Friday, April 11, 2014

Teknik Budidaya Cabe di Green House

Syarat Iklim
Cabe bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga tidak heran para petani cabe menyebar di beberapa daerah seperti Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Cianjur, sepanjang Pantura, Sleman, Magelang, Bantul, Malang, Probolinggo, Padang dan Palembang.
Persiapan Lahan
Pertama-tama lahan kebun yang akan digunakan digemburkan dan dibuat gundukan (bedengan) dengan jarak antar bedengan sekitar 60 cm. Adapun panjang bedengan mulai dari 10-20 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 30-40 cm. Agar kaya akan nutrisi, bedengan ditaburi pupuk kandang 200 kg/hektar. Diantara bedengan dibuat saluran pembuangan air berlebih sehingga tidak mengendap di bedengan yang dapat menyebabkan akar membusuk. Kemudian dibuat green house yang terbuat dari bambu dengan atap plastik ultraviolet (UV). Dengan cara ini , tanaman dijamin cukup terlindungi dibandingkan dengan cara konvensional tanpa green house. Penggunaan plastik UV berpengaruh terhadap proses fotosintesis yang lebih efektif pada daun, melindungi tanaman dari hujan dan menjaga kestabilan suhu udara di bawahnya.
Kemudian plastik mulsa diselimutkan diatas bedengan, lalu dilubangi dengan jarak 10 cm antar tanaman dalam satu baris dan 20 cm antar baris. Jadi dalam 1 bedengan bisa dibuat 3 baris memanjang. Untuk melubangi plastik mulsa bisa menggunakan kaleng bekas diameter 10 cm yang telah di panaskan sehingga plastik gampang berlubang.
Penyemaian
Sebelum cabe ditaman dalam bedengan, benih cabe di semai dalam tray (wadah berbahan plastik untuk persemaian). 1 tray bisa menampung sekitar 100 benih cabe. Agar hasilnya bagus, sebelumnya benih di rendam dalam larutan enzim SolBi 3 tetes yang diencerkan dengan air sebanyak 200 ml mulai dari pukul 8 malam hingga pukul 7 pagi.
Benih-benih yang tenggelam dipilih untuk di tanam dalam tray yang telah di isi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang yang halus. Selama penyemaian benih di semprot air sekali sehari dengan spray kecil. Dengan cara ini, bibit kecil dari tray bisa lebih cepat dipindahkan ke bedengan setelah tanaman tumbuh 5 daun dan tinggi 7-8 cm atau selama 15 hari setelah benih ditanam.
Penanaman dan Pemeliharaan
Sebelum di tanam, bedengan dibasahi dengan air. Bibit sebaiknya tidak dicabut, melainkan cukup dengan merenggangkan tray sehingga perakaran tidak rusak ketika ditanam dalam lubang tanam. Selanjutnya, bibit yang telah ditanam disiram 2 kali seminggu, agar kelembaban di bawah mulsa plastik tetap terjaga dan tidak terjadi kebusukan. Sedangkan untuk penyiangan gulma dilakukan 2 kali semasa tanam.
Sementara pupuk sintetis NPK Mutiara (warna biru) atau NPK Cantik (warna putih) diberikan 2 kali sebulan. Pada pemupukan sintetis pertaman ditambahkan enzim SolBi dengan dosis 1 kg pupuk NPK dengan 1 botol (30 ml) SolBi yang dilarutkan dalam 200 ltr air.
SolBi merupakan enzim yang berfungsi menyeimbangkan kandungan unsur hara tanah, sehingga meski ditanam dalam jarak yang sangat rapat, akan tetap terpenuhi nutrisinya. Ukuran cabe yang dihasilkan pun tetap besar dan panjang. Selain itu penambahan enzim yang dilakukan tiap sebulan sekali ini juga dapat memperpanjang masa tanam hingga mencapai 11 bulan dari normalnya 7 bulan.
Yang perlu diperhatikan adalah kelembaban kebun agar terhindar dari penyakit yang biasa menyerang cabe seperti layu fusarium dan patek/antraknosa yang kerap muncul ketika kelembaban tinggi. Sedangkan untuk hama yang sering muncul adalah trips, yakni serangga yang cepat berkembang biak yang dapat diatasi dengan menyemprotkan insektisida merek apa saja.
Panen
Kriteria cabe yang siap panen, yakni dengan tingkat kemerahan sekitar 90% (sebagian besar merah). Panen perdana bisa dilakukan 2 bulan setelah tanam. Cara menanam cabe di green house ini dinilai lebih cepat dibandingkan dengan metode biasa yang baru bisa di panen setelah empat bulan. Buah cabe di petik bersama tangkainya agar ketahanannya lebih lama dalam pendistribusian. Setelah di panen, cabe tidak perlu di cuci karena dengan cari ini tampilan buah sangat bersih. Cabai dimasukkan dalam kardus atau plastik karung.
Dengan cara penanaman seperti di atas, cabe bisa tahan lama dalam keadaan baik sampai 2 minggu pada suhu ruangan. Sedangkan apabila dimasukkan dalam freezer bisa tahan sampai 45 hari.

Budidaya Jambu Mutiara

Hadirnya jambu biji mutiara asal Thailand yang baru dikembangkan sejak tahun 2009 lalu rupanya diterima baik oleh masyarakat. betapa tidak, jambu biji berdaging putih ini rasanya sangat manis, banyak air dan berbiji sedikit. Pantas saja pakar buah dan perkebunan yakin varietas jambu biji ini akan meroket dan menjadi primadona dalam beberapa tahun kedepan. Ukurannya lebih besar 0,3-0,7/butir dan memiliki 3-4 biji dalam daging buahnya.
Bibit jambu biji mutiara didatangkan langsung dari Thailand oleh Narin Watana Anurak, penangkar dan pembibit buah asal Thailand yang lama menetap di Karawang. Awalnya hanya mencoba-coba, namun ternyata jambu biji mutiara itu tumbuh subur di Karawang. Setelah itu baru kemudian Ia mengenalkan pada petani setempat pada tahun 2009.
Lebih Unggul
Jika dibandingkan dengan jambu biji kristal asal Taiwan yang diminati di supermarket dan toko buah, tentu jambu biji mutiara ini memiliki peluang yang lebih bagus. Alasannya biji jambu mutiara ini lebih sedikit, bahkan bisa dibilang tidak ada bijinya, sedangkan jambu biji kristal memiliki 3% biji dalam buahnya. Rasa jambu biji mutiara juga lebih manis.
Bagi petani, jambu biji mutiarapun lebih diminati, karena perawatan yang mudah dan tanaman ini cukup rajin berbuah. Menariknya lagi, jambu ini juga bisa dijadikan tanaman buah dalam pot (tambulampot) dan sudah bisa dipanen mulai 7 bulan sejak ditanam. Namun setiap pemilik kebun memiliki teknik yang berbeda, sehingga waktu panennya juga berbeda-beda.
Jambu biji mutiara memiliki warna kulit yang hijau muda mengkilap karena dilapisi lapisan lilin sehingga tidak disukai serangga, dagingnya berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat seperti apel dan rasanya lebih renyah dan banyak air. Jambu jenis ini juga bisa tahan hingga 5 hari setelah dipetik pada suhu ruang dan bisa 2-3 minggu jika disimpan di pendingin.
Yang unik adalah bahwa buah ini memiliki bentuk yang berbeda tergantung buah itu tumbuh. Jika buah tumbuh pada cabang muda maka bentuk bulatan buahnya menjadi tidak rata (bergelombang). Sedangkan juka buah tumbuh pada cabang tua, maka bulatan buahnya lebih mulus dan tidak bergelombang. Agar lebih mempercantik penampilan buah, sebaiknya buah jambu dibungkus dengan plastik sejak ukuran buah sebesar telur puyuh. Tujuannya adalah supaya kulit lebih berwarna hijau muda cerah dan mulus.
Prospek
Karena terbilang masih varietas baru, belum banyak petani yang menanam jambu jenis ini secara besar-besaran. Sampai saat ini masih bisa dikatakan jumlah pembudidaya jambu mutiara ini masih sangat terbatas, sedangkan permintaan pasar sudah cukup besar.
Teknik  Budidaya
Buah dengan kandungan vitamin C cukup banyak ini bisa ditanam baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, namun tidak tahan dengan serapan air asin, sehingga tidak cocok ditanam dekat laut. Paling tidak tanaman ini ditanam pada ketinggian antara 500-1200 mdpl. Namun jika ditanam di dataran tinggi yang cukup dingin bisa menghambat pertumbuhan buah. Adapun suhu idealnya sekitar 23 -28 derajat dengan tingkat curah hujan 1000-2000 mm/tahun.
Jambu biji mutiara idealnya ditanam dengan jarak tanam 2-3 meter antar tanaman. Maka jika dari lahan 1 hektar bisa ditanam antara 800-1100 pohon. Sebagian besar pembudidaya jambu biji mutiara menanam bibit dari hasil cangkok maupun okulasi. Bibit hasil cangkok biasanya berbuah lebih cepat namun tanaman akan lebih cepat mati dan kurang kokoh karena berakar serabut sehingga perlu disanggah menggunakan kayu. Berbeda dengan bibit hasil okulasi, meski membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, namun umur tanaman bisa lebih panjang dan lebih kokoh karena berakar tunggang. Satu batang bibit ukuran 40 cm dijual dengan harga Rp.35 ribu/batang.
Sebelum ditanam, lahan diberi pupuk kandang sebanyak 2 ton/hektar. Lalu bibit ditanam dengan jaran 3×3 meter dan selama pemeliharaan tanaman cukup disiram seminggu sekali. Agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi pemupukan dengan pupuk kandang 2 bulan sekali sebanyak 4 ton/hektar dan pada bulan ke-4 bisa diberikan KCL atau Goldstar maupun probiotik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pohon jambu biji mutiara ini bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 6 meter, untuk itu setiap 23- bulan lakukan pemangkasan tajuk atas sehingga pohon tumbuh kesamping.
Dalam waktu 7 bulan setelah ditanama, jambu biji mutiara sudah bisa dipanen dengan ukuran jambu 300-800 gram dan ukuran yang paling diminati adalah 500 gram/buah. Di tahun pertama satu pohon bisa berbuah hingga 50 kg/tahun, dan meningkat di tahun kedua hingga 100 kg/pohon/tahun.
Pemasaran
1 kg jambu biji mutiara di jual dengan harga Rp.12 ribu ditingkat petani, dan Rp.15 ribu di toko/swalayan. Permintaan jambu biji mutiara ini sangat tinggi. Dari 1 toko buah saja bisa meminta rata-rata 50 kg buah/hari. Sementara ini pemasaran memang masih terbatas di seputaran pulau jawa saja, yang artinya masih banyak peluang untuk daerah lain.
Kendala
Jambu biji selama ini belum ada yang bersertifikat, karena pemerintah sendiri yang menyulitkan proses sertifikasi. Padahal banyak pelaku usaha pembibitan yang masih skala kecil. Berbeda dengan pemerintah Thailand yang banyak memberi kemudahan pada proses administrasi agribisnis.
Adapun hama yang biasa menyerang antara lain belalang, ulat daun bulu, dan semut. Untuk mengatasinya bisa diberikan insektisida berupa Curacron sebanyak 1 tutup botol (10 ml) yang di encerkan dalam 4 liter air. Untuk belalang biasanya akan kabur ketika proses penyemprotan. Sedangkan penyakit yang menyerang biasanya terjadi pada musim hujan berupa jamur yang menyebabkan karat batang. Ini bisa diatasi dengan penggunaan fungsida berupa Antracol atau Decis. Dalam perkebunan sebaiknya penyemprotan dilakukan sebulan sekali atau ketika terserang disemprot seminggu sekali secara bergantian.
Lebih Untung Menjadi Pembibit
Jika dibandingkan dengan pembudidaya, usaha pembibitan akan lebih menguntungkan, sebaba lebih mudah, lebih cepat laku, dan tidak perlu lahan yang luas karena bisa menggunakan polybag. Harganya juga lebih mahal perbatang ketimbang buah jambunya. Bahkan meski lokasi kebun pembibit berada di pelosok, akan tetap dicari orang yang membutuhkan bibit. Apalagi permintaan sangat tinggi namun pelaku pembibitan belum banyak. Maka jia pembudidaya buah bertambah, maka akan diperlukan bibit dalam jumlah besar.
Menjadi pembibit jambu biji mutiara bisa mendatangkan omset hingga Rp.100 juta dari perkiraan lahan seluas 1,3 hektar dengan tingkat keuntungan 90% atau Rp.90 juta. Sedangkan bagi pembudidaya buah yang menanam sebanyak 840 pohon diatas lahan 1 hektar omset perbulannya sekitar Rp.42 juta dengan keuntungan sekitar 17%.


[ INGIN USAHA ANDA KAMI MUAT PADA HALAMAN DIREKTORI PELAKU USAHA? SILAHKAN ISI FORM INI. GRATIS ]

Jejaring Sosial (Marketing Masa Kini)

social media
Komunikasi. Di era sekarang, komunikasi menjadi sangat penting. Jauh lebih berperan dalam menentukan pemenang pada setiap aspek usaha. Pergeseran-pergeseran standar pada beberapa segi dalam bidang usaha seiring pesatnya teknologi membuat para pelaku usaha dituntut untuk terus melakukan inovasi dengan lebih cepat dibanding masa-masa sebelumnya.
Jika sebelumnya media surat menyurat menjadi begitu adidaya menguasai lini telekomunikasi selama beberapa ratus tahun, era itu kemudian bergeser ketika pertama kali ditemukan telepon. Hampir disetiap jenis usaha, piranti telepon adalah sebuah alat wajib untuk mempermudah komunikasi. Tapi semua itu juga punya masa jaya, lalu beralih pada hal lain yang lebih canggih ketika internet mulai dikenal masyarakat.
Sekarang ini penetrasi pasar tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama. Promo-promo harus dilakukan menggunakan metode baru yang kreatif. Harus kita akui, sekarang adalah era internet. Jadi jika kita ingin survive, mau tidak mau kita juga harus menguasai dunia maya. Terlebih sekarang internet sudah bisa dinikmati hampir disetiap rumah di Indonesia, artinya dengan menguasai dunia maya, kita bisa melakukan penetrasi pasar kesetiap rumah, langsung, tanpa kita harus mengeluarkan tenaga ekstra. Hal ini bisa dilakukan, karena kita tidak hadir secara fisik, namun hanya berupa informasi di internet, dan informasi yang kita posting bisa diakses oleh calon pelanggan.
Pada dunia maya, ternyata juga punya masa kejayaan masing-masing. Jika dulu situs-situs resmi dibuat sebagai kantor virtual, begitu resmi, kaku. Super formal. Sekarang paradigma itu sudah lama ditinggalkan. Orang-orang sekarang tidak lagi tahan dengan yang serba formal. Orang-orang sekarang lebih suka berinteraksi langsung dengan “manusia”, buka cuma sekedar mensin penjawab telepon. Buktinya? Banyak..
Dari sekian banyak situs yang beredar di internet, situs apa yang paling sering dikunjungi? Yup. Jawabannya sudah pasti situs jejaring sosial. Situs-situs ini adalah rajanya internet. Situs ini bisa sukses karena secara langsung telah memenuhi salah satu kebutuhan utama kita sebagai makhluk sosial, yakni untuk saling berkomunikasi. Jutaan orang terhubung lewat media sosial ini. Mereka bisa berinteraksi langsung dengan orang lain secara “langsung”. Ini yang menjadi kunci sukses.
Jejaring sosial menjadi begitu sukses menghapus semua dinding jarak antar tiap individu, termasuk antara produsen, distributor serta konsumen. Kesuksesan para pelaku usaha yang aktif memanfaatkan jejaring sosial sebagai salah satu media usaha sudah banyak kita dengar ataupun kita baca. Ada cerita sukses dari produk KERIPIK MA ICIH, KERIPIK KARUHUN, BROWNIES AMANDA, dll. Mereka adalah brand yang tumbuh pesat lewat media jejaring sosial.
Salah satu kunci sukses penggunaan media jejaring sosial dalam sebuah usaha adalah komunikasi. Berbeda dengan situs internet biasa yang terkesan kaku dan penyampaian informasi produk sama sekali tidak menggunakan komunikasi dua arah, situs jejaring sosial memungkinkan kosumen untuk berinteraksi secara langsung dengan admin akun perusahaan bersangkutan secara real time. Jadi seperti percakapan langsung antara pemilik usaha dengan konsumen. Tanpa batas jarak dan formalitas. “Saya malah kadang pernah juga melayani pembeli secara online ketika saya sedang beraktifitas dengan keluarga dirumah” ujar salah satu kawan lama yang sekarang sukses menjalankan usaha distro di Bandung.
“Caranya gampang kok, ga ribet. Kan ini bukan kantor, jadi komunikasi sama pelanggan itu ya seperti obrolan biasa aja. Saya malah sangat menghindari bahasa formal atau penetrasi berlebihan. Ngalir aja. Kita juga kalo di mall kadang suka risih kalo didatangi salesman/women yang nawarin barang terus maksa. Di jejaring internet juga sama. Kita jangan memaksa. Posting kalo bisa berupa bahasa sharing, bukan penawaran. Saya jamin, akun penjual yang isinya cuma foto produk dan nomer telepon itu ga akan dilirik konsumen” tambahnya lagi.
Banyak sekali orang-orang yang sekarang telah beralih pada media jejaring sosial untuk memperkenalkan dirinya, dengan berbagai latar belakang alasan tentunya. Ada yang memanfaatkan untuk kepentingan politik (karena bahkan sekarang Presiden juga ternyata memiliki akun resmi di Twitter), eksistensi, ekonomi, sosial, dll. Ketika sekarang semua orang beralih pada jejaring sosial untuk kebutuhan komunikasi, lalu anda merasa usaha anda tertinggal dari segi komunikasi serta promo pada masyarakat sebagai konsumen anda, mungkin ini saatnya anda melirik jejaring sosial.
Pelaksanaannya tidak serumit yang anda bayangkan jika sudah terjun ke dunia maya. Jika ternyata anda memang memiliki jadwal yang padat sehingga tidak ada waktu untuk mengurusi jejaring sosila usaha anda, sekarang ini sudah banyak sekali tenaga-tenaga freelance yang bisa anda sewa untuk mengurusi akun jejaring sosial perusahaan anda. Mudah bukan?

Referensi buku yang bisa Anda baca mengenai artikel ini :

online store
TUTORIAL MEMBUAT TOKO ONLINE
Klik Di Sini.


bisnis online
SENJATA LENGKAP BISNIS ONLINE !!
Klik Di Sini.

Menanam ala Hidroponik

hidroponik
Beberapa tahun belakangan ini, tren tanaman konsumsi yang organik mengalami permintaan yang sangat tinggi. Rupanya kesadaran masyarakat Indonesia akan kesehatan tubuh dalam jangka panjang telah semakin meluas. Meski harga makanan organik memang lebih mahal dari yang biasa, masyarakat seakan tidak peduli lagi.

Hal ini memaksa para petani untuk memutar haluan terhadap cara mereka menanam komoditi tanaman konsumsi yang mereka tanam. Mulai muncul berbagai teknik baru dalam menanam tanaman, di samping muli marak beredar berbagai produk pupuk organik dan "organik abal-abal" di pasaran.

Salah satu bentuk metode penanaman yang banyak diterapkan oleh petani tanaman konsumsi adalah metode hidroponik. Metode ini sekilas memang terlihat praktis, karena memang tidak terlalu memakan lahan luas seperti pertanian konvensional, dan perawatannya juga sangat mudah. Hasil panen tanaman yang ditanam menggunakan cara ini juga tergolong lebih bersih, karena penanaman secara hidroponik sama sekali tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Tanah sebagai media tanam konvensional secara total telah ditinggalkan oleh sistem penanaman secara hidroponik ini.

Pada cara tanam konvensional, tanah berfungsi sebagai tempat dimana akar menerima nutrisi berupa mineral yang zat lainnya yang memang pada umumnya bisa didapat pada kandungan tanah. Namun pada sistem hidroponik, pemberian nutrisi langsung diberikan pada akar tanpa melalui media tanah. Nutrsi tumbuhan langsung diberikan pada bagian akar secara kontinyu. Ini membuat taman menjadi lebih mudah dalam proses penyerapan nutrisi, sebab tanaman tidak lagi harus mengeluarkan banyak konsumsi nutrisi untuk melakukan ekspansi akar, sehingga nutrisi yang didapat dapat secara maksimal dialokasikan untuk pertumbuhan daun dan buah. Hal itu tentu saja kabar baik bagi tingkat produktifitas tanaman.

Penanaman secara hidroponik umumnya dilakukan pada medan yang tidak membutuhkan tempat terlalu luas, dan tidak memakan biaya yang mahal jika Anda benar-benar memahami caranya. Hal ini membuat pengaplikasian hidroponik bisa dilakukan hampir di semua lokasi, seperti halaman rumah, teras rumah, dan berbagai lokasi yang lain yang bisa dimanfaatkan. Namun dengan potensi yang menggiurkan dari tanaman yang ditanam dengan metode ini, sekarang ini mulai banyak orang yang secara serius bertani secara hidroponik dengan membangun sebuah green house, atau dengan membentuk beberapa mitra.

Dari berbagai metode penanaman hidroponik, ada 2 metode yang paling banyak digunakan. Ada yang Statik, dimana pada metode ini air sebagai sumber nutrisi bukan air yang mengalir. Yang kedua adalah Dinmis, dimana air sebagai sumber nutrisi mengalir secara rutin. Kedua metode ini memiliki kelebihan masing-masing, karenanya penggunaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan

Penerapan hidroponik bisa menggunakan batang bambu sebagai media pot, dan kemudian arang sekam sebagai media tumbuh akar tanaman, dan untuk kebutuhan nutrisi cukup menggunakan pupuk organik biasa saja, dengan tetap memperhatikan asupan air.

Kendala

Tanaman hidroponik ini terkadang untuk sebagian besar pemula dirasa cukup sulit. Biasanya kesulitan adalah pada pengontrolan. Komposisi musik, pemberian insektisida bila terserang hama (meski serangan hama ini sangat jarang terjadi karena tanaman tidak berinteraksi dengan tanah sama sekali), kesterilan media tanam, serta sirkulasi air, hal-hal ini yang sering diketahui oleh para pemula.

Bila menanam di tempat terbuka, maka pemeliharaan media tanam menjadi perhatian. Hal ini karena perubahan suhu udara, intensitas sinar matahari sangat berpengaruh pada media tanam, sedangkan untuk mengganti media tanam ini diperlukan keterampilan khusus mengenai menimbang dan meramu larutan nutrisi.

Kelebihan

Kerumitan ini sekilas memang menjadi rintangan yang cukup menguras tenaga dan biaya tentunya, karena jika menemui kegagalan maka biaya awal usaha ini tidaklah sedikit. Namun jika melihat potensi peluang yang sangat meggiurkan tentu itu semua sangat sepadan. Bagaimana tidak, tanaman yang ditanam secara hidroponik ini lebih cepat matang dengan jumlah panen yang didapat jauh lebih banyak. Sebagai contoh, kita ambil budidaya tomat. Jika hasil panen dengan cara konvensional bisa menghasilkan sekitar 5-10 ton/ha dalam satu tahun, maka pada aplikasi hidroponik bisa menghasilkan hingga 200 ton!

Kelebihan lainnya produksi tanaman dengan hidroponk ini adalah produksi tanaman persatuan luas bisa lebih banyak, tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk bisa lebih hemat, pemakaian air lebih efisien, tidak memakan banyak tenaga, sehingga bisa mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja, tempat bisa lebih bersih, kntrol air, unsur hara dan Ph lebih teliti, masalh hama dan penyakit bisa dikurangi, dan yang penting adalah bisa dilakukan dimana saja.

Tanaman Yang Cocok

Beberapa tanaman yang sangat cocok untuk ditanam dengan metode ini diantaranya

  1. Sayur-sayuran, termasuk diantaranya selada, sawi, tomat, timun, kacang, dsb.
  2. Bunga.
  3. Tanaman Foliage.
Persiapan

Secara umum peralatan yang perlu dipersiapkan untuk memulai menanam dengan metode hidroponik sederhana adalah :
  1. Botol air mineral bekas
  2. Gelas plastik bekas
  3. Jerigen bekas minyak goreng (dibersihkan minyaknya dulu)
  4. Kain bekas (dianjurkan menggunakan kain panel)
  5. Media tanam (kerikil, arang sekam, pecahan batu bata, atau apapun yang sejenis yang bisa ditemukan)
  6. Nutrisi hidroponik
Dengan botol bekas
  1. Potong botol air mineral menjadi 2 bagian 
  2. Biarkan lubang tutup botol terbuka untuk lubang sumbu
  3. Masukkan sumbu pada lubang tutup botol 
  4. Masukkan sisi atas secara terbalik 
  5. Masukkan media tanam berupa kerikil, atau pecahan bata, atau arang sekam. Fungsinya agar tanaman tidak rebah
  6. Taburkan 2-3 benih 
  7. Siram dengan larutan nutrisi
  8. Simpan di tempat yang memperoleh cukup sinar matahari dan terhindar dari air hujan
Dengan jerigen bekas

1. Lubangi jerigen dengan jarak yang menurut kita pas


2. Lubangi sisi bawah gelas plastik bekas untuk sumbu dan bagian sampingnya untuk aliran hawa


3. Isi gelas plastik tadi dengan media tanam. Dianjurkan menggunakan pecahan bata atau arang sekam
4. Tanam 2-3 benih pada media tanam
5. Isi jerigen dengan larutan nutrisi
6. Masukkan gelas plastik yang sudah ditanami benih tadi


7. Letakkan d tempat yang memperoleh cukup sinar matahari


Lalu bagaimana cara membuat larutan nutrisi yang sejak tadi disinggung?
Apa yang Akan Anda Butuhkan :

A. Peralatan :
1 ) Dua botol kosong ukuran 1 Liter
2 ) Dua kontainer kosong ukuran 5 Liter

B. Bahan :
1 ) 10 Liter air
2 ) Kalsium Nitrat ( Ca ( NO3 ) 2 ) : 200g untuk buah , 160g untuk sayuran , 110g untuk bunga
3 ) Kalium Nitrat ( KNO3 ) : 75g untuk buah , 55g untuk sayuran , 75g untuk bunga
4 ) Sulfat dari Potash ( K2SO4 ) : 45g untuk buah , atau sayuran 12g , 12g untuk bunga
5 ) Monopotassium Fosfat ( KH2PO4 ) : 37g untuk semua
6 ) Magnesium Sulfat ( MgSO4 * 7H2O ) : 64g atau seluruh
7 ) Chelated Besi ( FeEDTA ) : 20g untuk semua
8 ) TRACE MIX ingedients : Anda akan mencampur beberapa item bersama-sama untuk menciptakan campuran pupuk mikronya .
Untuk buah-buahan, sayuran dan bunga , Anda akan membutuhkan barang-barang tersebut dalam jumlah berikut:
Seng sulfat ( ZnSO4 ) : 2.2g
Mangan sulfat ( MnSO4 ) : 15g
Tembaga Sulfat ( CuSO4 ) : 0.8g
Asam Borat ( H3BO3 ) : 28g
Natrium molibdat ( Na2MoO4 ) : 0.25g

C. Metode:
1 ) Langkah pertama adalah membuat larutan untuk pupuk mikro. Ambil botol ukuran 1L dan isi dengan air. Tambahkan ingredients MIX TRACE dari item # 8 di atas satu per satu , membiarkan mereka larut sebelum menambahkan yang berikutnya . Setelah selesai , isi botol sampai 1L . Larutan ini disebut sebagai pupuk mikronya . Ia dapat disimpan dan digunakan beberapa kali setelah itu.
2 ) Selanjutnya, kita perlu membuat larutan BESI kelat. Isi botol ukuran 1 liter yg berikutnya dengan air. Tambahkan 20g Besi Chelated dari item # 7 . Isi botol hingga 1L . Hal ini juga dapat digunakan berkali-kali setelah itu.
3 ) Ambil wadah ukuran 5L , dan isi dengan 4L air. Tambahkan Nitrat Kalsium ( item # 2 ) dan biarkan larut sempurna . Tambahkan Kalium Nitrat ( item # 3 ) dan biarkan larut sempurna . Tambahkan 100 ml larutan Chelate Besi . Isi ember sampai 5L dengan air . Ini akan menjadi MIX 1 .
4 ) Ambil kontainer yg satunya lagi dan mengisinya dengan 4L air. Tambahkan Sulfat dari Potash ( # 4 ) Monopotassium Fosfat ( KH2PO4 ) ( # 5 ) dan Magnesium Sulfat ( MgSO4 * 7H2O ) secara individual , memungkinkan masing-masing untuk larut secara sempurna sebelum menambahkan bahan yg berikutnya . Tambahkan 10ml pupuk mikro . Isi ember sampai 5L dengan air . Ini akan menjadi MIX 2 .
Alasan membuat dua larutan ( Mix 1 dan Mix 2 ) adalah untuk menghindari bahan kimia tertentu dari bereaksi satu sama lain dari waktu ke waktu yang akan mempengaruhi tanaman dari penyerapan hara. Kedua campuran , ditambah campuran pupuk mikro serta larutan chelate besi , dapat disimpan untuk beberapa kali kegunaan.
Anda sekarang memiliki bahan yang cukup untuk memasok 100 L larutan hara bagi tanaman Anda .
Untuk menggunakan larutan nutrisi Anda , Anda ingin membuat campuran air 90 % , 5 % Mix 1 , 5 % Mix 2 .
Jadi untuk membuat 1L larutan nutrisi , menggunakan 900 ml air keras, 50ml Mix 1 dan 50ml Mix 2 .
Untuk membuat 10L , campuran 9L air keras , 500ml Mix 1 , dan 500 ml Mix 2 .

CATATAN TENTANG KONSENTRASI LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK:

Tanaman yang berbeda membutuhkan tingkat konsentrasi yang berbeda untuk memaksimalkan pertumbuhan mereka . Tanaman dengan persyaratan tingkat konsentrasi nutrisi yang sama dapat dengan mudah dipasangkan bersama-sama .
Konsentrasi diukur dengan angka yang disebut Faktor Konduktivitas ( CF ) .
Berikut adalah daftar SAYURAN yang biasa ditanam, dan kisaran CF mereka yang mendekati ideal.
CF 8-12 : Selada
CF 14-18 : Black Eyed Peas
F : 16-22 : Wortel , Ketimun , Daun bawang , kentang , lobak , Sweetcorn
CF 18-24 : Kacang , Bit , Brokoli , Brussels Sprouts , Kubis , kembang kol , seledri , bawang , Pumpkins , Bayam , silverbeet
CF 22-28 : Tomat
Faktor konduktivitas dapat ditentukan dengan mengukur konduktivitas antara elektroda dalam larutan air.

Atau jika Anda tidak mau dipusingkan dengan urusan campur mencampur komposisi nutrisi, di pasaran sudah beredar banyak pupuk organik cair yang bisa Anda beli, salah satunya adalah pupuk organik cair ini.

Semoga bermanfaat ya :)

*Dari berbagai sumber



[ INGIN USAHA ANDA KAMI MUAT DI HALAMAN DIREKTORI PELAKU USAHA? SILAHKAN ISI FORM INI. GRATIS ]

Thursday, April 10, 2014

Budidaya Belut

budidaya belut
Masih tertarik untuk membudidayakan belut? Peluang bisnis ini meski banyak yang sudah meninggalkan karena banyak mengalami kegagalan, justru malah menguntungkan para pembudidaya yang sudah berhasil loh. Omset ratusan juta bisa didapat dalam satu bulan. Kenapa? Karena persaingan yang sangat minim dengan jumlah permintaan yang sangat melimpah.

Mari bicara mengenai permintaan di Jakarta saja. Ada sekitar 15 juta penduduk yang tinggal di Jakarta. Jika asumsinya 0,5% saja dari jumlah penduduk itu yang mengkonsumsi belut setiap hari, itu artinya sekitar 75 ribu orang. Anggap saja satu orang memakan sekitar 1 ons belut, berarti kebutuhan Jakarta akan belut mencapai sekitar 75 ton/hari! Jumlah ini sampai sekarang masih mengandalkan hasil tangkapan, sehingga peluang sebagai pembudidaya tentunya sangat berpotensi bukan?

Budidaya belut ini memang sudah sering dibahas di berbagai milis, majalah, serta blog. Iming-iming keuntungan yang sangat besar masih menjadi faktor penarik utama. Namun diantara banyak orang yang mecoba peruntungan di bidang budidaya hewan ternak satu ini tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan. Bahkan dari yang di temukan di lapangan, ternyata lebih banyak yang gagal ketimbang yang berhasil. Ini bisa diartikan bahwa budidaya belut bukanlah perkara mudah.

Saya sendiri pernah mencoba terjun pada komoditi ini, namun setelah hampir 2 tahun selama kurun waktu tahun 2008 - 2010 mencari-cari pengepul, pembudidaya, semuanya hampir bisa dipastikan fiktif, sebagian sudah beralih pada komoditi lain. Saya cari ke Pati, Semarang, Solo, Purwokerto, bahkan sampai blusukan di Godean, Yogyakarta. Hasilnya nihil.

Tapi akhir-akhir ini saya baru paham, bahwa memang budidaya ini tingkat kesulitannya sangat tinggi, karenanya sangat jarang yang melirik untuk membudidayakannya, bahkan dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan. Mungkin anda yang tertarik sudah pernah juga membaca banyak buku yang membahas mengenai berbagai teknik budidaya belut ini dan masih saja mengalami kegagalan. Saran saya, teruslah berusaha!

Belut sering disamakan dengan sidat, padahal kedua hewan ini berbeda, meski sekilas memang terlihat sama. Jika kita perhatikan, pada sidat itu terdapat sirip di dekat insangnya, tapi pada belut tidak ditemukan adanya sirip. Juga pada bentuk tubuhnya, belut terlihat sedikit pipih, sedangkan sidat bentuknya lebih bulat. Jadi jangan salah lagi ya :)

Hewan ini tergolong hewan yang aktif pada malam hari, karenanya pada media tanam biasanya diberi penutup supaya terhindar dari sinar matahari berlebih. Hindari penutupan total, sebab bagaimanapun juga media tanam masih membutuhkan sinar matahari untuk pertumbuhan spora serta makanan alami belut seperti ikan-ikan kecil dan bekicot.

Kesalahan utama dari pembudidaya pemula adalah pada pada persiapan media tanam belut. Pada proses mempersiapkan media tanam itu tidak bisa diselesaikan secara instan, karena belut merupakan hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Tak jarang para peternak belut yang sudah berhasil itu harus menyiapkan media tanam selama 2-3 minggu sebelum akhirnya media siap untuk ditanami belut, karena membudidaya belut berarti menciptakan sebuah lingkungan bagi belut yang kita budidaya semirip mungkin dengan lingkungan aslinya.

Media biasanya penggabungan antara lumpur sawah yang sudah dibersihkan dari benda-benda tajam seperti kerikil, sampah plastik dan sejenisnya, lalu dicampur dengan cacahan jerami dan pelepah pisang. Tiga komponen ini lalu dicampur pada media yang telah disipakan sebelumnya. Bisa berupa kolam tembok permanen, tong, ataupun kolam terpal. Beri air secukupnya lalu tambahkan cairan mikro organisme. Gunanya adalah untuk mempercepat proses fermentasi media tanam juga untuk merangsang pertumbuhan cacing ataupun mikroba lain sebagai pakan belut nantinya.

Untuk mengetahui apakah media telah siap atau belum, setelah dibiarkan selama 2 minggu coba tusuk media menggunakan kayu atau apapun ke dalam media tadi. Jika kemudian mengeluarkan gelembung gas dan atau masih tercium bau tidak sedap itu tandanya fermentasi belum sempurna, dan media belum bisa digunakan. Tapi bila media tidak mengeluarkan gelembung udara dan tidak mengeluarkan bau, itu tandanya media telah siap.

Setelah belut dimasukkan, beri pakan berupa ikan-ikan kecil, cacahan bekicot, atau pelet ikan juga bisa, tapi jangan terlalu banyak, karena pelet bisa mempengaruhi tingkat keasaman media jika terlalu sering digunakan. Belut siap panen setelah 3-4 minggu.

Selamat mencoba ya :)

Budidaya Ikan Sidat

budidaya sidat
Tidak banyak orang yang tahu apa itu sidat. Namanya memang berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menyebutnya ikan moa (Betawi), ikan lubang (Sunda), ikan pelus (Lampung), dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.
Jenis Sidat
Di dunia ada 18 jenis sidat dan 7 diantaranya ada di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Bicoloradalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang.
Sementara itu jenis sidat lain yang populer adalah dari jenis marmorata. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso. Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan.
Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir.
Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir.
Mungkin karena keterbatasan, pemijahan sidat masih terjadi secara alami yang membuat pembudidaya pembesaran sidat tidaklah banyak. Padahal ketersediaan bibit sidat di Indonesia sangatlah melimpah. Dalam sekali memijah sidat bisa mengeluarkan hingga jutaan telur. Puncak berpijah sidat jenis Bicolor terjadi bulan Mei dan Desember, sedangkanMarmorata di bulan Oktober.
Harga
Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui bahwa harga bibit hingga sidat dewasa sangatlah mahal. Harga sekilo sidat Marmorata di Jakarta bisa mencapai Rp.900 ribu (isi 6000 ekor), dan Elver Rp.550 ribu (isi 100 ekor).
Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Sidat memiliki kandungan vitamin A 45 kali lebih tinggi dari susu sapi. Begitu juga dengan DHA sidat mencapai 1373 mg/100 gram, sementara ikan salmon saja hanya 748 mg/100 gram, serta dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Di Indonesia sidat juga bisa ditemukan di supermarket kelas menengah atas dengan harga Rp.86 ribu (sekitar 25-40 gram). Selain itu banyak juga restoran Jepang dan Korea yang banyak menyajikan sidat.
Permintaan Banyak
Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp.
Kabar baiknya lagi, petani sidat juga masih sedikit, padahal persediaan bibit tidak terbatas di sepesisir laut Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor bibit sidat keluar negeri yang tertuang dalam PerMen 18/2009.
Namun sayang, saat ini banyak pondok-pondok yang didirikan warga Jepang dan Korea di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan bibit dari masyarakat sekitar untuk dibesarkan di kolam pembesaran milik asing dan dibuat berbagai macam produk olahan sidat yang kemudian di ekspor ke negaranya masing-masing.
Kiat Pembesaran
Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa pemijahan terjadi secara alamiah di laut, dan bibit masih tergantung pada hasil tangkapan masyarakat di daerah pesisir pantai, muara, sungai hingga genangan air payau. Dalam memilih bibit sidat yang lincah dan segar harus diketahui proses penangkapan bibit tersebut. Penangkapan dilakukan pada malam hari dengan mengejutkan bibit sidat menggunakan kayu beraliran setrum kecil dari aki sebagai sumber listriknya. Sengatan listrik ini tidak mengenai bibit dan untuk menggiring bibit masuk kedalam jaring saja. Jika bibit terkena sengatan listrik, pertumbuhannya tidak akan bagus.

Anda bisa simak video berikut mengenai budidaya ikan sidat.

Wednesday, April 9, 2014

Budidaya Ayam Kampung Super

PELAKU UKM. Selama ini kita cuma mengenal ada 2 jenis ayam konsumsi yang di jual di pasaran, yakni ayam kampung, dan satu lagi adalah ayam ras. Namun belakangan ini mulai dikenal juga Ayam Kampung Super, Ayam Jawa Super, Ayam Sunda Hebat, sebutannya berbeda untuk daerah tertentu. Tapi oleh para pengamat agribisnis ayam jenis ini masuk kategori ayam kampung, namun dengan berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh ayam kampung biasa, karena memang merupakan hasil persilangan.
Ayam jenis ini merupakan hasil silang antara ayam kampung dengan ayam layer petelur ras. Ayam kampung yang di pakai sebagai pejantan tentu berbeda-beda, tergantung ayam kampung yang ada di daerah masing-masing. Bahkan kadang juga bisa dari ayam bangkok. Kreatif bukan?

ayam kampung super
Munculnya ayam jenis ini besar kemungkinan dilatar belakangi oleh kurangnya pasokan ayam kampung untuk memenuhi permintaan rumah makan-rumah makan yang menyuguhkan menu ayam kampung. Peluang ini kemudian lahir di tengah-tengahnya. Dan semakin hari usaha ini semakin berkembang pesat dengan jumlah persaingan yang belum ketat. Hal ini mengingat belum banyak breeding-breeding besar yang melirik sektor ini.
Prospek usaha ini memang taidak pernah ada matinya, karenanya sektor ini akan terus berkembang. Namun, yang namanya usaha pastinya dibutuhkan kerjasama antara penjual dan peternak. Misalnya, mereka harus mengantisipasi lonjakan permintaan pada momen-momen tertentu seperti Natal dan Idul Fitri.
Kelebihan
Ayam kampung jenis ini memiliki tekstur daging mirip dengan ayam kampung biasa. Hanya saja bulu ayam jenis ini lebih tebal dari ayam kampung biasa. Masa panen leih cepat, antara 55-60 hari, dan bisa menghasilkan telur hingga 180 butir per-induk pertahunnya. Selain cara pemeliharaannya lebih mudah, angka kematiannya juga kecil, jauh lebih kecil dibanding ayam jenis lainnya. Kondisi fisiknya lebih kuat, sehingga bisa di ternakkan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu kotorannya juga tidak terlalu menyengat hidung :).
Pemasaran
Sudah bukan rahasia jika permintaan pasokan daging ayam pada hari-hari tertentu seperti Idul Fitri dipastikan meningkat. Namun pada hari-hari biasa, permintaan ayam kampung super ini cukup berpotenti pada pasar restoran juga supermarket. Mereka biasanya memesan ayam-ayamkampung super dengan kriteria berat antara 7-9 ons per ekor. Diluar itu permintaan pasar tradisional juga tidak kalah tinggi. Bahkan di beberapa supermarket memasang label kualitas A untuk ayam kampung super, dan kualitas B untuk ayam kampung biasa.
Sekarang ini (2013) harga DOC ayam kampung super berada di kisaran Rp.4.200-5.000/ekor. Sedangkan untuk yang sudah siap konsumsi berkisar Rp.20.000-22.000/ekor pada hari-hari biasa, sedangkan pada momen tertentu harganya bisa mencapai Rp.28.000/ekor. Harga terseut adalah harga jual pada kondisi hidup.
Meski pemasaran ayam kampung super sudah meluas hingga ke Sumatera, Kalimantan, dan Papua, konsumsi terbanyak tetap dari Jakarta dan Bandung. Pengiriman biasanya menggunakan kardus yang sudah diberi lubang udara.
Kunci sukses usaha ayam kampung super ini lebih terletak pada usaha penetasan DOC. Jika pasokan DOC terhenti, maka seluruh rantai pasokan juga terhenti. Sayangnya hingga sekarang belum banyak pembibit yang secara kntinyu menyediakan bibit ayam kampung super. Sehingga ada baiknya pelaku pembesaran mencari pemasok DOC yang terpercaya dan sudah bertahan cukup lama agar pasokannya juga bisa stabil.
Bagi pemula ada baiknya memulai dari usaha pembesaran ayam kampung super, karena pada usaha pembibitan memerlikan ketelitian dan kesabaran, serta pastinya membutuhkan mesin tetas telur yang harganya masih sangat tinggi.
Kemitraan
Mengingat banyaknya praktek penyimpangan yang hanya menguntungkan salah satu pihak, sebaiknya perusahaan besar berbadan hukum bermitra dengan peternak yang bergabung dalam koperasi. Sehingga badan hukum berhubungan dengan badan hukum.
Jika perusahaan besar berurusan dengan peternak secara individual, seperti pola inti plasma, sebenarnya ini adalah salah satu bentuk perbudakan modern. Kalau memang mau bermitra dalam pola inti plasma biasanya akan dipekerjakan sebagai buruh, dengan konsekuensi UMR, tunjangan hari tua, dll. Pola inti plasma merupakan akal licik para pengusaha bermodal besar untuk memeras keringat peternak.
Kalaupun peternak tidak bermitra dengan siapapun, para peternak bisa membentuk kelompok tani/ternak dan membentuk badan hukum. Jadi, jika ada permintaan besar dan menuntut legalitas bisa langsung disanggupi.
Namun ada juga pengusaha yang menjalin kemitraan dengan peternak  kecil dengan sistem yang bereda. Dalam sistem usaha tersebut pelaku usaha besar menyediakan bibit dan pakan kepada para peternak kecil. Nanti para peternak kecil ini yang melakukan perawatan, karena memiliki tempat. Selanjutnya hasil dari peternak tersebut dibeli lagi oleh si pelaku usaha besar.
Gimana kawan, tertarik?
Ulasan singkat mengenai cara pembibitan serta pembesaran ayam kampung super ini nanti akan menyusul dalam artikel selanjutnya :)