat pemilik dana bertambah kaya, karena hasil investasi akan habis dinikmati, sementara pokok invesatasi tidak bertambah, malah berkurang karena tergerus inflasi.

Bagaimana jika tujuan investasi anda adalah agar suatu ketika memiliki dana cukup untuk membeli aset baru? Katakan, Anda ingin membeli rumah yang lebh besar. Jika tujuannya seperti ini, maka yang menjadi faktor penentu adalah kapan keinginan tersebut ingin dicapai. Dalam kurun watu berapa lama Anda ingin mendapatkan hasil yang cukup untuk membeli rumah baru. Kemudian harus jelas juga apakah dana yang dibutuhkan itu hanya dari hasil investasi atau pokk ditambah hasilnya. Jika hanya dari hasilnya, tentu jangka waktu yang dibutuhkan akan lebih lama jika dibandingkan dengan pokok plus imbal hasilnya.

Lebih dari itu, jika hanya mengharapkan imbal hasil investasi untuk membeli aset baru, relatif kurang masuk akal karena imbal hasil lazimnya adalah setara dengan bunga pinjaman bank, jika aset yang dibeli menggunakan pinjaman bank. Dengan kata lain, hasil investasi hanyalah untuk membiayai pinjaman bank, sedangkan pinjaman itu sendiri akan dilunasi pada saat jatuh tempo dengan menggunakan pokok investasi. Kesimpulannya, investasi yang bertujuan untuk bisa membeli aset baru, sangat ditentukan oleh jangka waktu investasi itu sendiri.

Yang paling baik sesungguhnya adalah ketika investasi merupakan cara untuk menyiapkan kebutuhan finansial ketika memasuki usia tidak produktif. Invstasi dilakukan sedini mungkin, lalu imbal hasil secara terus-menerus ditambahkan ke dalam pokok investasi dan kemudian diinvestasikan kembali. Investasi seperti ini disebut dengan investasi untuk persiapan hari tua.

Konsumtif

Lalu bagaimana dengan harapan terhadap imbal hasil investasi tersebut? Hanya ada 2 jenis imbal hasil yang relevan, yakni, imbal hasil rendah dengan resiko rendah, dan atau ibal hasil moderat dengan resiko sedang. Jika usia Anda saat memulai investasi masih cukup muda, maka Anda boleh memilih instrumen investasi dengan resiko moderat. dalam konteks ini, yang diharapkan adalah imbal hasil yang lebih besar. Namun jika usia Anda memasuki usia "matang", sebaiknya memilih investasi dengan resiko rendah. Sebab yang diharapkan adalah kepastian akan imbal hasil, buka besarnya imbal hasil.

Jika investasi hanya untuk sekedar menambah penghasilan bulanan, sebaiknya hentikan investasi seperti itu. Kenapa? Karena hasil investasi yang Anda peroleh mata-mata akan dipergunakan untuk konsumsi, yang pada gilirannya akan mengubah gaya hidup Anda. Anda akan berupaya mendapatkan imbal hasil yang lebih besar ntuk memenuhi kebutuhan konsumtif Anda. Ujung-ujungnya, Anda bisa terjebak pada investasi spekulatif yang bukannya memberikan imbal hasil, tapi malah menghilangkan dana investasi Anda.

Jika tujuan investasi Anda seperti itu, sebaiknya berhenti berinvestasi. Kecuali Anda mengubah tujuan investasi Anda. Tapi jika investasi yang Anda lakukan memang bertujuan untuk meningkatkan aset dan apalagi bertujuan agar uang Anda bekerja sepanjang masa sehingga bisa dinikmati ketika Anda memasuki usia tidak produktif, maka itu disebut sebagai investasi sejati dan boleh Anda teruskan.

Semoga bermanfaat. Amin...


Friday, August 8, 2014

Guru Besar itu Bernama YOUTUBE

youtube
PELAKU UKM. Pengguna internet sekarang ini tentu sudah sangat mengenal dengan sebuah situs video blog bernama YouTube. Terlebih dengan semakin maraknya pengguna smartphone yang bisa mengakses internet dengan mudah, masyarakat menjadi begitu terbiasa dengan kehadiran YouTube. Banyak orang yang mengunggah berbagai video, dan tidak sedikit juga yang mengunduh berbagai video dari situs ini.

Selain sebagai sarana sosial media berbasis audio visual, YouTube muncul sebagai jawaban alternatif yang sangat baik untuk memperoleh berbagai informasi, karena berbentuk video sehingga lebih mudah dipahami, terlebih bagi masyarakat Indonesia yang umumnya kurang akrab dengan kegiatan membaca.

Hal ini juga berdampak pada penciptaan berbagai peluang usaha yang bisa di dapat dari berbagai video yang bisa di dapat di YouTube. Terbukti dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang mendapatkan keahliannya dari video-video yang didapat dari YouTube ini. Mulai dari menjadi seorang pengajar dengan mengunggah berbagai video tutorial, hingga membuka usaha di dunia nyata.

Ini yang dijalani oleh Ayung, seorang terapis pijat yang mendapatkan keahlian memijat dari YouTube. Berbekal jaringan internet dan kemauan keras, usaha terapi pijatnya sekarang ini cukup di kenal di Bandung sebagai pijat panggilan online. Meski tidak membuka tempat praktek pijat, usahanya mendapat apresiasi tersendiri di mata konsumen. "Saya cuma punya tenaga dan kemauan. Ilmu pijat saya dapat dari mengunduh berbagai video terapi pijat di YouTube. Setelah praktek uji coba ke keluarga, baru kemudian saya percaya diri memasarkan jasa saya untuk orang lain". Ia memperkenalkan usahanya melalui jaringan online, juga dengan membagikan selebaran pada event mingguan seperti car free day, atau event-event lainnya.

Lalu ada juga Popy, seorang ibu rumah tangga yang sekarang disibukkan dengan orderan kue kering, terlebih ketika masa lebaran. "Saya mulai belajar dari video-video di YouTube, soalnya untuk kursus pembuatan kue rasanya kk terlalu mahal. Selain dari YouTube saya juga sering ikut kelas-kelas online di grup Facebook".

Mudah dimengerti

Rasanya semua orang setuju bahwa visualisasi lebih mudah ditangkap daripada literasi, terlebih untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. YouTube sangat cocok dalam memenuhi kebutuhan ini, karena memang YouTube menyajikan video sebagai fitur utamanya. Orang-orang bisa saling mengunggah berbagai video mengenai banyak hal, termasuk berbagai video tutorial ataupun video liputan, juga tema lainnya.

Anda bisa belajar banyak dengan menyimak berbagai pilihan video yang ada dengan mengetikkan kata kunci yang Anda cari.

Selalu lakukan uji coba

Seperti halnya belajar, tentunya dibutuhkan suatu uji coba terlebih dahulu sebelum akhirnya siap menjadikannya sebuah bisnis yang nyata. Berbeda dengan menimba ilmu dari kelas kursus di mana Anda bisa secara langsung menyaksikan juga melakukan praktek secara instan, dengan menyimak video dari YouTube Anda hanya bisa melihat video, tanpa bisa secara langsung mempraktekkannya.

Untuk itu, Anda harus selalu melakukan sendiri praktek uji coba terlebih dahulu sebelum memasarkan apa yang Anda pelajari. Jika Anda membutuhkan saran, Anda bisa menyimak kolom komentar pada video bersangkutan apakah persoalan yang Anda hadapi sudah pernah dibahas sebelumnya atau belum. Jika belum, maka Anda bisa menghubungi pemilik video pada kolom komentar.

Jangan takut berbagi

Seperti diri Anda pada awalnya, selalu ada saja orang yang juga sedang mencari referensi untuk mempelajari sesuatu. Jika Anda telah menguasai sebuah ilmu dari YouTube, maka saatnya Anda berbagi pengalaman Anda. Jangan menyimpan semua pengalaman Anda sendiri, tapi bagikan kepada orang lain yang mungkin juga membutuhkan ilmu yang sudah Anda kuasai.

Dengan berbagi pengalaman, Anda juga secara otomatis mengulang kembali apa yang sudah Anda pelajari. Anda akan mendapat banyak keunungan dengan berbagi pengalaman ini. Pertama, Anda tidak akan lupa dengan apa yang sudah Anda pelajari, karena Anda terus menerus mengulangi apa yang Anda pelajari itu dengan berbagi. Kedua, Anda akan memperluas jaringan komunikasi bisnis Anda. Ketiga, Anda memiliki tabungan pahala tentunya. Lalu terakhir, jika Anda menuangkannya pada blog atau mengunggah video  pengalaman Anda di YouTube, Anda bisa memonetisasi konten Anda tersebut sehingga Anda bisa berbagi ilmu sekaligus mendapat komisi dari iklan yang muncul pada konten Anda.

Bagaimana, masih beralasan tidak punya ilmu untuk melakukan usaha sendiri? Semuanya tidak ada yang tidak mungkin jika memang ada kemauan bukan?

Semoga bermanfaat. Amin...

Tuesday, August 5, 2014

Ini yang Harus Dipenuhi Oleh Pebisnis Pemula

memulai bisnis kecil
PELAKU UKM. Ada pepatah lama yang berbunyi "alon-alon asal kelakon. Lalu ada juga kata orang bijak "sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil dulu". Pendapat tersebut juga pastinya berlaku juga bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha besar. Apa saja langkah-langkah yang sebaiknya diambil? Ada banyak cara untuk memulai sebuah bisnis yang tentunya bermula dari bisnis kecil. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda simak ketika Anda akan memulai sebuah bisnis kecil.
  • Model bisnis
Ketika akan memulai sebuah bisnis, hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu membuat model bisnis. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat bisnis yang sudah ada di sekitar Anda. Coba cari bisnis yang terbukti sukses di pasaran. Namun bukan berarti Anda harus menjiplak bisnis yang sudah ada. Anda harus melakukan inovasi untuk membuat bisnis tersebut lebih sempurna.
  • Investasi
Beberapa pelaku bisnis pemula biasanya melakukan investasi ke usaha yang sedang dijalani. Jika Anda melakukan ini, Anda harus menerima semua resiko yang terjadi jika ternyata bisnis yang Anda jalani kurang sukses. Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengajak rekan sebagai partner bisnis. Jika memungkinkan, ajak rekan Anda sebagai investor bisnis.
  • Kerja keras
Siap memulai sebuah usaha artinya Anda siap untuk bekerja keras. Maklum, awal-awal usaha Anda akan bekerja tanpa karyawan. Oleh sebab itu jika Anda ingin membuka usaha, Anda berperan panuh dalam proses produksi, sampai distribusi.
  • Rekrut karyawan
Jika memiliki modal lebih, Anda bisa memulai usaha dengan merekrut beberapa karyawan. Namun pastikan karyawan yang dipilih memiliki kapasitas yang sesuai. Jangan sampai merekrut karyawan karena pertimbangan gaji yang murah, apalagi jika bisnis Anda berhubungan dengan pelayanan dan jasa.
  • Utamakan kelebihan
Ketika memulai bisnis yang memiliki banyak pesaing, Anda akan mengalami kesulitan ketika akan memasarkan produk. Pebisnis dengan harga yang sangat murah untuk berkompetisi dengan pesaing. Langkah ini memang tidak salah, tapi lebih baik Anda menjual kualitas dibandingkan dengan harga. Sekedar saran, beberapa media sosial bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan kelebihan produk Anda.
  • Pahami segala pengeluaran
Berapa uang yang dibutuhkan untuk membuat sebuah usaha isa berjalan? Hal ini tentu harus menjadi pengetahuan dasar. anda bisa menghitung besarnya biaya yang harus dikeluatkan, biasanya hari H, mingguan, bulanan, tahunan. Misalnya biaya sewa toko, gaji karyawan, listrik, tinta printer. dll..

Semoga bermanfaat. Amin...


Monday, August 4, 2014

Tetap Semangat Bekerja Pasca Libur Lebaran

libur lebaran
PELAKU UKM. Pasca liburan panjang termasuk liburan lebaran rasanya masih malas untuk beraktifitas dalam kesibukan bekerja sehari-sehari. Hal ini sangat wajar dirasakan, apalagi saat mudik. Anda juga pasti lelah karena sibuk bersilaturahi dengan orangtua, sanak saudara dan keluarga. Tentunya butuh semangat baru untuk kembali ke kesibukan harian Anda yang mungkin padat. Beberapa tips ini mungkin bisa membantu Anda untuk bisa kembali semangat Anda setelah liburan :
  • Jadikan liburan sebagai momen Anda untuk melakukan kegiatan menyenangkan
Liburan panjang jangan digunakan untuk melakukan hal-hal yang berat termasuk bekerja lagi. Tetapi lakukan liburan untuk hal-hal yang menyenangkan, refreshing, dan menyegarkan kembali pikiran dan jiwa Anda. Bagi Anda yang memaknai liburan untuk melakukan hal yang menyenangkan, ada baiknya membuat planning kegiatan apa saja yang ingin Anda lakukan selama masa liburan. Jika sudah merasa puas dengan liburan Anda maka Anda akan semangat kembali untuk melakukan rutinitas.
  • Jadikan akhir libur lebaran sebagai semangat untuk menghadapi tantangan baru
Tanamkan dalam diri Anda agar di masa akhir liburan adalah awal untuk menghadapi tantangan yang baru. Anda harus selalu bersikap positif terhadap tantangan yang baru. Biarkan apa yang terjadi di masa lalu tidak membuat Anda urung menghadapi tantangan baru tetapi justru Anda harus lebih bersemangat untuk hal tersebut.
  • Awali dengan santai dan menyenangkan
Menyesuaikan diri dengan rutinitas selesai libur panjang seperti libur lebaran memang bukan hal yang mudah, wajar jika ritme tubuh kita belum normal. Oleh karena itu mulailah pekerjaan dengan pelan dan yang mudah terlebih dahulu sampai tubuh dapat menyesuaikan ritme yang normal. Ada baiknya Anda mencatat daftar yang harus Anda kerjakan, mulai dari yang terpenting. Dengan jadwal yang terencana, pekerjaan yang menumpuk akan selesai tepat waktu.
  • Bawa makanan
Bagi Anda yang tidak menjalani puasa syawal, Anda bisa membawa makanan sisa lebaran untuk dimakan bersama rekan kerja. Selain untuk menambah persaudaraan, makanan akan mensuplai kebutuhan tubuh yang belum sepenuhnya siap untuk beraktivitas rutin.
  • Buat acara dengan teman
Berkumpul dengan teman akan membakar semangat Anda. Oleh karena itu tidak ada salahnya selesai jam kantor berkumpul dengan teman-teman untuk sekedar halal bihalal. Kebersamaan bersama teman akan menghilangkan rasa malas Anda.
  • Set pulang liburan 1-2 hari sebelum masuk rutinitas kembali
Ini tips bagi Anda yang berlibur lebaran dengan kampung halaman yang jauh. Ada baiknya harus pulang 1-2 hari sebelum hari masuk rutinitas. Hal ini untuk menghindari kelelahan fisik yang dialami selama perjalanan. Anda juga butuh istirahat yang cukup agar ketika besok harus masuk kembali Anda harus semangat dab dala keadaan yang bugar.
  • Awali masa habis liburan sebagai masa yang baru dengan penuh harapan
Setelah liburan banyak orang berpikir bahwa mereka akan kembali pada dunia rutinitas yang melelahkan. Anda harus merubah mindset tersebut agar kembali dari liburan dapat menatap sebuah masa depan beru dengan penuh harapan. Awali masa masuk kerja tersebut dengan penuh rasa syukur. Berpikir positif dan tetap semangat.

Semoga bermanfaat. Amin..


Saturday, August 2, 2014

Menanam Pada Media Batang Pohon Pisang

media batang pohon pisang
PELAKU UKM. Tidak pernah ada habisnya inovasi yang dibuat oleh manusia. Termasuk dalam bidang agrikultur. Selama ini orang-orang lebih mengenal sistem tanam hidroponik sebagai alternatif sistem penanaman konvensional. Namun kendala pada penerapan sistem hidroponik ini terbilang cukup rumit dan membutuhkan pengetahuan yang mumpuni, karena meskipun terlihat mudah, ternyata sistem hidroponik ini memang cukup rumit.

Belakangan ini ternyata batang pohon pisang juga bisa digunakan sebagai media tanam yang baik. Meski hanya bisa diterapkan untuk beberapa jenis tanaman saja, mengingat kapasitas dari batang pisang itu sendiri yang tidak mungkin sebagai media tanaman yang terlalu besar. Tanaman sayuran seperti sawi, pakcoy, seledri, dan berbagai tanaman sayur lainnya.

Batang pisang ini telah banyak digunakan untuk berbagai fungsi lain karena kandungan yang dimilikinya. Nutrisi yang terdapat pada batang pohon pisang ini sangat bermanfaat sebagai media tanam. Kelebihan lainnya adalah bahwa batang pohon pisang mengandung 80% air, sehingga selama batang pohon pisang belum kering tanaman bisa bertahan tanpa harus disiram.

Caranya cukup mudah :


  1. Siapkan batang pohon pisang. Anda bisa membuat penyangga dari kayu atau menggantungnya menggunakan kawan atau tali tambang. Usahakan batang pohon pisang tidak menyentuh tanah, karena akan mempercepat proses pembusukan batang pohon pisang tersebut sehingga mempersingkat usia penggunaan.
  2. Beri lubang pada batang pohon pisang sedalam kurang lebih 10 cm dengan diameter seukuran gelas air mineral. Jarak antara lubang sekitar 10 cm. Setiap satu batang pohon pisang bisa digunakan sebanyak 2 lajur lubang.
  3. Masukkan tanah beserta sampah organik pada lubang-lubang tersebut, lalu diamkan selama 2-3 hari sebelum media siap untuk ditanami. Ini berfungsi untuk menetralisir kandungan asam yang terdapat pada getah batang pohon pisang.
  4. Setelah siap, masukkan benih sayuran yang sudah Anda siapkan.
  5. Batang pohon ini rata-rata bisa digunakan sebanyak 2-3 kali masa tanam, tergantung kondisi lingkungan.
Teknik ini terbilang lebih mudah daripada sistem hidroponik karena persiapannya sangat mudah dan bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat. Satu lagi, pengaplikasian teknik budidaya tanaman menggunakn batang pohon pisang ini bisa dilakukan di area yang sempit sekalipun, asalkan terkena sinar matahari.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin...


Friday, August 1, 2014

Entrepreneur Itu Harus "Be Yourself"

be yourself
PELAKU UKM. Entrepreneurship atau kewirausahaan mempunyai arti yang sangat luas. Meskipun sangat banyak sekali orang yang mengklaim dirinya sebagai seorang entrepreneur, pada kenyataannya entrepreneur adalah sebuah bidang pekerjaan yang sangat unik, karena memiliki gambaran yang berbeda dari setiap pelakunya mengenai kesuksesan dan bagaimana cara untuk mencapainya.

Jika itu merupakan jalan hidup Anda, mengapa Anda tidak bisa menjadi diri Anda sendiri saja? Jawabannya adalah faktor eksternal. Keluarga, teman, lingkungan sosial, kesuksesan, uang, dan lain sebagainya. Semua itu kemudian menjadi beban pibadi Anda dan kemudian semakin menjauhkan diri Anda dari Anda yang sebenarnya.

Bila semua tekanan tesebut mulai menggerogoti diri Anda, berikut ini 3 alasan mengapa Anda harus tetap menjadi diri Anda sendiri :

Menjadi diri sendiri membuat Anda lebih berani

Untuk bisa menjalankan bisnis sendiri memang membutuhkan keberanian. Menjadi berani bukan berarti Anda tidak memiliki rasa takut atau tanpa keraguan, tapi lebih kepada menjadikan rasa takut dan keraguan sebagai radar yang menuntun langkah Anda, dan menjadikan bisikan untuk menyerah sebagai cambukan untuk terus melangkah.

Anda bisa dan berhak menentukan seberapa jauh harapan orang lain terhadap diri Anda dan mempengaruhi diri Anda. Tentukan batasan sampai mana Anda mau mendengar dan menurut, lalu Anda kembali pada tujuan awal Anda.

Menjadi diri sendiri bisa membangun kepercayaan diri

Ketika Anda menjalani hidup dengan menjadi diri sendiri, membiarkan hal-hal unik dan menarik dari diri Anda keluar dengan bebas, maka Anda akan menemukan seuatu yang sangat luar biasa yang bisa menjadi modal utama Anda dalam menjalani usaha Anda : rasa percaya diri Anda.

Mampu menghadapi tantangan dan memiliki keberanian untuk melaluinya tentu saja bisa sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Semakin Anda membiarkan diri Anda untuk menjadi diri sendiri, Anda akan semakin percaya pada diri Anda sendiri. Seperti efek bola salju yang akan terus membantuk diri Anda menjadi pribadi yang lebih besar lagi dengan sendirinya.

Menjadi diri sendiri mendorong anda untuk menghargai orang lain

Ketika Anda ingin menjadi diri sendiri, maka Anda juga harus belajar untuk memberi kesempatan pada orang lain menjadi diri mereka sendiri. Terkadang kita ingin kebebasan dalam menentukan diri kita sendiri, namun kita justru sering memaksakan kehendak pada orang lain yang tidak memiliki pandangan yang sama dengan kita.

Anda tentu pernah berada pada situasi ketika Anda menemui seseorang yang mempunyai pandangan yang jauh berbeda dengan Anda. Bagaimana Anda menyikapinya? Menjadi diri sendiri ternyata sangat besar pengaruhnya bagi diri Anda untuk membangun rasa peduli dan menghargai terhadap orang lain. Ini bisa menjadi sebuah landasan emosional Anda kelak.

Ketiga alasan itu yang harus Anda ingat, karena jika Anda mulai memiliki pemikiran "orang lain selalu benar", maka Anda tidak akan pernah menjadi seorang entrepreneur yang sebenarnya, karena langkah Anda selalu ditentukan oleh persepsi , pengharapan dan arahan orang lain terhadap Anda.

Semoga bermanfaat. Amin..